Kehidupan Will Strong, WNI yang Berjuang untuk Menjadi Sopir Bus di Jepang
Will Strong (40) mungkin terdengar seperti nama asing bagi seorang warga Indonesia. Namun, di balik nama tersebut, tersimpan kisah perjuangan dan tekad kuat dalam meraih karier di Jepang. Will memiliki sertifikat JLPT N-2 dan telah melalui proses panjang untuk mendapatkan lisensi mengemudi bus besar. Kini, ia menjadi contoh nyata semangat diaspora Indonesia dalam menghadapi tantangan dan meraih peluang di luar negeri.
Awal Mula Ketertarikan ke Jepang
Perjalanan Will menuju Jepang dimulai saat ia menempuh pendidikan di Universitas Darma Persada dengan mengambil jurusan sastra Jepang. Setelah lulus, ia bergabung dengan perusahaan besar Abashiri Bus di Hokkaido sejak akhir 2025. Dari sana, ketertarikannya terhadap Jepang semakin kuat dan membawanya pada berbagai peluang kerja di Negeri Sakura.
Meski banyak tawaran pekerjaan tersedia—mulai dari sektor perhotelan, program TSK/Kumiai, hingga fashion—Will justru memilih jalur yang lebih menantang: menjadi pengemudi bus di Jepang.
“Saya senang dengan salju dan kebetulan ada penawaran di Hokkaido, ya saya ambil,” ujarnya.
Menurutnya, profesi ini tidak mudah dan membutuhkan proses panjang, antara lain harus mengurus SIM Jepang (futsū). Lalu mengikuti sekolah khusus mengemudi bus, barulah mendapatkan lisensi ōgata nishu (SIM bus). Selanjutnya, mengikuti tes kesehatan dan psikologi (tekisei shindan), pelatihan intensif (kenshū), dan akhirnya harus menghafal rute jalanan di Hokkaido.
“Justru karena sulit, saya tertarik. Ini tantangan besar sekali,” tambahnya.
Hidup Mandiri di Jepang
Will masuk ke Jepang setelah diterima oleh Abashiri Bus pada tanggal 27 November 2025. Dari sana, ia berusaha mengambil SIM Jepang dan melanjutkan ambil SIM Bus. Beberapa kali gagal, akhirnya ia lulus pada tanggal 27 Februari 2026 dan mendapatkan SIM Bus besar.
Saat ini, Will tinggal sendiri di Jepang dan terus beradaptasi dengan lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari. Sebelumnya, ia sempat memiliki 7 cabang toko cafenya sendiri di Jakarta, tetapi harus dilepaskan karena dampak pandemi Corona. Dirinya juga pernah menjadi penerjemah di beberapa perusahaan Jepang di Indonesia.
Will memiliki rencana jangka panjang untuk menetap di Jepang, menguasai pekerjaannya secara penuh, dan mengajak keluarga (istri dan dua puterinya) untuk tinggal bersama di masa depan. Ia ingin menjadi simbol semangat diaspora.
“Kalau perusahaan tetap baik memperlakukan saya, ya akan lama seterusnya di Jepang. Selama ini hubungan sih sangat baik dengan pihak perusahaan Abashiri Bus,” ujarnya.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Kisah Will mencerminkan semangat diaspora Indonesia yang berani mengambil jalur berbeda dan menghadapi tantangan di luar negeri. Di tengah ketatnya standar kerja di Jepang, terutama di sektor transportasi, langkah Will menjadi bukti bahwa dengan tekad dan kerja keras, peluang selalu terbuka.
Perjalanan Will Strong bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga keberanian memilih jalan berbeda. Selain itu, ketekunan menghadapi proses panjang, serta mimpi membangun masa depan di negeri orang. Sebuah inspirasi bagi generasi muda Indonesia yang ingin meniti karier di Jepang.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












