Daerah  

Tim Khusus Pemkab Pati Periksa Sekolah Ambruk di Pucakwangi

Tim Khusus Dibentuk untuk Memeriksa Kelayakan Bangunan Sekolah di Kabupaten Pati

Tragedi runtuhnya bangunan ruang kelas di SDN Mencon, Kecamatan Pucakwangi, pada Minggu (12/4/2026) pagi menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan di Kabupaten Pati. Beruntung, kejadian tersebut terjadi saat hari libur sehingga tidak menimbulkan korban jiwa dari kalangan siswa maupun guru.

Menyikapi kejadian darurat ini, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, segera mengambil langkah cepat. Ia menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk menerjunkan tim khusus guna menyisir kelayakan struktur bangunan di seluruh sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMA di Pati. Langkah preventif ini dinilai sangat krusial mengingat Kabupaten Pati menduduki peringkat kedua sebagai daerah dengan risiko bencana tertinggi di Jawa Tengah.

“Kondisi Pati dari Januari sampai Maret bencananya bertubi-tubi, dari banjir hingga tanah longsor. Jadi besok Senin, tim harus langsung mengecek kelayakan supaya tidak ada lagi kejadian kelas roboh,” tegas Chandra saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di SMPN 8 Pati, Minggu (12/4/2026).

Sentilan Keras dari Menteri Pendidikan

Tragedi SDN Mencon ini tak luput dari sorotan Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Kehadirannya di Bumi Mina Tani sejatinya untuk meresmikan program revitalisasi 90 satuan pendidikan yang mendapatkan kucuran dana perbaikan fasilitas di tahun anggaran 2025.

Mengetahui masih ada sekolah yang atapnya runtuh, Menteri Mu’ti meminta Pemkab Pati untuk segera mendata ulang sekolah-sekolah yang rusak berat agar bisa dimasukkan dalam prioritas pembangunan tahun 2026. Ia lantas menyentil keras fenomena “Asal Bapak Senang” yang kerap dilakukan pihak sekolah saat melaporkan kondisi bangunan.

“Monggo Pak Plt Bupati didata dengan jujur. Karena mohon maaf, sering kali data yang masuk ke kami tidak sinkron. Dilaporkan sekolahnya baik-baik saja, ternyata begitu dikunjungi kondisinya memprihatinkan,” sentil Mu’ti.

Menurutnya, manipulasi data kerusakan ini kerap dilakukan pihak sekolah demi mengamankan nilai akreditasi agar terlihat sempurna di atas kertas.

“Saya tahu kenapa dilaporkannya baik-baik saja, supaya akreditasinya bagus. Ini yang tidak boleh! Tolong sampaikan apa adanya agar pemerintah bisa segera memperbaiki,” tandasnya memperingatkan.

Program Revitalisasi Fasilitas Sekolah di Tahun 2025

Sebagai informasi, program revitalisasi Kemendikdasmen tahun 2025 di Pati telah menyentuh 90 lembaga pendidikan yang terdiri dari 3 TK, 57 SD, 14 SMP, 4 SMA, 6 SMK, 1 SLB, dan 5 PKBM. Bantuan tersebut difokuskan untuk membedah ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga fasilitas sanitasi.

Langkah-langkah yang Diambil oleh Pemerintah Daerah

Beberapa langkah penting yang diambil oleh Pemkab Pati antara lain:

  • Pembentukan Tim Khusus: Dinas Pendidikan mengerahkan tim khusus untuk melakukan pemeriksaan kelayakan bangunan di seluruh sekolah.
  • Peningkatan Akuntabilitas Data: Menteri Mu’ti menekankan pentingnya data yang jujur dan transparan tentang kondisi sekolah.
  • Prioritas Pembangunan: Sekolah-sekolah yang rusak berat akan menjadi prioritas dalam pembangunan tahun 2026.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa dan meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di Kabupaten Pati.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *