Pemkab TTU Siapkan 22 Unit Rumah Layak Huni Tahun 2026
Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten TTU menyiapkan kuota pembangunan sebanyak 22 unit rumah tidak layak huni pada tahun 2026 ini. Pagu anggaran pembangunan 22 unit rumah ini berasal dari APBD Kabupaten TTU tahun 2026.
Plh Kepala Dinas PRKPP Kabupaten TTU, Gregorius Nai mengatakan bahwa dari total 22 unit yang akan dibangun, pihaknya telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama atau MoU bersama dua desa. Sementara satu desa sedang dalam proses sosialisasi pembangunan rumah layak huni.
Sampai saat ini, sebanyak 3 unit sasaran yang sudah ditetapkan dari total jumlah tersebut. Tiga sasaran tersebut ditentukan langsung oleh Bupati TTU setelah melakukan survei. Salah satunya adalah untuk atlet Sea Games, berprestasi Anastasia Olin yang sudah dipastikan dan siap dikerjakan.
Menurut Gregorius, pengurangan jumlah rumah yang dibangun yang bersumber dari APBD Kabupaten TTU ini disebabkan oleh kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Enam unit dari total 22 unit itu digunakan untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Rumah tersebut dibangun secara khusus untuk korban bencana alam dan korban relokasi program strategis.
Sisa 16 unit digunakan untuk regular atau yang disurvei atau ditunjuk langsung oleh Bupati TTU. Semua proses pembangunan rumah pada tahun 2026 tersebut dipercepat.
Sebelumnya, Gregorius Nai mengatakan bahwa saat ini sebanyak 9 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Program TULUS belum tuntas dan sedang dalam proses finishing. Masih tersisa di tiga desa dan 1 kelurahan yang sedang dalam proses finishing.
Menurutnya, sedangkan belasan unit lainnya sudah siap untuk dilakukan peresmian. Saat ini pihaknya sedang menanti jadwal dari Bupati TTU untuk melakukan peresmian secara langsung.
Tiga desa yang belum tuntas pembangunan ini meliputi Desa Tasinifu, Desa Naob dan . Ia menuturkan, secara khusus di Desa Tasinifu pembangunan terkendala akses jalan menuju wilayah itu. Di Desa Tasinifu sudah dilakukan pembangunan atap rumah dan sedang dilakukan plester dinding.
Sebanyak 4 unit rumah layak huni yang dibangun di Desa Tasinifu. Satu unit sudah rampung sedangkan tiga unit lainnya sedang dalam proses. Sedangkan di Desa Naob, sebanyak 3 unit rumah layak yang dibangun di wilayah itu. Dua unit rumah di Desa itu sudah nyaris tuntas sementara satu unit lainnya terkendala.
Ia mengakui bahwa, di Desa Sainiup dilakukan pembangunan 1 unit rumah layak huni. Rumah tersebut sedang dalam proses finishing. Gregorius menuturkan, secara khusus di Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu dibangun 1 unit rumah. Pembangunan 1 rumah layak huni tersebut juga sedang dalam proses finishing.
Sebanyak 30 unit rumah yang dibangun oleh Pemkab TTU melalui Dinas PRKPP Kabupaten TTU. Pembangunan 30 unit rumah ini bersumber dari APBD tahun anggaran 2025. Berdasarkan perhitungan, kata Gregorius, rencananya sebelum tanggal 17 April 2026, semua rumah tersebut sudah tuntas dikerjakan.
Beberapa waktu lalu, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo memimpin langsung pelaksanaan kegiatan serah terima 5 unit rumah layak huni Program TULUS plus sanitasi. Serah terima ini berlangsung di dua kecamatan berbeda yakni di Kecamatan Insana Fafinesu dan Kecamatan Insana Utara, Kabupaten TTU, NTT. Penyerahan bantuan pembangunan 5 unit rumah tersebut dilaksanakan pada akhir pekan ini. Bantuan rumah plus sanitasi ini bersumber dari anggaran APBD Kabupaten TTU tahun 2025.
Seremoni serah terima ini berlangsung di Desa Fafinesu, Kecamatan Insana Fafinesu dan Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara. Bantuan rumah layak huni plus sanitasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab TTU memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












