Persiapan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Cirebon
Puluhan ribu jemaah diprediksi akan memadati Alun-alun Kejaksan saat pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah. Lokasi ibadah tahunan ini akan berlangsung di depan Masjid Raya At-Taqwa, yang terletak di jantung kota. Target jumlah jemaah yang hadir dalam satu titik mencapai 10 ribu orang.
Keputusan ini diambil setelah Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Cirebon menggelar rapat lintas sektoral di Kantor Kementerian Agama. Dalam rapat tersebut, berbagai instansi seperti pemerintah daerah, kepolisian, layanan kesehatan, dan lainnya dilibatkan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah.
Kasi Bimas Kemenag Kota Cirebon, Yuto Nasikin menjelaskan bahwa rapat tersebut menjadi langkah penting dalam mematangkan seluruh persiapan. “Rapat sudah kami laksanakan, yakni dalam rangka mematangkan persiapan pelaksanaan ibadah Salat Idulfitri 1447 Hijriah,” ujar Yuto saat diwawancarai.
Hasil koordinasi menyepakati bahwa Salat Id akan dipusatkan di kawasan Alun-Alun Kejaksan atau tepat di depan Masjid Raya At-Taqwa. “Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama berbagai instansi terkait, pelaksanaan salat akan dipusatkan di Alun-Alun Kejaksan atau tepat di depan Masjid Raya At-Taqwa,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam pengamanan dan kelancaran kegiatan tersebut. “Rapat persiapan tersebut melibatkan lintas sektoral, di antaranya Pemda melalui Bagian Kesra, Polresta Cirebon, Dishub, Dinkes, PMI, RRI, serta DLH,” jelas dia.
Selain lokasi, susunan petugas juga telah disepakati. Untuk imam akan dipimpin oleh KH Idham Kholid, sementara khatib dipercayakan kepada Ketua PCNU Kota Cirebon, KH Mustofa Rasjid. “Alhamdulillah sudah disepakati bersama, sebagai imam adalah KH Idham Kholid, khatib adalah Ketua PCNU, KH Mustofa Rasjid,” katanya.
Antusiasme masyarakat yang tinggi membuat panitia memprediksi jumlah jemaah mencapai 10 ribu orang. Karena itu, masyarakat diimbau datang lebih awal agar pelaksanaan ibadah tetap tertib. “Kami mengimbau kepada seluruh jemaah di wilayah Cirebon untuk bisa hadir di lokasi mulai pukul 06.00 WIB,” ujarnya.
Salat Id sendiri dijadwalkan dimulai pukul 06.30 WIB. Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Cirebon, Riana Anomsari menyebut bahwa persiapan Salat Id bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga momentum kebersamaan lintas umat. “Rapat persiapan pelaksanaan salat Idul Fitri sebenarnya momen rutin tahunan sebagai perayaan yang tidak hanya dinikmati oleh umat Muslim, tetapi juga seluruh masyarakat lintas agama di Indonesia,” ucap Riana.
Di tengah persiapan, faktor cuaca menjadi perhatian serius. Ketidakpastian kondisi alam membuat panitia menyiapkan skenario cadangan. “Cuaca saat ini sulit diprediksi; pagi bisa hujan, sore terang atau sebaliknya,” jelas dia. Ia menegaskan, dua skenario telah disiapkan untuk mengantisipasi segala kemungkinan. “Kalau cuaca cerah pelaksanaan salat Id akan dipusatkan di area terbuka. Kalau hujan, akan dialihkan ke dalam ruangan atau masjid yang telah ditentukan,” katanya.
Di sisi lain, suasana Lebaran di Cirebon sudah mulai terasa lebih awal. Ratusan warga Muhammadiyah bahkan telah lebih dulu melaksanakan Salat Id di lingkungan kampus, dengan jemaah yang membludak hingga ke ruang kelas. Fenomena itu menjadi gambaran nyata tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut hari kemenangan.
Kebersamaan, kekhidmatan dan semangat silaturahmi tampak menyatu dalam setiap saf yang terbentuk. Dengan persiapan matang dan koordinasi lintas instansi, pelaksanaan Salat Id di pusat Kota Cirebon diharapkan berlangsung khidmat, tertib dan aman, meski di tengah ancaman cuaca yang tak menentu.












