Arus Balik Mudik Lebaran 1447 Hijriah di Jalan Lintas Sumatera
Arus balik mudik Lebaran 1447 Hijriah masih terjadi di beberapa titik di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Kabupaten Lampung Tengah. Berdasarkan pantauan di wilayah Simpang Wates, Kecamatan Bumiratu Nuban, terlihat kendaraan pemotor yang melakukan perjalanan arus balik melaju dari arah Lampung Utara menuju Bandar Lampung.
Kendaraan motor yang melaju didominasi pelat A, B, dan F dengan membawa sejumlah barang bawaan pada bagian belakang dan bagian tengah (Dasbor) sepeda motor. Sementara itu, kendaraan motor dari arah sebaliknya terpantau kebanyakan merupakan kendaraan plat BG dan BE wilayah Tulangbawang, Mesuji, dan Lampung Utara, dengan barang bawaan pada kendaraannya.
Hal serupa juga terlihat pada kendaraan minibus, yang didominasi kendaraan pelat Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, dengan barang bawaan yang diletakkan pada atap kendaraan mobil. Meski demikian, arus lalu lintas terlihat normal dan lancar, tanpa adanya penumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan.
Upaya Pengaturan Lalu Lintas oleh Polres Lampung Tengah
Untuk mengantisipasi kemacetan, jajaran Polres Lampung Tengah terus melakukan pengaturan lalu lintas, khususnya di jalur utama dan akses menuju Pelabuhan Bakauheni. Salah satu langkah yang diambil adalah penyekatan kendaraan angkutan barang bersumbu tiga atau lebih. Kegiatan ini berlangsung sejak Kamis malam (26/3/2026) di Jalan Lintas Tengah Sumatera, salah satunya di wilayah Yukum Jaya, Terbanggi Besar.
AKP Glend Felix Siagian, Kasat Lantas Polres Lampung Tengah menjelaskan, petugas Satlantas menghentikan sementara kendaraan berat seperti truk tronton, molen (mixer), dan wingbox. Para sopir kemudian diberikan imbauan secara humanis untuk menunda perjalanan mereka hingga 29 Maret 2026 demi kelancaran arus balik. Kendaraan yang tetap melintas namun tidak sesuai aturan diarahkan untuk parkir sementara di lokasi yang telah disediakan hingga kondisi lalu lintas kembali normal.
“Kebijakan ini diambil untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan di tengah tingginya volume kendaraan,” ujar Kasat Lantas, Minggu (29/3/2026). Ia menambahkan, arus balik menjadi prioritas pengamanan jalur Jalinsum dibandingkan arus mudik, mengingat volume kendaraan meningkat dan perlu dilakukan pembatasan operasional kendaraan berat.
Titik Rawan Kemacetan dan Rekayasa Lalu Lintas
Dikatakan Glend, pihak kepolisian juga mengidentifikasi dua titik rawan kemacetan, yaitu Exit Tol Terbanggi Besar dan Exit Tol Gunung Sugih yang terhubung dengan Simpang Pepadun. Sehingga, untuk mengurai kepadatan, rekayasa lalu lintas telah diterapkan sejak hari kedua Lebaran. Upaya ini bertujuan mengurangi pertemuan arus kendaraan di persimpangan agar tidak terjadi kemacetan total.
“Berdasarkan data, volume kendaraan yang melintas pada arus balik menigkat cukup signifikan. Di kawasan Gunung Sugih, peningkatan mencapai 103 persen pada H+1 Lebaran. Sementara di Terbanggi Besar, kenaikan tercatat sekitar 65 persen,” ujarnya. Glend menilai, kepadatan di Gunung Sugih disebabkan oleh bertemunya arus kendaraan dari Bandar Lampung dengan kendaraan dari Kota Gajah dan Metro. Sedangkan di Terbanggi Besar, arus kendaraan dari Way Kanan, Lampung Barat, dan Lampung Utara bertemu dengan arus dari Tulang Bawang.
Imbauan bagi Pengendara
Saat arus balik, kepadatan lebih terasa karena adanya peningkatan aktivitas kendaraan masyarakat lokal yang bersilaturahmi menggunakan kendaraan pribadi pasca Lebaran. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berkendara. Dengan kecepatan rata-rata kendaraan sekitar 20 km/jam, pengendara diminta menjaga jarak aman dan beristirahat jika lelah.
Jika terjadi keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian melalui call center 110. “Sampai hari ini, petugas kepolisian masih disiagakan mulai pukul 06.00 hingga 23.00 WIB nanti. Rekayasa lalu lintas difokuskan pada pagi hingga sore hari demi menjaga keselamatan pengendara, terutama karena keterbatasan penerangan di malam hari,” tutupnya.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












