Pembaharuan Korban Kecelakaan Kerja Lift Material Jatuh di Masjid Awwaluddin Kubu Raya

Kecelakaan di Proyek Pembangunan Masjid Awwaluddin, Enam Pekerja Terjatuh dari Lift Material

Pada Jumat siang, 10 April 2026, sebuah kecelakaan kerja terjadi di proyek pembangunan Masjid Awwaluddin di Kubu Raya. Kejadian ini menimpa enam pekerja bangunan yang sedang berada di lift material saat hendak turun untuk beristirahat makan siang sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka tiba-tiba terjatuh dari lift tersebut, sehingga memerlukan penanganan medis segera.

Kejadian tersebut mengundang kekagetan bagi para pekerja lainnya yang berada di lokasi proyek. Lift material yang digunakan menjadi salah satu sarana utama mobilitas vertikal di area pembangunan. Seluruh korban segera dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke RSAU dr. Mohammad Sutomo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sehari setelah kejadian, perkembangan kondisi para korban mulai menunjukkan perbaikan. Tiga pekerja dilaporkan telah diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan. Namun, dua pekerja lainnya masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat kondisi yang lebih serius. Sementara itu, satu korban lainnya terpaksa dirujuk ke RS Kartika Husada untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan yang lebih memadai.

Hingga kini, suasana harap dan cemas masih menyelimuti keluarga para korban. Mereka memilih tetap berada di sekitar rumah sakit untuk menunggu perkembangan kondisi anggota keluarga yang masih dirawat, sekaligus berharap adanya kabar baik dalam waktu dekat.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja di lingkungan proyek konstruksi. Penggunaan alat berat dan fasilitas seperti lift material harus selalu diperiksa secara berkala guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang.

Kronologi Kecelakaan

Keluarga korban, Suheri (49), mengungkapkan bahwa insiden tersebut diduga disebabkan oleh patahnya baut pada lift material. “Mereka mau turun untuk istirahat, diduga bautnya patah lalu jatuh,” ujarnya saat ditemui di sekitar rumah sakit.

Saat kejadian, terdapat enam pekerja di dalam lift, dengan tiga orang dalam posisi duduk dan tiga lainnya berdiri. Diduga, korban yang mengalami luka lebih parah adalah mereka yang berada dalam posisi berdiri saat lift jatuh.

Dari total korban, tiga orang dilaporkan mengalami luka berat, yakni Samiri, Markoat, dan Mistuki, yang merupakan warga Parit Keramat, Dusun Keramat 1. Samiri mengalami patah rahang serta cedera kepala, Markoat mengalami patah tangan dan kaki, sementara Mistuki mengalami patah rahang dan cedera pada tulang belakang. Sementara tiga pekerja lainnya mengalami luka lebih ringan, namun tetap mendapatkan perawatan medis.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kecelakaan tersebut. Namun diketahui bahwa lift material yang digunakan telah beroperasi selama kurang lebih empat bulan.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan kerja di proyek pembangunan, terutama dalam penggunaan alat berat dan fasilitas penunjang seperti lift material. Pemeriksaan rutin dan kelayakan alat menjadi hal krusial untuk mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *