Daerah  

Wisatawan Kena Tipu di Stasiun, Dibayar Pakai Kopi

Kasus Penipuan di Stasiun Yogyakarta dan Modus Baru Permintaan Bantuan di Jakarta

Beberapa waktu terakhir, kasus penipuan dengan modus donasi untuk orang cacat dan korban bencana viral di media sosial. Salah satu kejadian yang menarik perhatian adalah saat seorang wisatawan mengaku menjadi korban scamming di sekitar Stasiun Yogyakarta pada 24 Maret 2026. Pengalaman ini kemudian diunggah oleh pengguna media sosial, menjadikannya topik yang ramai dibicarakan.

Dalam unggahannya, pengunggah menceritakan bahwa ia diminta donasi sebesar Rp 100 ribu ketika turun di Stasiun Tugu Yogyakarta. Ia juga menyebutkan bahwa pihak yang meminta donasi memberikan Barcode QRIS dari ponselnya. Setelah berdonasi, ia diberi secangkir kopi sebagai hadiah. Kejadian ini membuat pengunggah merasa tertipu, sehingga ia membagikan pengalamannya kepada publik.

Menanggapi keluhan tersebut, Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan bahwa kejadian tersebut terjadi di luar area Stasiun Yogyakarta. Menurutnya, segala bentuk kegiatan di dalam area stasiun harus mendapatkan izin dari KAI. Hal ini dilakukan untuk memastikan kegiatan tidak mengganggu penumpang serta menjaga kenyamanan para pengguna jasa KA.

Feni menambahkan bahwa meskipun kejadian tersebut terjadi di luar area stasiun, pihak keamanan telah menegur oknum yang mengaku menggalang dana. Ia juga berharap adanya sinergi dengan pihak berwenang untuk menindak aktivitas yang meresahkan pengguna jasa KA seperti yang diutarakan dalam konten tersebut.

Modus Baru Permintaan Bantuan di Jakarta

Selain kasus di Yogyakarta, ada juga laporan tentang modus baru permintaan bantuan di pinggir jalan yang membuat publik resah. Sosok pria yang viral di media sosial karena sering muncul di beberapa titik di wilayah Jakarta Selatan. Pria ini membawa kardus bertuliskan “Tolong bantu bensin pulang” dan tampak berdiri di samping sepeda motornya seolah-olah sedang kehabisan bahan bakar.

Dalam unggahan media sosial, pria tersebut sering meminta bantuan kepada pengendara yang melintas. Beberapa warga menduga aksi ini merupakan modus untuk meminta uang, karena pria tersebut muncul berulang kali di lokasi berbeda. Salah satu warganet mengaku melihat lebih dari satu orang dengan pola yang sama di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Warganet lain juga mengklaim pernah melihat pria yang sama berada di perempatan lampu merah Rawasari selama beberapa hari berturut-turut pada waktu yang hampir sama. Menurut pengakuannya, pria tersebut datang dengan pakaian yang berbeda setiap hari. Ia juga menyebutkan bahwa motor yang digunakan pria tersebut tidak pernah diisi bensin, tetapi ia bisa pulang kerumah, ganti baju, dan kembali lagi ke lokasi tersebut.

Komika Gilang Bhaskara juga memberikan respons terkait fenomena ini. Ia mengaku pernah melihat sosok serupa di kawasan Rasuna Said. Menurutnya, pria tersebut sering muncul di lokasi yang berbeda dengan alasan yang sama. Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait identitas pria tersebut maupun penjelasan soal dugaan praktik meminta-minta dengan modus kehabisan bensin.

Kesimpulan

Kasus penipuan dengan modus donasi dan permintaan bantuan di Jakarta menunjukkan bahwa masyarakat semakin waspada terhadap tindakan tidak etis yang dilakukan oleh oknum tertentu. Meski demikian, masih banyak hal yang perlu diperjelas oleh pihak berwenang agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Dengan adanya kesadaran masyarakat dan koordinasi antara instansi terkait, diharapkan dapat mencegah penipuan dan gangguan yang meresahkan pengguna jasa transportasi umum.


Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *