Daerah  

Wali Kota Ratu Dewa Pantau Banjir Palembang dengan Jas Hujan dan Sepatu Boots

Penanganan Banjir di Palembang oleh Ratu Dewa

Ratu Dewa, Walikota Palembang, langsung turun ke lapangan untuk meninjau kondisi banjir yang melanda beberapa wilayah kota setelah hujan deras. Kebijakan ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap situasi yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Titik-Titik Terdampak Banjir

Beberapa titik yang terkena dampak banjir antara lain Kambang Iwak, Angkatan 45, Simpang 5 DPRD, dan Kapten Arivai. Genangan air mencapai ketinggian yang mengganggu perjalanan warga. Untuk menangani masalah ini, petugas Damkar dikerahkan untuk menyedot genangan air yang menggenangi jalan-jalan utama.

Tindakan Cepat Pemerintah Kota

Ratu Dewa memastikan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para camat turun langsung ke lokasi banjir. Tujuannya adalah untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan warga yang terdampak. Dalam unggahannya di media sosial, ia menjelaskan bahwa penanganan banjir dimulai sejak pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB.

“Kemarin mulai dari jam 16.00 WIB sampai jam 22.00 WIB kito memastikan beberapo titik banjir akibat curah hujan tinggi di jalan-jalan dan pemukiman warga. Mulai dari Jalan Demang, Kambang Iwak, Angkatan 45, Simpang 5 DPRD, Arivai sampai dengan Kasnariansyah,” tulis Ratu Dewa.

Respons Masyarakat terhadap Penanganan Banjir

Penanganan banjir ini mendapat beragam tanggapan dari warganet. Beberapa memberikan dukungan atas langkah cepat pemerintah kota, sementara yang lain memberikan kritik karena banjir masih menjadi masalah yang berulang setiap kali hujan turun.

Warga berharap adanya solusi jangka panjang seperti perbaikan drainase dan normalisasi sungai. Berikut beberapa komentar yang muncul:

  • Semangat pak @ratudewa terus semangat dan menjalankan tugas nya
  • Pak @ratudewa … Mano kerja nyata bapak masalah banjir ini yo.. PJ Wako hampir setahun… Jd walii kota lah hampir duo tahun… Ku peloke gawe bapak @ratudewa IG ini.. Belum ado hasil yang memuaskan ke… Contoh lah Dedi Mulyadi pak
  • Pak..walau kami kecewa.. hujan 2-3 jam tapi langsung banjir dmn dmn, kami ttp berdoa semoga Allah mudahkan pekerjaan bapak , dan ttp jadi pemimpin yg baik dan Amanah
  • Preventif pak yg dibutuhkan sekarang. Perbaiki drainase, infrastruktur jalan, kolam retensi. Seharusny sebelum musim penghujan sudah di mitigasi dari awal
  • Masalah banjir ini dari dulu dak sudah2 karna apo? musuhnyo banyak yang buang sampah baseng2 dan yg buang sampah baseng ini dak biso di edukasi, samo cak yg lawan arus. semoga biso nemuke solusi pak wali
  • Semangat dan Sehat selalu pak, terima kasih sudah perduli …
  • Betahun tahun cak ini lah palembang kalo hujan
  • Cakmno pak dari dlu perasaam banjir pas hujan ni? Apo katek solusi kalu pas sungai naik apo lgi tambah banjir terus palembang ni
  • Pak pecakny palembang ni perlu di normalisasi galo seluruh anak sungai dan paritny di bongkar total habis nn, didalami dan dibesakke paret / anak sungainy. dan jg buat bnyk2 sumur resapan plus tambah kolam retensi jg pak biar sekalian jdi Ruang terbuka hijau biso dimanfaatkan jdi tempat santai jogging dll kyk di KI / taman polda. biso kolaborasi dengan pemerintah pusat / pemprov
  • Sungai bendung tu proyek dak kelar2 pak …kl ujan cak kmren cepet nian air naek surutnyo lamo

Harapan Masyarakat

Warga berharap agar pemerintah kota dapat melakukan langkah-langkah preventif yang lebih maksimal. Mereka menilai bahwa solusi jangka panjang seperti perbaikan drainase, normalisasi sungai, pembangunan kolam retensi, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan sangat penting untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *