Viral Bos Rumah Makan Beri THR Berupa Sepeda Motor
Sebuah peristiwa yang menarik perhatian masyarakat terjadi di Sukoharjo, Jawa Tengah. Seorang bos rumah makan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) berupa satu unit sepeda motor kepada setiap pegawainya. Peristiwa ini viral di media sosial dan menjadi topik pembicaraan hangat.
Rumah makan yang dimaksud adalah Rumah Makan Pawon Ayu. Pemiliknya, Agung Widyatmoko, memberikan kejutan besar kepada 29 karyawan yang bekerja di sana. Setiap karyawan menerima satu unit motor baru sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras mereka.
Agung menghabiskan dana sebesar Rp 580 juta untuk membeli 29 sepeda motor Honda Beat. Ia menyebutkan bahwa motor tersebut bukan hanya sebagai THR biasa, tetapi juga sebagai apresiasi khusus kepada para karyawan. Meski sebelumnya THR sudah diberikan dalam bentuk uang tunai, kejutan motor ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan tambahan.
Kejutan yang Menyentuh Hati
Sebelum memberikan motor, Agung mengajak seluruh karyawan untuk makan malam bersama setelah melaksanakan shalat tarawih. Ia sengaja mengadakan acara ini di malam hari agar bisa memberikan kejutan yang lebih spesial.
“Saya kumpulkan semua malam-malam setelah tarawih. Saya undang makan malam. Terus saya umumkan. Ini surprise karena dari awal mereka tidak tahu,” kata Agung.
Ia berharap dengan pemberian motor ini, semangat dan kekompakan para karyawan tetap terjaga. “Mudah-mudahan semangat mereka itu tetap langgeng seperti semangat waktu menerima,” ujarnya.
Salah satu karyawan, Pujihartini, mengaku kaget saat menerima motor. Ia sebelumnya sudah mendapat THR uang tunai sebesar Rp 2,5 juta. Namun, kejutan motor membuatnya merasa campur aduk antara senang dan tidak percaya.
Tips Mengatur THR dengan Bijak
THR sering kali menjadi momen yang dinantikan oleh banyak orang. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, uang tersebut sering habis dalam waktu singkat. Untuk menjaga kestabilan finansial, diperlukan strategi pengelolaan keuangan yang bijak.
Perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie menyarankan agar pengelolaan THR dimulai sejak dana diterima, bukan saat mendekati Lebaran. Langkah awal yang disiplin sangat penting agar THR bisa bertahan hingga pasca-Idul Fitri.
Beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Gunakan strategi zakat dan dana sisa: Setelah THR cair, alokasikan dana untuk kewajiban seperti zakat fitrah dan pemberian THR kepada pekerja rumah tangga.
- Bagi dana menjadi dua pos utama:
- Kebutuhan H-7: belanja pokok dan biaya mudik
- Hari H hingga H+7: salam tempel dan kegiatan silaturahmi
- Pola pikir yang benar: THR sebaiknya tidak dianggap sebagai “uang kaget” yang bebas dihabiskan, tetapi sebagai bagian dari pendapatan tahunan.
- Pembagian anggaran dengan rumus 10-70-20:
- 10 persen: keinginan (misalnya baju baru atau hiburan)
- 70 persen: kebutuhan Lebaran (zakat, sedekah, mudik, makanan, THR, salam tempel)
- 20 persen: tabungan, investasi, atau melunasi utang
Dengan cara ini, THR tidak hanya memenuhi kebutuhan hari raya, tetapi juga membantu menjaga kondisi finansial tetap sehat setelahnya.


Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












