Atlet MMA Nus Kei, dari Penusukan ke Kemenangan Tanpa Senjata

Profil Hendrikus Rahayaan, Atlet Bela Diri yang Kini Terlibat dalam Pembunuhan

Hendrikus Rahayaan adalah sosok yang dulu dikenal sebagai atlet bela diri berprestasi. Ia memiliki rekam jejak yang mengesankan di bidang olahraga, terutama dalam seni bela diri seperti MMA dan Muaythai. Namun kini, ia justru menjadi salah satu pelaku penusukan terhadap Nus Kei, seorang tokoh yang juga dikenal sebagai bagian dari kelompok tertentu di Maluku Tenggara.

Pembunuhan ini terjadi di Bandara Karel Sadsuitibun, Maluku Tenggara, pada Minggu (19/4/2026). Saat itu, Nus Kei tiba dari Ambon menggunakan pesawat Lion Air JT880. Ia disambut hangat oleh keluarga setelah mendarat pukul 10.45 WIT. Namun, saat sedang berbincang, Nus Kei ditusuk oleh seorang pria berjaket merah dan masker. Kakak korban, Antonius Rumatora, sempat mencoba melawan, tetapi pelaku berhasil melarikan diri.

Setelah mendapatkan perawatan medis, Nus Kei dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.44 WIT. Tak lama kemudian, polisi menangkap Hendrikus Rahayaan dan Finansius Ulukyanan alias Finis. Meski Finis adalah warga sipil biasa, Hendrikus Rahayaan memiliki latar belakang yang berbeda. Ia adalah atlet MMA dan Muaythai yang pernah menjuarai berbagai kompetisi.

Latar Belakang Keluarga dan Karier Olahraga

Hendrikus Rahayaan lahir di Watran, Kota Tual, pada 6 Desember 1997. Ia dibesarkan di Desa Hollat, Kei Besar, dan merupakan anak bungsu dari sembilan bersaudara. Ia dikenal sebagai sosok garang di atas ring bela diri. Prestasi yang telah diraihnya sangat mentereng, termasuk juara dalam Kejuaraan Muaythai Open Se-Jawa kelas Senior Elite 63,5 kg pada April 2025 di Semarang.

Selain itu, ia juga bergabung dengan sasana 3H Gym di Maluku. Beberapa prestasi lain yang pernah diraih antara lain emas Wushu di Pekan Olahraga Provinsi Maluku, dua emas di ajang One Pride MMA, emas Pra-PON, hingga perunggu di PON.

Sebelum menjadi atlet, Hendrikus Rahayaan pernah mengemban ilmu hukum di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang. Di akun Instagramnya, ia sering membagikan kegiatan yang dilakukannya selama di Semarang. Bahkan, ia kerap membagikan foto-foto latihan dan aktivitas olahraganya.

Motif Pembunuhan Nus Kei

Menurut Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi, motif pembunuhan Nus Kei diduga berkaitan dengan dendam. Hal ini dipicu oleh konflik lama antar kelompok, terutama terkait masalah tanah di Maluku. Pada 29 Oktober 2023 silam, terjadi bentrokan di Bekasi yang menyebabkan satu orang anggota kelompok Nus Kei tewas tertembak. Tembakan tersebut diduga berasal dari kelompok John Kei.

“Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu,” kata AKBP Rian Suhendi.

Hendrikus Rahayaan disebut-sebut sebagai keponakan John Kei. Sedangkan Nus Kei pernah mengklaim sebagai paman John Kei, namun tidak diakui. Kini, Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara tersebut tewas dengan empat luka tusukan.

Peran Hendrikus Rahayaan dalam Kasus Ini

Meskipun memiliki latar belakang olahraga yang cemerlang, Hendrikus Rahayaan kini harus menghadapi konsekuensi hukum atas tindakannya. Ia ditangkap bersama Finis atas kasus penusukan Nus Kei. Meski Finis adalah warga sipil biasa, Hendrikus Rahayaan memiliki latar belakang sebagai atlet bela diri yang terlatih.

Kasus ini menunjukkan bagaimana konflik yang berlarut-larut dapat memicu tindakan yang tidak terduga. Dari seorang atlet yang dikenal garang di atas ring, Hendrikus kini menjadi pelaku penusukan yang menimbulkan rasa duka bagi banyak pihak.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *