Kemenangan Dramatis Jakarta Pertamina Enduro dalam Laga Final Four Proliga 2026
Pertandingan antara Jakarta Pertamina Enduro (JPE) dan Jakarta Electric PLN (JEP) dalam laga final four Proliga 2026 putri berlangsung sangat sengit. Meski JPE berhasil memenangkan pertandingan dengan skor akhir 3-2, pertandingan ini sempat menunjukkan ketegangan yang luar biasa.
Pertama-tama, JPE mampu mengamankan dua set awal dengan skor 25-22 dan 25-22. Namun, JEP tidak menyerah dan memberikan perlawanan yang kuat di set ketiga dan keempat. Di set kelima, JPE akhirnya berhasil memperkuat posisi mereka dan mengunci kemenangan dengan skor 15-8.
Kemenangan ini membuat JPE mengumpulkan total 9 poin, sama dengan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia. Namun, jumlah poin tersebut belum cukup untuk memastikan tiket ke grand final. Sementara itu, JEP meraih satu poin penting, menjaga peluang mereka untuk melanjutkan perjalanan menuju grand final.
Persaingan Masih Terbuka
Dengan dua laga tersisa, JEP masih memiliki kesempatan untuk mengumpulkan maksimal 9 poin. Artinya, nasib mereka belum tertutup, meskipun akan sangat bergantung pada hasil di seri terakhir serta performa tim lain. Tidak ada tim yang benar-benar aman atau tersingkir, karena satu kemenangan bisa mengubah segalanya.
Beberapa tim seperti Jakarta Popsivo Polwan juga masih memiliki peluang untuk mengejar. Klasemen saat ini menunjukkan bahwa Gresik Phonska Plus Indonesia dan JPE memiliki poin yang sama, yaitu 9 poin. Sementara JEP dan Jakarta Popsivo Polwan masing-masing memiliki 3 poin.
Jalannya Pertandingan
Di set pertama, JPE langsung tampil agresif dengan membuka pertandingan dengan dominasi block dan serangan cepat dari Irina Voronkova dan Megawati Hangestri. Mereka unggul 6-2 sebelum melakukan time out. Tekanan dari JPE membuat JEP terpaksa mengambil time out lebih awal.
Namun, setelah waktu teknis pertama, JPE mulai kehilangan momentum. Kesalahan-kesalahan sendiri mulai bermunculan, termasuk servis out dan receive yang kurang rapi. JEP memanfaatkan situasi ini dengan baik, mencetak poin beruntun hingga menyamakan skor 9-9 dan bahkan sempat berbalik unggul 10-11.
Pelatih JPE, Bulent Karslioglu, mengambil time out yang terbukti krusial. JPE kemudian kembali menemukan ritme permainan dan mencetak tiga poin beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 15-13. Serangan Megawati Hangestri menjaga keunggulan JPE hingga technical time out kedua dengan skor 16-14.
Di set kedua, JPE kembali menunjukkan dominasi mereka. Mereka membuka game ini dengan apik, unggul 4-0 setelah rentetan poin beruntun. Namun, JEP bangkit merespon dengan poin beruntun yang membuat poin sama 4-4. Setelah itu, JPE unggul dua poin lagi dan dipertahankan hingga technical time out pertama, 8-6.
JEP mendapatkan momen untuk mengejar setelah mendapat tiga poin beruntun yang membuat skor menjadi 11-10. Namun jarak poin justru kain melebar setelah beberapa kesalahan yang dibuat JEP, termasuk take Ersandrina Devega yang diblok Voronkova.
Lima poin beruntun JPE akhirnya membuat mereka unggul enam poin dengan skor 16-10 di technical time out kedua. Jarak poin semakin merenggang saat skor 19-12, namun setelah itu momentum sempat bergerak ke JEP. Ersandrina Devega Cs mendapat empat poin beruntun dan mengubah skor menjadi 19-16, situasi yang direspon Bullent dengan time out.
Keputusan yang diambil Bullent cukup tepat. Setelah time out itu poin JEP akhirnya terhenti. Jarak tiga poin dipertahankan JPE hingga memasuki fase akhir set kedua, dengan poin 23-20. Meski begitu, semangat JEP tak padam. Mereka mendekatkan poin 23-21 dan bahkan bertambah satu poin menjadi 23-22 meski ada time out lagi dari JPE.
Satu take dari Irina Voronkova akhirnya membawa JPE mencapai set poin di angka 24-22. Pevoli asal Rusia ini lalu mendapat jatah untuk sevis, yang kemudian menghadirkan drama. Bola servis yang ia lakukan dinyatakan out oleh hakim garis, namun coach Bullent tidak menerima begitu saja dan mengajukan review challenge.
Melalui challenge tersebut servis Irina Voronkova dinyatakan masuk sekaligus menutup set kedua dengan skor identik dengan sebelumnya 25-22.
Permainan Ketat di Set Ketiga dan Keempat
Di set ketiga, laga berjalan lebih ketat dari dua set sebelumnya. Saling balas poin terjadi sejak awal. JEP sempat memimpin 2-4, namun JPE membalikkan situasi setelah empat poin beruntun yang mengubah skor menjadi 6-4. Mayoritas permainan masih didominasi JPE sampai pertengahan set dan JPE unggul 16-15 di technical time out kedua.
Memasuki fase akhir, JEP yang beberapa kali sebelumnya nyaris bangkit, akhirnya benar-benar menemukan momentum untuk unggul. Tiga poin beruntun didapat setelah technical time out dan membuat JEP unggul 16-18. JEP semakin di atas angin setelah kembali mendapat tiga poin beruntun dan menjadi unggul 18-21 memasuki akhir set.
Satu smesh Neriman Ozsoy tak bisa dibendung JPE dan akhirnya memaksa laga berlanjut ke set keempat setelah poin ditutup dengan kemenangan JEP 21-25.

Berlanjut ke set keempat, JEP menolak untuk menyerah, bahkan menjadikan set ini momentum untuk bangkit. Laga sejatinya berjalan di awal. Namun setelah technical time out 7-8, JEP mampu merebut momentum. Empat poin beruntun yang didapat membuat mereka unggul 10-14, dan 11-16 saat technical time out kedua.
Keunggulan lima poin di bawah sampai memasuki akhir set keempat, bahkan semakin jauh dengan 12-10. JPE sempat mengecilkan poin menjadi 17-20, namun JEP lebih dulu menyelesaikan set keempat ini dengan 18-25.
Di interval, JEP bahkan unggul 7-8. Namun setelah pergantian tempat, momentum beralih ke JPE. Megawati Cs mendapatkan rentetan poin beruntun. Bahkan mereka menyapu bersih semua poin setelah pergantian tempat. Walhasil set ketiga ditutup dengan kemenangan JPE 15-8.












