Masalah Kualitas Rumput Jakarta International Stadium (JIS) Menjadi Sorotan
Kualitas rumput di Jakarta International Stadium (JIS) kembali menjadi perhatian setelah beberapa laga kandang Persija Jakarta berakhir imbang. Hal ini memicu kritik dari pelatih tim, Mauricio Souza, yang menyebut kondisi lapangan tidak layak untuk pertandingan sekelas Liga 1.
Persija dan Jakpro Akui Masalah Rumput
Dalam pertemuan dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung, Ketua Panitia Pelaksana Persija, Ferry Indrasjarief, mengakui bahwa kualitas rumput JIS belum memenuhi standar. Ia menyebut pihaknya telah menerima banyak teguran dari operator liga terkait masalah tersebut.
“Sebetulnya kita banyak sekali dapat teguran dari liga. Secara keseluruhan kondisi rumput memang belum memenuhi syarat untuk pertandingan,” ujarnya.
Selain itu, pelatih Persija, Mauricio Souza, secara terbuka mengkritik kondisi lapangan usai laga melawan Dewa United. Ia menilai kondisi rumput tidak layak untuk pertandingan sebesar ini karena menghambat gaya bermain timnya.
“Kondisi lapangan sangat tidak wajar untuk pertandingan sebesar ini. Kami ingin bermain cepat, tapi tidak bisa di lapangan seperti ini,” ujarnya.
Mauricio juga membandingkan performa timnya saat bermain tandang yang justru mampu meraih kemenangan.
“Di kandang lawan kami bisa menang, tapi di sini tidak,” katanya.
Langkah Perbaikan dari Jakpro
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, memastikan pihaknya tengah melakukan langkah konkret untuk memperbaiki kondisi lapangan. Ia menyebut Jakpro telah menunjuk pemasok rumput dan mulai menyiapkan pembibitan.
“Kita akan tanam rumput seluas 3,2 hektare, cukup untuk tiga lapangan. Agustus-September sudah bisa mulai uji coba,” ujar Iwan.
Ia menambahkan, proses penguatan akar akan dimulai pada Juni dan ditargetkan selesai tepat waktu tanpa toleransi keterlambatan.
“Tidak ada toleransi lagi. Ini harus selesai sesuai target,” tegasnya.
Penekanan dari Gubernur Jakarta
Pramono Anung menegaskan bahwa persoalan rumput JIS seharusnya bisa diselesaikan dan tidak terus berulang. Ia menekankan pentingnya penanganan menyeluruh terhadap JIS, mulai dari kualitas lapangan hingga manajemen kegiatan.
“Kami ingin urusan JIS dengan Persija ditangani secara baik,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan agar penjadwalan kegiatan seperti konser tidak mengganggu kualitas lapangan.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh Jakpro dan Persija, diharapkan kualitas rumput JIS dapat segera membaik dan tidak lagi menjadi kendala bagi Persija maupun penyelenggaraan pertandingan ke depan.
Beberapa laga kandang Persija di JIS dalam beberapa bulan terakhir berakhir imbang, termasuk saat menjamu Dewa United pada Minggu (15/3/2026), Borneo FC (2-2) pada 3 Maret 2026, Bali United (1-1) pada 14 September 2025, serta Malut United (1-1) pada 23 Agustus 2025.
Masalah ini tidak hanya memengaruhi hasil pertandingan, tetapi juga menimbulkan kekecewaan dari para penggemar dan staf klub. Dengan adanya rencana perbaikan, diharapkan JIS dapat menjadi tempat yang nyaman bagi pemain dan penonton.












