Bisnis  

Pastikan Kesiapan Armada Lebaran 2026, Logistik Diminta Berangkat Lebih Awal

Pemerangkapan Libur Nasional dan Cuti Bersama Jelang Lebaran 1447 H/2026

Pemerintah telah menetapkan jadwal libur nasional, cuti bersama, serta skema kerja fleksibel menjelang musim mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi. Rangkaian hari besar tersebut berbarengan dengan Hari Raya Nyepi, yang memengaruhi pengaturan perjalanan masyarakat.

Dalam menghadapi potensi kepadatan arus kendaraan, pemerintah mengimbau distribusi logistik dilakukan lebih awal. Hal ini bertujuan untuk menghindari penumpukan kendaraan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas.

Perusahaan transportasi laut, PT Dharma Lautan Utama (DLU), telah mempersiapkan armada pelayaran untuk melayani angkutan penumpang dan logistik pada musim mudik tahun ini. Dengan masa libur nasional dan cuti bersama yang cukup panjang, DLU memprediksi pergerakan masyarakat akan lebih merata.

Namun, DLU tetap waspada terhadap potensi penumpukan kendaraan dan penumpang pada waktu-waktu tertentu. Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama (DLU), Erwin H. Poedjono, menyampaikan harapan agar penyebaran penumpang dan kendaraan tidak menumpuk pada satu atau dua hari tertentu saja.

Jadwal Libur Lebaran dan Cuti Bersama

Rangkaian libur Lebaran 2026 dimulai dengan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada Senin–Selasa (16–17 Maret). Selanjutnya, cuti bersama dijadwalkan pada Rabu (18 Maret), disusul Hari Raya Nyepi pada Kamis (19 Maret).

Memasuki rangkaian Idul Fitri, cuti bersama jatuh pada Jumat (20 Maret). Libur nasional Idul Fitri berlangsung pada Sabtu–Minggu (21–22 Maret), diikuti cuti bersama pada Senin–Selasa (23–24 Maret), serta WFA pada 25–27 Maret 2026.

Erwin menjelaskan bahwa panjangnya masa libur memberi keleluasaan bagi masyarakat dalam menentukan jadwal perjalanan. Karenanya, diharapkan distribusi penumpang dan muatan lebih merata.

Jumlah Armada yang Disiapkan

Untuk Angkutan Lebaran 2026, DLU menyiapkan 49 armada, terdiri atas 23 kapal lintas jarak dekat, 23 kapal lintas jarak jauh, dan tiga kapal lintas perintis atau penugasan khusus. Total kapasitas angkut penumpang pada lintas jarak jauh mencapai 156.232 orang pada periode H-30 hingga hari H, dan meningkat menjadi 159.492 orang pada periode arus balik (H+).

Persiapan telah dilakukan lebih awal melalui rapat koordinasi pada 3 Desember 2025. Dalam rapat tersebut dibahas kesiapan sumber daya manusia, armada, jadwal kapal, layanan pelanggan, serta aspek keselamatan pelayaran.

Inspeksi Rutin Kondisi Armada

DLU juga memastikan seluruh kapal telah mendapatkan inspeksi rutin kondisi armada, pengecekan alat keselamatan, serta pembekalan dan simulasi bagi awak kapal dalam menghadapi kondisi darurat. Dari sisi fasilitas, perusahaan menambah sarana umum seperti toilet, tempat istirahat (tilam), serta pendingin ruangan tambahan di pelabuhan untuk menunjang kenyamanan penumpang saat puncak arus mudik.

Meski masa libur panjang berpotensi meratakan arus perjalanan, DLU tetap mengantisipasi lonjakan pada periode favorit, seperti menjelang 20–22 Maret 2026 dan arus balik setelah 23–24 Maret 2026. Karena itu, masyarakat diimbau tidak menunda keberangkatan hingga mendekati hari H.

DLU juga menerapkan skema harga dinamis, termasuk potensi diskon bagi penumpang dan pengirim barang yang berangkat lebih awal. Khusus untuk mitra ekspedisi dan agen, DLU mendorong pengiriman logistik dilakukan lebih awal agar tidak terjadi antrean kendaraan di pelabuhan.

Kelancaran Distribusi Logistik

Dewan Pengarah DLU, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan pentingnya kelancaran distribusi logistik selama masa mudik. Menurut dia, pengaturan jalur khusus bagi kendaraan logistik dapat menjadi solusi agar distribusi barang tetap lancar tanpa mengganggu arus kendaraan penumpang.

“Terpenting koordinasi dan pengaturannya jelas. Kalau itu dilakukan dengan baik, saya yakin arus mudik dan distribusi logistik bisa tetap berjalan lancar tanpa saling mengganggu,” tegasnya.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *