Jahat! Korban Prank Open House di Jakarta Bawa Bayi dari Depok

Pengalaman Menyedihkan Saat Mencoba Merasakan Suasana Lebaran

Beberapa orang memiliki harapan sederhana untuk merasakan hangatnya suasana Lebaran. Namun, bagi seorang perempuan bernama Yu, harapan itu justru berubah menjadi kekecewaan. Ia menjadi korban undangan open house yang diunggah oleh akun media sosial Threads.

Yu mengaku rela menempuh perjalanan jauh dari Depok bersama anaknya yang masih bayi, hanya untuk bisa menikmati hidangan Lebaran di lokasi open house yang disebutkan dalam undangan tersebut. Ia membagikan pengalamannya melalui unggahan di media sosial, dengan balasan yang menyatakan bahwa acara tersebut tidak sesuai harapan.

Banyak Keluarga yang Datang



Menurut Yu, ia benar-benar datang ke lokasi acara tersebut. Namun, saat tiba di tempat yang disebutkan, ia tidak menemukan tanda-tanda adanya acara seperti yang dijanjikan. Ia juga melihat beberapa orang lain yang datang dengan harapan serupa, namun akhirnya pulang dengan rasa kecewa.

“Bener kok datang, dan banyak juga beberapa yang datang. Ada yang bawa keluarga, orang tua juga, kasian,” katanya.

Pemilik Akun Aktif Balas Komentar Warganet



Yu mengatakan bahwa awalnya ia percaya undangan tersebut karena tidak menemukan komentar negatif di unggahan itu. Bahkan, pemilik akun disebut aktif membalas komentar warganet yang menyatakan ingin datang.

“Dalam pikiranku sebagai yang tidak mudik dan tidak masak menu Lebaran, ditambah di postingan itu gak ada komen negatif dan dia juga balas-balasin komentar orang yang mau datang, jadi aku pikir beneran,” ujarnya.

Ingin Merasakan Kebersamaan Saat Lebaran di Perantauan



Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mengalami kerugian materi karena menggunakan transportasi umum. Namun, rasa kecewa tetap tidak terhindarkan, terutama karena harapan yang sempat tumbuh.

“Aku sih gak ada kerugian gimana-gimana, cuma aku posting biar kalau ada yang lebih jauh mau datang, ya aku infoin. Karena yang datang juga banyak yang berharap,” ujarnya.

Lebih dari sekadar makanan, Yu mengaku momen tersebut sebenarnya tentang kebutuhan emosional keinginan untuk tidak merasa sendiri saat Lebaran di perantauan.

“Jujur iri lihat orang-orang bisa masak, bisa beli makanan Lebaran, kumpul keluarga. Jadi pas lihat postingan itu, ngerasa senang aja, akhirnya bisa ngerasain Lebaran bareng-bareng, gak kesepian,” katanya.

Prank Open House Dinilai Jahat



Yu pun mempertanyakan motif di balik unggahan tersebut yang diduga hanya berujung prank. Dia menganggap pengungah sangat jahat karena banyak memakan korban.

“Cuma mau bilang, kenapa sejahat itu sih? Banyak yang berharap saat itu bisa makan enak, termasuk aku. Kalau memang ini bikin dia senang atau terkenal, ya berhasil prank-nya. Tapi di balik itu, banyak yang kecewa,” katanya.

Sebelumnya, unggahan undangan open house yang mencatut nama Arsyad Albanjari viral di media sosial. Dalam unggahan itu, masyarakat diajak datang ke Apartemen Mediterania Palace Residence, Kemayoran, untuk menikmati hidangan Lebaran secara gratis. Uggahan tersebut memicu polemik di kalangan warganet.

Nama Arsyad Albanjari pun tengah menjadi perbincangan hangat usai diduga melakukan penipuan berkedok acara open house Lebaran Idul Fitri 2026. Kasus ini mencuat setelah unggahan viral tersebut mengundang masyarakat, khususnya yang tidak mudik, untuk datang ke acara yang disebut digelar di sebuah apartemen di Kemayoran.

“Buat siapapun di jakarta yang tidak mudik dan mau makan opor ayam, ketupat, rendang dan minum makanan lain nya edisi lebaran hari raya idul fitri, besok saya open house ya mulai jam 09:00 WIB – 23:59 WIB,” tulis akun yang mengunggah H-1 lebaran di threads dengan akun @911x_y dikutip Minggu (22/3/2026).

Pengunggah bahkan mempersilakan warganet datang mengajak keluarga, pasangan, bahkan satu RT untuk datang ke apartemennya.

“Silahkan datang mau satu rt, satu keluarga, sama pasangan sama siapapun silahkan datang!. Alamat: Apartement mediterania palace residence kemayoran jakarta pusat, tower C nanti pas sampai lobby bilang saja ke security nya minta tolong telfonin ke unit nya arsyad albanjari, sampai jumpa semuanya,” tulisnya.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *