Budaya  

Rendang Tersedia di Penerbangan Haji Khusus Embarkasi Padang



PADANG – Maskapai Garuda Indonesia menjamin penyajian menu khusus untuk jemaah calon haji yang berasal dari Embarkasi Padang, Sumatra Barat. Menu tersebut dirancang sesuai dengan selera nusantara, yaitu rendang.

General Manager Garuda Indonesia Cabang Padang Boydike Kussudiarso menjelaskan bahwa secara nasional, menu makanan yang disajikan untuk jemaah calon haji merupakan masakan nusantara. Di Embarkasi Padang, menu yang tersedia adalah rendang.

“Rendang ini hanya kami sajikan di Embarkasi Padang. Karena rendang adalah masakan khas Minangkabau. Jadi, di Embarkasi lainnya tidak ada menu rendang,” ujarnya pada Jumat (17/4/2026).

Menurut Boydike, rendang akan disajikan dua kali selama penerbangan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Jeddah, Arab Saudi. Begitu pula saat kembali, para jemaah haji juga akan mendapatkan menu rendang daging.

“Mungkin setelah sekian lama di tanah suci, ketika hendak kembali ke Padang, yang rindu dengan masakan Minang, kami sajikan masakan rendang. Kami berharap rindu ke Padang bisa terobati, setelah makan rendang,” katanya.

Dia menyampaikan bahwa melihat dari jemaah calon haji yang terdiri dari berbagai usia, mulai dari lansia hingga masih muda, Garuda Indonesia tetap menyediakan menu pilihan lainnya. Rasa makanannya tetap mengedepankan rasa nusantara.

“Kami berharap, dengan adanya layanan ini, bisa membuat jemaah calon haji lebih nyaman dan sehat selama menjalani ibadah haji nantinya,” ujar dia.

Selain itu, Boydike mengungkapkan harapan agar proses penerbangan berjalan aman dan lancar, meskipun ada kondisi gejolak geopolitik di Timur Tengah. Dengan demikian, pelaksanaan haji tahun 2026 bisa berlangsung baik dan lebih mendapatkan berkah.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumbar, M. Rifki, menyampaikan bahwa dirinya telah mencicipi masakan yang dibuat oleh chef dari Garuda Indonesia. Secara rasa, rendang benar-benar sesuai dengan rasa rendang Minangkabau.

“Ada rendang, dan beberapa menu lainnya telah saya tes. Alhamdulillah enak semua, dan saya berharap cocok untuk jemaah calon haji dari Embarkasi Padang,” ujarnya.

Rifki menambahkan bahwa soal makanan dan rasa kuliner yang disajikan Garuda Indonesia juga mengedepankan gizi dan higienis. Dengan kesiapan dan layanan dari maskapai tersebut, dia berharap pelaksanaan haji 2026 bisa terlaksana secara baik.

Selain itu, Rifki menyebutkan bahwa kuota haji Sumatra Barat tahun 2026 ditetapkan sebanyak 3.928 jemaah. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Diakuinya bahwa jumlah tersebut terdiri dari jemaah reguler yang berhak lunas, di mana kuota haji Sumbar berkurang 685 orang dari tahun 2025 yang sempat mencapai 4.613 orang.

Oleh karena itu, dia berharap keberangkatan dan kedatangan haji pada tahun 2026 ini bisa berjalan secara baik, seiring dengan kondisi geopolitik di Timur Tengah. Kepada jemaah calon haji diimbau untuk tetap menjaga kesehatan menjelang keberangkatan yang akan dimulai pada 24 April 2026 mendatang.

“Kloter pertama akan mulai masuk ke Asrama Haji pada 23 April 2026 mendatang pukul 06.00 Wib, dan akan berangkat dari BIM pada waktu lewat tengah malamnya atau sudah memasuki tanggal 24 April 2026 dengan maskapai Garuda Indonesia,” tutupnya.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *