Haji Buhari Nikahi Gadis 18 Tahun dengan Mahar Rp100 Juta

Pernikahan Beda Usia 53 Tahun Menghebohkan Warganet

Sebuah pernikahan yang memicu perdebatan di kalangan masyarakat Indonesia kembali viral di media sosial. Seorang pria berusia 71 tahun, Haji Buhari, menikahi seorang gadis berusia 18 tahun dengan nama inisial TA di Desa Batulappa, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Perbedaan usia yang sangat jauh antara kedua mempelai ini membuat warganet terkejut dan mulai memperbincangkan isu hukum serta norma sosial dalam pernikahan tersebut.

Pernikahan yang digelar secara siri ini tidak memiliki catatan resmi di Kantor Urusan Agama (KUA). Hal ini menunjukkan bahwa proses pernikahan tidak mengikuti aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Dalam undang-undang pernikahan, jika salah satu calon pengantin masih di bawah umur 19 tahun, maka diperlukan dispensasi nikah dari Pengadilan Agama. Dispensasi ini biasanya diajukan oleh orang tua atau wali dari mempelai wanita.

Namun, dalam kasus ini, tidak ada tanda-tanda bahwa permohonan dispensasi telah diajukan. Menurut Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Larompong Selatan, Masdir, pernikahan Haji Buhari dan TA tidak tercatat di KUA. Ia juga menyatakan bahwa tidak ada pengajuan administrasi yang dilakukan oleh pihak terkait.

Proses Pernikahan Tanpa Persetujuan Resmi

Menurut informasi yang diperoleh, Haji Buhari adalah seorang tuan tanah yang memiliki kondisi ekonomi yang stabil. Ia menyiapkan mahar sebesar Rp100 juta serta satu unit motor sebagai bentuk persembahan untuk mempersunting TA. Meski demikian, proses pernikahan ini tidak melalui tahapan resmi seperti lamaran dan akad yang biasanya dilakukan di kantor desa atau KUA.

Kepala Desa Batu Lappa, Muhammad Arsad, mengungkap bahwa pihak desa tidak dilibatkan dalam proses pernikahan ini. Ia hanya menerima pemberitahuan setelah pernikahan berlangsung. Padahal, biasanya pihak desa akan terlibat sejak awal proses lamaran hingga akad pernikahan.

Arsad juga menyebutkan bahwa dirinya sempat diundang ke acara pernikahan, tetapi tidak dapat hadir karena harus mengantar keluarga yang juga menikah pada hari yang sama.

Video Pesta Pernikahan Viral di Media Sosial

Pesta pernikahan Haji Buhari dan TA digelar secara meriah dengan adat Bugis. Video suasana pesta diunggah oleh akun Instagram @palopo_info pada 5 April 2026. Dalam video tersebut, terlihat keduanya mengenakan pakaian adat Bugis berwarna hijau dan tampak bahagia selama acara berlangsung.

Mempelai wanita juga menunjukkan keromantisan dengan memegang tangan suami sambil bernyanyi. Senyum lebar terpancar dari wajah keduanya di hari bahagia itu. Sampai hari Sabtu (10/4/2026), video tersebut telah ditonton lebih dari 460 ribu kali dengan ratusan komentar dari warganet.

Identitas Kedua Pengantin

Dikutip dari Tribun-Timur.com, Haji Buhari adalah sosok pria yang sudah cukup dikenal di wilayah tersebut. Sedangkan istrinya, TA, masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Fakta ini semakin memperkuat dugaan bahwa pernikahan ini dilakukan tanpa persetujuan resmi dari pihak yang berwenang.

Isu Hukum dan Norma Sosial

Perkawinan beda usia yang sangat jauh sering kali menjadi sorotan masyarakat. Di satu sisi, banyak orang merasa prihatin terhadap kondisi mempelai wanita yang masih di bawah umur. Di sisi lain, beberapa orang menganggap bahwa pernikahan ini adalah hak individu dan bisa dipertimbangkan sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya.

Namun, dari segi hukum, pernikahan yang tidak dilengkapi dengan dispensasi nikah di bawah umur 19 tahun dianggap ilegal. Oleh karena itu, kasus seperti ini sering menjadi bahan perdebatan di kalangan ahli hukum dan masyarakat luas.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *