Daerah  

Menjelang Haul Guru Tua ke-58, Polda Sulteng Siapkan Pengaturan Lalulintas dan Area Parkir

Persiapan Pengamanan Haul Guru Tua ke-58 di Sulawesi Tengah

Polda Sulawesi Tengah menggelar rapat koordinasi (rakor) dalam rangka mempersiapkan pengamanan peringatan Haul Guru Tua yang ke-58. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (26/3/2026) di Aula Rupatama Polda Sulteng. Rakor tersebut juga dilengkapi dengan pembahasan terkait Festival Raudhah Sis Aljufri.

Rapat dibuka langsung oleh Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Endi Sutendi, dan dihadiri oleh unsur Forkopimda serta berbagai instansi terkait. Tujuan utama dari rakor ini adalah untuk memastikan kesiapan pengamanan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang diperkirakan dihadiri sekitar 75 ribu jamaah.

Beberapa perwakilan hadir dalam acara ini, antara lain:
* Perwakilan Gubernur Sulawesi Tengah melalui Kepala BPKAD Awaludin.
* Perwakilan Kajati Sulteng melalui Asisten Intelijen Salman.
* Perwakilan Pangdam XIII/Merdeka melalui Asintel Kolonel Inf M Imasfy.
* Irwasda Polda Sulteng Kombes Pol Purwanto Puji Sutan.
* Para pejabat utama Polda Sulteng.
* Ketua FKUB Sulteng Zainal Abidin.
* Kepala Kesbangpol Sulteng Dahri Saleh.
* Perwakilan Pemkot Palu dan panitia Haul Guru Tua ke-58.

Dalam arahannya, Kapolda Sulteng menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam mendukung kelancaran kegiatan keagamaan yang setiap tahunnya menarik perhatian jamaah dari berbagai daerah. Ia menyebut pengamanan akan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta unsur pengamanan internal panitia.

“Pengamanan akan dibagi dalam beberapa ring untuk mengantisipasi potensi kerawanan seperti kepadatan massa, pencurian kendaraan, maupun potensi gangguan kamtibmas lainnya,” ujarnya.

Selain itu, rekayasa lalu lintas juga menjadi perhatian utama, khususnya di sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi kegiatan. Kapolda meminta agar dilakukan pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan. Ia juga menginstruksikan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai media serta penyiapan kantong-kantong parkir bagi kendaraan jamaah.

Dari sisi fasilitas, Kapolda meminta panitia bersama instansi terkait menyiapkan sarana pendukung seperti posko kesehatan, ambulans, toilet umum, tempat sampah, serta area parkir. “Bahkan agar dilakukan penambahan ambulans dan penempatan personel medis di sejumlah titik guna mempercepat penanganan keadaan darurat,” katanya.

Selain itu, fasilitas bagi penyandang disabilitas juga diminta untuk disiapkan agar seluruh jamaah dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman. Untuk pengaturan teknis di lapangan, panitia diminta melakukan penataan area kegiatan, mulai dari panggung utama, jalur VIP dan VVIP, hingga area pelaku UMKM.

“Distribusi makanan kepada jamaah juga diatur secara terencana untuk menghindari penumpukan massa,” tambahnya.

Kapolda juga menekankan pentingnya pelaksanaan simulasi atau gladi lapangan sebelum kegiatan berlangsung guna memastikan kesiapan personel dan teknis. Ia menegaskan, Haul Guru Tua bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi.

“Haul Guru Tua saat ini sudah menjadi milik kita bersama. Kita semua harus merasa memiliki, menjaga bersama, serta mengambil berkah dari kegiatan ini. Ketokohan beliau harus kita teladani,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono mengatakan rakor ini bertujuan memperkuat koordinasi antarinstansi. “Rapat koordinasi ini menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antarinstansi, sehingga pelaksanaan Haul Guru Tua ke-58 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Ia juga berharap dukungan seluruh elemen masyarakat agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik. “Kami berharap masyarakat turut berpartisipasi menjaga ketertiban serta mematuhi pengaturan yang telah disiapkan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan penuh keberkahan,” katanya.

Diketahui, rangkaian kegiatan Haul Guru Tua ke-58 akan diawali dengan Festival Raudhah pada 28 hingga 30 Maret 2026. Selanjutnya, kegiatan doa, tahlil, dan yasin akan dilaksanakan pada 31 Maret 2026. Sementara puncak peringatan Haul Guru Tua ke-58 dijadwalkan berlangsung pada 1 April 2026 sebelum Salat Dzuhur, dengan estimasi jumlah jamaah mencapai sekitar 75 ribu orang.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *