Pembangunan Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Kota Padang
Di tengah semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama, dua unit hunian sementara sehat layak (hunsela) telah selesai dibangun dan siap diresmikan di Kubang, Kelurahan Limau Manis, Kota Padang. Peresmian berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026, dengan hadirnya berbagai pihak yang turut berkontribusi dalam pembangunan tersebut.
Hunsela ini merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Studi Bencana Unand, IKA Alumni Unand, Karang Taruna Kapalo Koto, dan Asosiasi Perempuan Peduli Bencana. Mereka bekerja sama untuk memberikan tempat tinggal sementara bagi para penyintas bencana yang tinggal di Kelurahan Lambung Bukit, kawasan Batu Busuak, Kota Padang.
Peresmian hunsela ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti DPP IKA Unand Munzir, Majelis Wali Amanat (MWA) Febrian Anas Ismail, Lurah Limau Manis Muliyardi, Anggota DPRD Padang Rafdi, Ketua Karang Taruna Kapalo Koto Muhammad Ilham, serta masyarakat sekitar. Mereka hadir untuk menyaksikan prosesi peresmian yang dilakukan secara simbolis.
Pada saat peninjauan lokasi sekitar pukul 10:03 WIB, tampak masyarakat sekitar sudah menunggu kedatangan tamu undangan yang akan meresmikan hunsela tersebut. Di lokasi juga terlihat dua unit lemari berdiri di masing-masing hunsela, selain itu terpasang juga spanduk bertuliskan “Peresmian hunian sementara sehat layak Kubang”.
Para tamu undangan duduk di bawah tenda beralaskan terpal cokelat, mulai dari para donatur hingga masyarakat sekitar. Inisiator dari IKA Unand, Heni Herwina menjelaskan bahwa dua hunsela ini diperuntukan untuk korban bencana di kawasan Batu Busuk. Pihaknya juga menyebutkan bahwa sedang membangun tujuh unit hunsela di Pisang, Lubuk Gajah, Kelurahan Piai Tangah, Kota Padang.
“Tujuh unit hunsela ini masih dalam tahap pembangunan, juga diperuntukan untuk korban bencana,” katanya.
Anggota DPRD Padang, Rafdi mengatakan bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi oleh Kota Padang, karena penyintas bencana belum mendapatkan hak mereka sepenuhnya.
“Masih banyak penyintas bencana yang belum dapat haknya,” ucapnya saat pembukaan peresmian hunsela.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kapalo Koto menjelaskan bahwa hunsela ini sudah dibangun sejak 5 Maret 2026 lalu. Lokasi dua unit hunsela di Kubang sudah rampung sepenuhnya dan diresmikan hari ini. Sedangkan tujuh unit lainnya yang berlokasi di Pisang, Kelurahan Piai masih dalam tahap pembangunan.
“Target kita seminggu lagi selesai untuk tujuh unit ini, saat ini sudah sekitar 80 persen, tinggal pengecoran lantai,” ujarnya.
Lurah Limau Manis juga menyampaikan rasa terima kasih atas dibangunnya dua unit hunsela untuk korban bencana di Batu Busuak. Ia menilai bahwa bantuan tersebut bukan hanya sekadar bangunan, tapi dapat dijadikan sebagai penyambung hidup korban bencana.
“Bantuan rumah bukan bangunan fisik, tapi simbol harapan baru untuk kehidupan lebih baik untuk penerima manfaat,” tutupnya.
Proses Pembangunan dan Kontribusi Berbagai Pihak
Pembangunan hunsela ini melibatkan berbagai pihak yang saling bekerja sama untuk menciptakan ruang pengungsian sementara yang layak bagi para korban bencana. Setiap komponen yang terlibat memiliki peran masing-masing, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan konstruksi.
- Pusat Studi Bencana Unand: Bertugas dalam perencanaan dan koordinasi pembangunan hunsela.
- IKA Alumni Unand: Memberikan dukungan finansial dan sumber daya untuk memastikan proyek berjalan lancar.
- Karang Taruna Kapalo Koto: Melibatkan masyarakat setempat dalam proses pembangunan dan pengawasan.
- Asosiasi Perempuan Peduli Bencana: Menyediakan bantuan psikologis dan sosial kepada para penyintas.
Selain itu, partisipasi aktif dari masyarakat sekitar juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan proyek ini. Mereka tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga ikut berperan dalam memastikan bahwa hunsela yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan para penyintas.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun pembangunan hunsela telah selesai di beberapa titik, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah proses pembangunan tujuh unit hunsela lainnya yang masih dalam tahap pengerjaan. Meski demikian, pihak terkait optimistis bahwa proyek ini akan selesai dalam waktu dekat.
Harapan besar diucapkan oleh berbagai pihak agar bantuan yang diberikan dapat membawa perubahan nyata bagi kehidupan para penyintas bencana. Mereka berharap bahwa hunsela yang dibangun tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi simbol harapan dan keberlanjutan bagi masa depan.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”










