dailybandung.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkomitmen untuk melakukan berbagai inisiatif dalam program ‘Gencarkan’ guna mewujudkan pemerataan literasi dan inklusi keuangan di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 8,3 juta peserta melalui lebih dari 11 ribu kegiatan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen (PEPK) OJK, Frederica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa OJK bersama dengan Dewan Nasional Keuangan Inklusif, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), dan stakeholders terkait, berkomitmen untuk terus melakukan berbagai inisiatif dalam implementasi program ‘Gencarkan’ guna mewujudkan pemerataan literasi dan inklusi keuangan di seluruh wilayah Indonesia.
Program edukasi keuangan terkait produk dan layanan jasa keuangan di sektor pasar modal yang dilaksanakan oleh OJK per November 2024 tercatat sebanyak 259 kegiatan yang menjangkau 68.151 peserta. Selain itu, publikasi konten pada media sosial @SikapiUangmu juga telah mencapai 51 konten yang menjangkau 232.389 pengunjung.
Selain itu, OJK juga berpartisipasi dalam World Investor Week (WIW) dengan mempublikasikan 14 konten terkait pasar modal di media sosial SikapiUangmu yang menjangkau 68.581 pengunjung. WIW merupakan kampanye global yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelindungan dan edukasi keuangan kepada investor pasar modal.
OJK juga mengadakan literasi melalui Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) dengan modul ‘pasar modal level basic dan intermediate’ serta modul ‘pengenalan OJK dan waspada investasi ilegal’. Hingga November 2024, modul tersebut telah diakses sebanyak 29.146 kali dan telah diterbitkan sertifikat kelulusan modul sebanyak 22.671.
Selain itu, OJK bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan Melalui Pasar Keuangan (FK-PPPK) juga menyelenggarakan program ‘Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT)’. OJK juga menyusun buku seri literasi keuangan yang memuat materi terkait pasar modal untuk tingkat PAUD sampai perguruan tinggi.
Tak hanya itu, OJK juga menerbitkan buku saku calon pengantin yang memuat materi terkait pengelolaan keuangan dan produk pasar modal. Terakhir, OJK juga telah menerbitkan buku saku ‘Perempuan Cerdas Keuangan’ yang juga memuat materi pasar modal.







