Kenaikan Harga Bahan Pokok di Bangkalan Jelang Lebaran Ketupat
Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Bangkalan, Madura, khususnya komoditas untuk keperluan Lebaran Ketupat mengalami kenaikan signifikan. Hal ini terlihat dari harga daging sapi yang menjadi bahan utama pembuatan menu Topak Ladeh, sajian makanan legendaris setiap momen Lebaran Ketupat di Madura.
Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan, Siti Fitria mengungkapkan bahwa harga daging sapi berkualitas baik pada H-5 Lebaran Ketupat menyentuh Rp 140 ribu per kg hingga Rp 150 ribu per kg. Sementara untuk daging sapi kualitas sedang berkisar Rp 125 ribu hingga Rp 135 per kg.
Sebelumnya, lanjut Fitri, harga daging sapi kualitas baik masih berada di kisaran Rp 120 ribu per kg hingga Rp 125 per kg. Sementara untuk daging sapi kualitas sedang berkisar Rp 110 ribu per kg hingga Rp 115 ribu per kg.
“Mulai H+1 Hari Raya Idulfitri, mayoritas harga kebutuhan pokok naik. Untuk kebutuhan Topak Ladeh, mahal parah karena banyak permintaan pasar menjelang perayaan Lebaran Ketupat,” ungkap Fitri.
Selain daging sapi, harga bahan-bahan lainnya untuk kebutuhan Topak Ladeh juga meroket. Seperti sayuran sawi yang kini menyentuh Rp 35 ribu per ikat berisi 12 helai, sebelumnya hanya Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per ikat. Apalagi buah kelapa untuk kebutuhan santan Topak Ladeh yang menyentuh Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu per butir. Stok aman, tapi kondisi ini kami prediksi akan berlangsung hingga H+8 Hari Raya Idulfitri.
Topak Ladeh: Keanggunan Cita Rasa Karya Leluhur Perempuan Bangkalan
Bangkalan dikenal sebagai kabupaten kuliner di Pulau Madura. Namun dari beragam sajian menu, ada satu kuliner khas Bangkalan yang wajib tersaji dalam setiap perayaan Lebaran Ketupat atau Telasen Topak, yakni Topak Ladeh yang disajikan pada H+7 Hari Raya Idulfitri.
Topak Ladeh adalah olahan masakan dengan bumbu lengkap atau bumbu jangkep yang direbus bersama kuah nan kental perasan air kelapa. Rebusan kuah legendaris itu akan meresap pada setiap irisan daging sapi muda, telur, jeroan sapi seperti untaian usus yang diikat dan irisan-irisan babat.
“Sajian Topak Ladeh merupakan menu wajib, disajikan saat hangat dengan irisian topak (lontong). Semua irisan daging, telur, hingga jeroan sapi teksturnya lembut saat disantap dalam kondisi hangat,” tutur ibu rumah tangga, Nur Azizah, warga Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Bangkalan.
Topak Ladeh memang terasa lebih nikmat kala disajikan saat panas atau hangat. Potongan dari untaian usus yang diikat akan meluber di mulut, citra rasa bumbu jangkep juga meresap di setiap tekstur lembut irisan daging sapi setelah selama satu malam dibiarkan menyatu dalam kuah Ladeh kaya rempah.
“Kalau di kawasan Bangkalan, Topak Ladeh biasanya banyak dijual di sekitaran alun-alun Kota. Tetapi kalau di desa, hampir sebagian besar di setiap rumah pasti memasak Topak Ladeh,” pungkasnya.
Kenaikan Harga Cabai Rawit dan Minyak
Hasil pemantauan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan terhadap Harga Eceran per Kg Barang Kebutuhan Pokok per Kg pada Selasa (24/3/2026) menunjukkan, cabai besar Rp 40 ribu hingga Rp 42 ribu per kg dan cabai rawit Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kg. Itu pantaun di Pasar Ki Lemah Duwur dan Pasar Kasorjen. Untuk daging ayam ada di kisaran Rp 45 ribu, Rp 50 ribu bahkan di Pasar Kasorjen mencapai Rp 53 ribu hingga Rp 55 ribu per kg.
Sementara pemilik toko kelontong di kawasan Pasar Jaddih, Kecamatan Socah, Bella menyatakan, harga telur saat ini cenderung turun selepas perayaan Hari Raya Idulfitri, yakni dari Rp 30 ribu per kg menjadi Rp 28 ribu per kg. Hari ini kebetulan harga telur turun tapi pasti akan naik lagi karena jelang momen Lebaran Ketupat. Minyakita harganya naik, dari Rp 17 ribu per liter ke Rp 20 ribu per liter, minyak curah juga naik dari harga Rp 19 ribu per liter menjadi Rp 22 ribu per liter.
Ia menambahkan, melambungnya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok belakangan ini berdampak terhadap menurunkan daya beli masyarakat.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”












