Masalah Kesehatan yang Sering Terjadi Pasca Idulfitri dan Cara Mengatasinya
Selama menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, daya tahan tubuh sangat penting untuk dipertahankan. Tidak makan dan minum selama 12 atau 14 jam di tengah cuaca yang panas tentu tidak mudah. Kondisi kesehatan bisa berubah-ubah sepanjang masa puasa.
Banyak orang merasa semakin tidak fit pada 10 hari terakhir Ramadan. Namun, setelah Idulfitri, kondisi kesehatan juga bisa menurun. Bahkan, pasca Lebaran justru menjadi momen ketika tubuh benar-benar lemah. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor yang sering kali tidak disadari.
Jika kamu ingin lebih bugar baik selama maupun setelah berpuasa sebulan penuh, perhatikan lima hal berikut ini. Tubuh membutuhkan istirahat yang cukup agar tetap sehat.
1. Kelelahan Mudik dan Halalbihalal
Pulang ke kampung halaman dalam rangka merayakan Idulfitri bersama keluarga memang menyenangkan. Suasananya terasa hangat sekali. Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa perjalanan mudik melelahkan. Jarak yang jauh membuat rasa capek bertambah.
Setelah pulang, biasanya kamu harus kembali ke kota tempat bekerja. Perjalanan panjang ditempuh lagi. Tanpa sadar kamu mengalami kelelahan ganda. Begitu pula acara halalbihalal turut menguras energimu. Kamu mungkin harus menghadiri sejumlah acara baik di kampung halaman maupun di rantau. Kelelahan meningkat jika kamu menjadi panitia atau tuan rumah acara tersebut. Persiapan seperti menyelenggarakan hajatan juga memakan waktu dan tenaga.
2. Tidak Ada Jeda Antara Hari Terakhir Kerja vs Mudik dan Balik vs Kerja Lagi

Memang, saat hari terakhir bekerja sebelum libur Lebaran, pikiran sulit fokus. Kamu ingin segera sampai di kampung halaman. Apalagi jatah liburmu tidak terlalu panjang. Kamu harus bergegas berangkat mudik.
Pulang kerja sore hari, malamnya langsung berangkat mudik. Begitu juga saat kembali ke rantau, kamu sengaja ambil hari libur terakhir untuk waktu balik. Biar liburan di kampung halaman maksimal. Jam berangkatnya juga bisa sore hari. Kamu tiba di kota tengah malam bahkan dini hari. Di hari yang sama, kamu harus kembali bekerja. Ini artinya kamu belum beristirahat dengan cukup. Idealnya, ada jeda minimal satu hari sebelum masuk kerja, agar kamu bisa istirahat dulu.
3. Makan dan Minum Tanpa Memperhatikan Kebutuhan Tubuh

Lebaran adalah hari makan dan minum setelah berpuasa sebulan penuh. Sayangnya, ini sering diartikan sebagai makan dan minum sebebas-bebasnya. Apa saja masuk perut, termasuk makanan atau minuman yang seharusnya dipantang. Jumlahnya juga berlebihan.
Padahal, pencernaan sudah terbiasa hanya makan sedikit selama Ramadan. Pola konsumsi tidak lagi memperhatikan kebutuhan tubuh, melainkan hanya memenuhi keinginan akan rasa yang lezat. Tidak lama kemudian, gangguan kesehatan langsung terasa. Paling cepat, rasa tidak nyaman di perut dan sembelit atau justru mencret. Jika kamu memiliki darah tinggi atau diabetes, kondisinya rentan memburuk.
4. Penularan Penyakit Setelah Bertemu Banyak Orang

Lebaran identik dengan keramaian. Tidak hanya di tempat umum, tetapi juga di rumah. Keluarga berkumpul, tetangga berdatangan, dan teman-teman lama setiap anggota keluarga juga datang. Jarang sekali orang yang konsisten memakai masker atau rajin membersihkan tangan sebelum makan.
Ibaratnya, habis bersalaman dengan puluhan orang, kamu langsung mengambil makanan. Semangat bercakap-cakap bisa menyebarkan percikan ludah ke mana-mana. Penyakit seperti flu mudah menular. Ditambah rasa lelah yang bertubi-tubi, sulit untuk mempertahankan daya tubuh. Meski flu biasanya bisa sembuh sendiri atau dengan obat warung, tetap akan mengganggu aktivitas dan kualitas tidur.
5. Cuaca Ekstrem atau Pancaroba

Faktor cuaca juga berpengaruh besar pada kesehatan selama libur Idulfitri. Misalnya, ketika hari-hari biasanya hujan deras. Walaupun kamu naik mobil, pasti ada momen kehujanan. Udara dingin, tapi aktivitas tetap berjalan. Keluhan kembung, meriang, dan flu sering terdengar.
Ketika cuaca sangat panas, kamu masih harus bersilaturahmi ke sana kemari. Tubuh lebih mudah kekurangan cairan dan kesehatan pun terganggu. Demikian pula cuaca yang berubah-ubah atau pancaroba. Udara bisa sangat panas beberapa hari, lalu mendadak hujan deras dan mendung sehari. Tubuh sulit beradaptasi dengan cepat. Kamu mungkin belum jatuh sakit, tapi sudah merasa tidak enak badan.
Penurunan kondisi kesehatan pasca Idulfitri adalah sinyal untuk memperbaiki pola konsumsi dan istirahat. Merayakan Lebaran bersama keluarga memang membahagiakan. Namun, jika kamu sampai jatuh sakit, rasanya jadi tidak nyaman. Jaga kesehatanmu dengan lebih baik lagi, ya.












