KPK Lakukan OTT di Tulungagung, Amankan Belasan Orang dan Ratusan Juta Rupiah
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Operasi ini dilakukan pada Jumat (10/4/2026) malam dan mengakibatkan penangkapan belasan orang, termasuk Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Dalam operasi tersebut, tim penindakan KPK juga menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai yang diperkirakan bernilai ratusan juta rupiah. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya penyitaan uang dalam giat penindakan yang menjerat bupati setempat. Ia memberikan konfirmasi terkait temuan tersebut saat dikonfirmasi oleh wartawan pada Sabtu (11/4/2026) pagi.
“Ada uang ratusan juta rupiah,” kata Fitroh, menjelaskan temuan barang bukti dari operasi tersebut. Penangkapan pucuk pimpinan Pemerintah Kabupaten Tulungagung itu sebelumnya juga telah dibenarkan oleh Fitroh pada Jumat malam.
Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa total terdapat belasan pihak yang diamankan oleh tim penyidik di lapangan. “Benar, malam ini KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur. Di mana tim mengamankan sejumlah 16 orang, salah satunya Bupati Tulungagung,” kata Budi dalam keterangannya.
Hingga kini, KPK belum membeberkan secara resmi dan spesifik mengenai konstruksi perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat sang bupati beserta 15 orang lainnya. Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), lembaga antirasuah memiliki batas waktu 1×24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif guna menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam rangkaian OTT tersebut.
Pejabat Pemkab Diperiksa di Kantor Polres
Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Tulungagung terpantau mendatangi Polres Tulungagung, Jumat (10/4/2026) malam. Kepala Bagian Umum (Kabag Umum) Pemkab Tulungagung Yulius Rama Isworo tiba dengan menumpangi mobil KPK. Sebelumnya Dwi Yoga, ajudan bupati juga datang dengan minibus bersama personel KPK. Mereka kemudian menurunkan koper diduga berisi dokumen.
Sejumlah pejabat datang sendiri, seperti Kabag Kesra Makrus Mannan, Kabag Pemerintahan Arif Effendi, Kepala Satpol PP Hartono, Direktur RSUD Iskak Zuhrotul Aini, dan Kepala BPKAD Dwi Hari Subagyo. Sementara seorang perwira di Polres Tulungagung mengatakan, Plt Sekda Soeroto dan Kepala Bakesbangpol Agus Prijanto Utomo sudah lebih dulu datang.
“Memang ada aktivitas KPK,” ujar seorang sumber. Informasi yang didapat media, KPK datang ke Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso sekitar pukul 15.00 WIB. Sejumlah anggota Satpol PP yang berjaga disita ponselnya. Sejumlah personel KPK juga terlihat mengeledah kantor Dinas PUPR di dalam area kantor Pemkab Tulungagung.
Profil Gatut Sunu Wibowo
Gatut Sunu Wibowo merupakan pria kelahiran Tulungagung, Jawa Timur, 17 Desember 1967. Ia dilantik menjadi Bupati Tulungagung pada 20 Februari 2025 setelah memenangkan Pilkada Tulungagung 2024. Pada Pilkada 2024, Gatut menggandeng politikus Partai Gerindra, Ahmad Baharudin.
Sebelum terjun ke dunia politik, Gatut dikenal sebagai pengusaha toko bangunan dengan jaringan usaha yang tersebar di wilayah Trenggalek dan Tulungagung. Kemudian Gatut pun terkenal aktif dalam berbagai organisasi sosial dan politik. Ia tercatat sebagai anggota GP Ansor Tulungagung sejak tahun 2004 hingga sekarang.












