Perayaan Bulan Suci Ramadhan 1447 H
Bulan suci Ramadhan 1447 H telah memasuki hari keempat pada Minggu (22/2/2026). Puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam. Puasa adalah menahan diri dari haus dan lapar serta semua yang membatalkan puasa.
Pada malam hari setelah sholat Isya, disunahkan mengerjakan salat tarawih. Sebagai umat Islam, tentu ingin mengetahui bagaimana suasana mengerjakan salat tarawih di Tanah Suci Mekkah.
Presidensi Urusan Agama Dua Masjid Suci telah mengonfirmasi bahwa pelaksanaan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk bulan Ramadhan 1447 H/2026 tetap mengikuti kebijakan terbaru, yakni sebanyak 10 rakaat. Keputusan ini melanjutkan tradisi yang telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir.
Tujuannya adalah untuk menjaga kenyamanan, kesehatan, serta kelancaran arus jamaah di tengah kepadatan yang luar biasa selama bulan suci. Menurut laporan resmi Kerajaan Arab Saudi, keputusan ini diambil untuk memastikan bahwa jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa harus berdesakan terlalu lama, mengingat jumlah kunjungan jamaah umrah dari seluruh dunia diprediksi akan mencapai puncaknya tahun ini.
Tata Cara Shalat Tarawih
Menurut buku 33 Macam Jenis Shalat Sunnah, karya Ustadz Muhammad Ajib, ada perbedaan jumlah rakaat Shalat Tarawih menurut 4 Mazhab, yaitu sebagai berikut:
- Mazhab Hanafi: 20 Rakaat
- Mazhab Maliki: 20 Rakaat atau 36 Rakaat
- Mazhab Syafii: 20 Rakaat
- Mazhab Hanbali: 20 Rakaat
Adapun yang 8 rakaat merujuk pada para ulama kontemporer seperti Syekh Bin Baaz, Syekh al-Utsaimin, dan Syekh al-Albani (wafat 1420) rahimahullah.
Sholat tarawih dikerjakan dengan cara melakukan 2 rakaat shalat dan kemudian salam hingga berlanjut pada jumlah rakaat terakhir Shalat Tarawih yaitu 8 atau 20 rakaat.
Berikut tata cara Shalat Tarawih:
-
Membaca niat Shalat Tarawih
“Usholli sunnatat tarowihi rok’ataini lillahi ta’ala”
Artinya: “Aku niat salat Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.” -
Membaca surat Al-Fatihah
- Membaca surah Al-Quran
- Rukuk
- Itidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Kemudian, kembali lagi mengerjakan rakaat kedua dengan cara yang sama.
- Terakhir, duduk tasyahud akhir dan salam.
Setelah melaksanakan Shalat Tarawih, harus ditutup dengan melakukan Shalat Witir dengan rakaat ganjil. Dalam pelaksanaannya, dapat melakukan 2 rakaat salam dan diikuti 1 rakaat salam atau bisa melaksanakannya 3 rakaat sekaligus.
Doa Kamilin
Setelah melaksanakan Shalat Tarawih, hendaknya kita juga menyempatkan untuk membaca doa kamilin. Berikut bacaan doa kamilin:
“Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn.”
Artinya: “Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara Shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui.”
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”












