Langkah Antisipasi Pemkot Yogyakarta untuk Menanggulangi Kenaikan Kasus Campak
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah mengambil langkah antisipasi untuk menanggulangi kenaikan kasus campak. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah meningkatkan capaian vaksinasi anak, terutama vaksin Campak dan Rubella (MR). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan kasus campak yang mulai muncul di berbagai daerah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
Bukan hanya sekadar imbauan, petugas kesehatan melakukan tindakan jemput bola atau sweeping untuk menyisir anak-anak yang belum mendapat imunisasi lengkap. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa semua anak memiliki perlindungan yang cukup terhadap virus campak.
Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu, menjelaskan bahwa edukasi dan penyisiran menjadi poin krusial dalam upaya menutup celah penyebaran virus. “Kami melakukan edukasi dan sweeping. Bekerja sama dengan kader, menyisir anak-anak yang belum lengkap imunisasinya, untuk diberikan imunisasi campak,” ujarnya.
Capaian Imunisasi di Kota Yogyakarta
Berdasarkan data terbaru, capaian imunisasi MR di Kota Yogyakarta pada tahun 2025 mencapai 96,63 persen. Namun, untuk dosis penguat atau booster (MR2), capaian masih berada di angka 88,87 persen. Sementara itu, program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025 tercatat sebesar 96,20 persen.
Adanya selisih persentase tersebut disebabkan oleh keengganan sebagian orang tua membawa anaknya untuk divaksin. Endang menjelaskan bahwa masyarakat yang enggan mengikuti imunisasi ini tersebar di berbagai wilayah, sehingga petugas harus lebih teliti dalam melakukan penyisiran.
“Jadi, memang dari tahun ke tahun itu ada saja yang belum sepaham. Sudah diupayakan Puskesmas melakukan promosi ke wilayah dan kader itu sudah sering mengimbau. Kita juga pernah menggandeng dari yang spesialis anak dan ahli di bidang agama, kita sandingkan dan pembekalan ke mana-mana,” ujar Endang.
Di sisi lain, stok vaksin campak di Kota Yogyakarta dipastikan aman dan tersedia secara gratis di seluruh Puskesmas yang tersebar di tingkat kemantren. Selain layanan rutin, Pemkot akan menggencarkan imunisasi MR bagi siswa kelas 1 SD pada bulan Agustus mendatang melalui program BIAS.
7 Kasus Campak di Wilayah Yogyakarta
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, merinci bahwa saat ini tercatat ada 7 kasus campak di wilayahnya. Ia menekankan pentingnya mencapai ambang batas herd immunity atau kekebalan kelompok sebesar 90 persen untuk melindungi mereka yang tidak bisa divaksin karena kondisi medis tertentu.
“Sudah 96 persen (capaian imunisasi campak). Sudah tinggi. Cuma masih ada gap (selisih) sekian persen. Yang kita khawatirkan jika seorang anak tidak diimunisasi bepergian ke daerah lain yang cakupan imunisasi di bawah 90 persen, bisa berisiko,” tegasnya.
Harapan lanjutan adalah herd immunity terbentuk, sehingga yang tidak bisa divaksin karena kondisi khusus, seperti anak dengan kanker dan leukemia, bisa terlindungi.
Lebih lanjut, ia mengingatkan para orangtua bahwa memberikan imunisasi bukan sekadar pilihan, melainkan pemenuhan hak bagi anak yang dilindungi oleh hukum. Dinkes Kota Yogyakarta mengimbau warga yang mendapati status imunisasi anaknya belum lengkap untuk segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
“Imunisasi ini ada di UU Perlindungan Anak. Jadi, jika ada orang tua, keluarga atau siapapun yang menghambat, atau melarang anak untuk mendapatkan imunisasi, itu sebenarnya bisa dituntut karena itu melanggar hak anak,” pungkasnya.
Waspadai Gejala Klinis Campak
Campak adalah penyakit infeksi yang sangat menular, disebabkan oleh virus Morbillivirus. Gejala klinis umumnya dimulai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam kemerahan di kulit yang muncul setelah beberapa hari. Ruam biasanya muncul dari area wajah dan menyebar ke seluruh tubuh.
Tanpa penanganan yang tepat, campak dapat berujung pada komplikasi serius seperti pneumonia, infeksi otak (ensefalitis), diare berat, hingga kematian, terutama pada anak di bawah 5 tahun.
Pencegahan Terbaik adalah Vaksinasi
Menurut dr. H. M. Bambang Edi Susyanto, Sp.A., M.Kes dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), vaksinasi merupakan cara pencegahan yang paling efektif dan terbukti secara medis. Upaya pencegahan paling efektif adalah melalui pemberian vaksin MR maupun MMR secara lengkap dan tepat waktu.
Untuk mengatasi kesenjangan cakupan imunisasi, dr. Bambang menekankan perlunya edukasi masif guna meluruskan misinformasi terkait vaksin yang masih beredar di masyarakat.
“Strateginya adalah memberikan edukasi secara konsisten kepada masyarakat. Pemerintah dan tenaga kesehatan bekerja melalui puskesmas, rumah sakit, posyandu, serta sekolah untuk menyampaikan informasi yang benar mengenai manfaat dan keamanan imunisasi. Pendekatan ini penting untuk mengatasi misinformasi yang masih beredar di masyarakat,” tuturnya.
Apa Itu Campak?
Campak (measles/rubeola) adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang sangat menular, disebabkan oleh virus Morbillivirus. Tanda-tanda campak antara lain demam tinggi, batuk, pilek, mata merah (konjungtivitis), dan ruam kemerahan di seluruh tubuh.
Campak sangat menular melalui udara (airborne) atau kontak langsung melalui percikan air liur (droplet) penderita. Virus bisa bertahan di udara atau benda selama beberapa jam.
Jika tidak ditangani, campak dapat menyebabkan pneumonia, infeksi otak (ensefalitis), diare berat, hingga kematian, terutama pada anak di bawah 5 tahun. Pencegahan terbaik campak adalah dengan vaksinasi MR/MMR, yang sangat efektif mencegah campak. Pastikan anak mendapatkan dosis lengkap (umur 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD) vaksin demi mencegah campak.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












