Memahami Bulan Zulkaidah dan Amalan yang Disunnahkan
Menjelang masuknya bulan Zulkaidah dalam kalender Hijriyah, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan berbagai amalan yang bisa dilakukan oleh umat Muslim. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram (suci) yang diistimewakan oleh Allah SWT. Selain Ramadhan dan Syawal, Zulkaidah memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi bagian dari tiga bulan haji serta momen yang dipilih Rasulullah SAW untuk melaksanakan umrah.
Berdasarkan kalender 1447 H, pada tahun 2026 diperkirakan bulan Zulkaidah akan berlangsung mulai tanggal 19 April 2026 hingga 17 Mei 2026. Bulan ini merupakan bulan ke-11 dalam kalender Hijriyah, yang terletak antara Syawal dan Zulhijah, serta menandai persiapan menuju musim haji.
Keistimewaan Bulan Zulkaidah
Bulan haram dalam Islam terdiri dari empat bulan, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan tersebut, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal ibadah. Dalam Alquran Surat At-Taubah Ayat 36, disebutkan bahwa empat bulan haram adalah bagian dari ketetapan agama yang lurus. Oleh karenanya, tidak boleh menganiaya diri sendiri dalam bulan-bulan itu.
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu,” demikian ayat yang dijelaskan oleh Ustadz Adi Hidayat.
Pada bulan Zulkaidah, amal kebajikan dilipatgandakan pahalanya. Jika umat Muslim melakukan shalat, membaca Alquran, atau memberikan infaq, maka pahalanya akan berlipat ganda.
Amalan yang Disunnahkan di Bulan Zulkaidah
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa di bulan-bulan haram, disunnahkan untuk berpuasa. Hadis dalam Al-Bukhari nomor 1379 menyebutkan bahwa puasa yang sangat dicintai oleh Allah setelah bulan Ramadhan adalah bulan-bulan haram.
Salah satu cara mudah untuk memperbanyak amalan adalah dengan mengamalkan satu amalan yang kemudian diikuti oleh amalan lainnya. Misalnya, jika seseorang berpuasa, maka secara otomatis ia akan terdorong untuk melakukan amalan shaleh lainnya seperti membaca Alquran atau sedekah.
Jenis Puasa Sunnah yang Disarankan
Di bulan Zulkaidah, Ustadz Adi Hidayat menyarankan untuk memperbanyak puasa sunnah. Beberapa puasa yang disarankan antara lain:
-
Puasa Ayyamul Bidh
Puasa pada hari-hari putih, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 dalam setiap bulan. Niat puasa Ayyamul Bidh adalah:
Nawaitu saumaa ayyami bidhi sunnatan lillahi ta’ala -
Puasa Senin Kamis
Puasa pada hari Senin dan Kamis. Niat puasa hari Senin adalah:
Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta’ala
Sedangkan niat puasa hari Kamis adalah:
Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta’ala -
Puasa Daud
Puasa yang dilakukan secara bergantian, yaitu puasa satu hari dan tidak puasa satu hari. Di bulan haram, puasa Daud dapat ditingkatkan asalkan tetap ada bukanya. Contohnya, puasa pada hari Senin dan Selasa, tidak puasa Rabu, puasa Kamis, tidak puasa Jumat, dan puasa Sabtu.
Selain itu, Ustadz Adi Hidayat juga menyarankan agar puasa dilakukan pada hari Raya atau hari biasa berkumpul, seperti Minggu, agar lebih mudah dalam menjalankannya.
Niat Puasa Qadha Ramadan
Jika seseorang ingin mengqadha puasa Ramadan pada hari Ayyamul Bidh, niatnya adalah:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadh’I fardhi syahri Ramadhna lillahi ta‘ala
Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












