Bisnis  

Podcast Tribun bersama PT Sasa: Menyedapkan Kehidupan melalui Inisiatif ESG di Sulawesi Utara

Podcast Tribun Manado dengan PT Sasa: Melezatkan Kehidupan Melalui Inisiatif ESG di Sulawesi Utara

Pada hari Jumat, 6 Februari 2026 pagi, podcast Tribun Manado berlangsung di Studio Tribun Manado yang terletak di Jalan AA Maramis, Kelurahan Kairagi 2, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulut. Acara ini menghadirkan Jurnalis Tribun Manado David Kusuma dan narasumber Head of Stakeholder Relation PT. Sasa Inti, Rida Atmiyanti S.Psi, M.M. Topik utama yang dibahas adalah “Melezatkan Kehidupan Melalui Inisiatif ESG di Sulawesi Utara”.

PT. Sasa Inti merupakan perusahaan penyedap rasa terbesar di Indonesia. Salah satu pabrik mereka berada di Minahasa Selatan untuk produk santan. Dalam sesi podcast ini, Rida menjelaskan komitmen perusahaan terhadap penerapan ESG (Environment, Social and Governance atau Tata Kelola).

Pilar-Pilar Keberlanjutan dalam Perusahaan

Rida menyampaikan bahwa Sasa memiliki Sasa Sustainability Framework yang mencakup visi dan misi perusahaan serta bagaimana menerapkan keberlanjutan melalui beberapa pilar. Pilar pertama adalah produk, di mana kualitas produk menjadi prioritas utama. Setiap departemen di PT Sasa Inti bertanggung jawab terhadap kualitas produk sesuai dengan perannya.

Pilar kedua adalah social care, yang menekankan pentingnya perlindungan karyawan. Perusahaan memastikan bahwa semua regulasi pemerintah dipatuhi, termasuk upah, keselamatan kerja, dan kesejahteraan karyawan. Setiap departemen memiliki KPI tentang keselamatan kerja.

Pilar ketiga adalah environment care, yang mencakup pengelolaan sumber daya alam secara efisien dan pengurangan limbah. Penggunaan air dan kemasan juga dikelola dengan baik. Selain itu, perusahaan juga peduli terhadap lingkungan sosial dan ekonomi.

Transformasi Brand SASA Menjadi Brand Berkelanjutan

SASA dikenal sebagai merek MSG, tetapi kini memiliki berbagai produk seperti tepung bumbu, santan, saus cabai, dan saus tomat. Lokasi pabrik SASA tersebar di tiga lokasi, yaitu Probolinggo, Cikarang, dan Amurang. Penyebaran ini mencerminkan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dan pengurangan emisi.

SASA santan berada di Minahasa karena kelapa terbaik ada di Sulawesi Utara. Rida menegaskan bahwa ESG menjadi bagian dari strategi brand awareness SASA agar tetap relevan di tengah perkembangan masyarakat, khususnya Gen Z yang peduli terhadap lingkungan.

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

PT Sasa terlibat dalam program Anak Sehat bersama tim penggerak PKK Sulawesi Utara untuk mengatasi stunting. Perusahaan melakukan edukasi kepada kader posyandu dan bekerja sama dengan Rotary Club dan Frontier for Health untuk menciptakan alat edukasi stunting yang mudah digunakan.

Selain itu, SASA juga melibatkan tim chef dan perguruan tinggi untuk membuat menu-menu lucu yang menarik minat anak-anak. Program ini dilaksanakan di berbagai kota, termasuk Jakarta, Probolinggo, dan Minahasa.

Edukasi Masyarakat tentang Penggunaan Bumbu yang Bervitamin

Di Jakarta, SASA memiliki studio kreasi Sasa yang menyediakan kelas masak gratis. Peserta diajarkan memasak sehat dan proporsional. Selama pandemi, studio ini berubah fungsi menjadi tempat memasak lunch box untuk para medis. Sasaran distribusi tidak hanya dokter, tetapi juga orang-orang di kamar mayat dan penggali kuburan.

Pengelolaan Limbah dan Standar Lingkungan

PT Sasa mematuhi standar lingkungan yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Setiap tahun, perusahaan melaporkan pengelolaan limbah dan lingkungan. Semua pabrik SASA mendapatkan status biru, artinya aman dan sesuai standar.

Dampak Ekonomi terhadap Masyarakat Sekitar

Keberadaan pabrik SASA memberikan dampak ekonomi positif pada masyarakat sekitar. UMKM, transportasi, dan jasa lainnya terlibat dalam perputaran ekonomi. SASA juga memberikan pelatihan sterilisasi pangan kepada UMKM untuk meningkatkan umur simpan produk mereka.

Target ESG di Sulawesi Utara

Target ESG SASA di Sulawesi Utara adalah menjaga kualitas produk, mematuhi regulasi pemerintah, dan mengurangi limbah plastik. Perusahaan juga fokus pada edukasi food safety dan pelatihan UMKM pangan steril.

Standar Kualitas Produk SASA

SASA mematuhi standar food safety seperti FSSC, BPOM, dan sertifikasi halal. Produk SASA juga memiliki sertifikasi ISO 9001 untuk manajemen mutu.

Penutup

Rida menegaskan bahwa SASA akan terus berkomitmen untuk menjadi produk yang lezat dan ramah lingkungan. Perusahaan mengajak masyarakat lebih bijak dalam menggunakan kemasan plastik dan memanfaatkan ulang.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *