Penahanan Dua Truk Sound Horeg di Polres Demak
Dua truk sound horeg yang disewa dengan harga mencapai Rp35 juta untuk memeriahkan takbiran malam Lebaran 2026 akhirnya ditahan oleh pihak kepolisian. Penahanan ini dilakukan oleh Polres Demak hingga selesainya perayaan Idul Fitri tahun ini.
Adanya informasi tersebut dibenarkan oleh Kasat Samapta Polres Demak, AKP Setyo. Menurutnya, kedua truk tersebut diamankan oleh Satgas Gakum dan Satgas Preemtif di Dukuh Kalitekuk, Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar. Salah satu truk sound horeg disewa dengan biaya berkisar antara Rp25 juta hingga Rp35 juta.
“Saat ini yang diamankan di Polres Demak ada dua berkapasitas tinggi, itu dari Pati dan dari Blora, biaya yang kami tanyakan tadi sekitar 25 sampai 35 juta,” kata Setyo, ditemui di Pos Pam Alun-alun Demak, Kamis (19/3/2026) malam.
Larangan Penggunaan Sound Horeg Saat Takbir Mursal
Menurut Setyo, pimpinan daerah, beserta tokoh masyarakat, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Demak telah sepakat untuk melarang penggunaan sound horeg saat takbir mursal. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil rapat umum, terdapat 10 sound horeg yang rencananya akan didatangkan ke Desa Ngaluran. Namun, 6 diantaranya telah dibatalkan.
Sementara, 4 kepanitiaan dukuh masih tetap ingin mendatangkan sound horeg sehingga pihaknya bertindak tegas. “Ada 10, namun yang 4 masih kekeh untuk melaksanakan kegiatan, yang 6 sudah mengundurkan diri,” ujarnya.
Sanksi untuk Sound Horeg yang Ditangkap
Menurut Setyo, sound horeg yang ditangkap akan ditindak oleh Satgas Gakum. Namun, ia tidak merinci sanksi untuk sound horeg tersebut. Dia memastikan, truk sound horeg akan ditahan di Polres Demak hingga Idul Fitri selesai.
“Ini ditahan di Polres Demak sampai nanti Lebaran selesai,” ujarnya.
Setyo menambahkan, Desa Ngaluran menjadi daerah rawan konflik tawuran antar warga saat malam Lebaran. “Sebenarnya daerah tersebut, desa tersebut rawan sekali,” katanya.
Ia mencontohkan, pada tahun 2023 dan 2024 terjadi kericuhan yang dipicu sound horeg hingga salah satu warga meninggal dunia. “Kejadian serupa bentrok antar dukuh, pemicunya sound horeg itu sendiri, kita sweeping guna mencegah tahun 2023, 2024 yang memakan korban,” tuturnya.
Dia mempersilakan masyarakat untuk melaksanakan takbir mursal, namun masyarakat diimbau agar tidak berlebihan.
Mengenal Sound Horeg yang Kerap Viral
Dalam dunia hiburan dan acara, sound system menjadi elemen penting yang mempengaruhi pengalaman para pendengar. Salah satu jenisnya yang sempat viral beberapa waktu belakangan ini adalah sound horeg.
Terlebih biasanya sound horeg dibawa menggunakan kendaraan truk melalui parade, dirancang khusus untuk mengangkut peralatan, seperti speaker, amplifier, hingga perangkat audio lainnya, ke lokasi acara. Truk tersebut juga sering digunakan dalam berbagai jenis kegiatan, dari konser, festival, pengajian, hingga acara komunitas.
Menurut Suroso dari Breworks menjelaskan, sound horeg dikenal karena kemampuannya untuk beradaptasi dengan berbagai jenis acara. “Sound horeg itu sebenarnya audiorental yang bisa di segala medan. Kita hanya menyediakan sound system lalu disesuaikan tergantung kebutuhan penyewa,” kata dia saat ditemui Kompas.com di Jakarta, Minggu (20/10/2024).
Dalam hal teknis, sound horeg memiliki spesifikasi menarik. Misalnya, 18 subwoofer di satu truk. Sementara kendaraan atau truk tersebut tak diubah spesifikasinya, dalam artian dimensi tetap standar. Namun Mbahso, panggilan akrab dia mengakui dalam praktiknya sound horeg kerap dicap miring.
Hal tersebut tidak lepas dari kejadian-kejadian yang beredar di media sosial. “Yang kesan miring itu biasanya hanya cuplikan video yang diambil, diupload lagi, direupload lagi, jadi kesannya jadi miring,” ucap dia. “Padahal kita positif aja. Kalau mau dikecilin bisa, mau dibesarin juga bisa tergantung permintaan. Padahal kalau festival, kita juga ada penanggung jawabnya sebelum dan setelah acara,” lanjut Mbahso.
“Truk yang kita pakai pun biasa saja, tidak ada modifikasi. Paling hanya tambah besi atau terpal untuk melindungi sound saja supaya aman ketika perjalanan,” katanya.
Sound Horeg dalam Berbagai Acara
Hal serupa juga dikatakan Kholid, pengusaha sound horeg dari Malang. Ia bahkan menyebut timnya datang meramaikan pesta rakyat pelantikan Prabowo-Gibran pekan lalu tanpa dibayar sepeser pun. Padahal biasanya dia bisa mendapatkan uang sebesar Rp75 juta hingga Rp100 juta apabila ada yang ingin menyewa sound horeg miliknya.
“Kita ke sini juga diundang, cuma kita sebagai relawan sih. Gimana ya mau bilang diundang untuk meramaikan pelantikannya, cuma kita ke sini sebagai relawan, kita enggak minta sepeser pun. Kita ke sini biaya sendiri, kita patungan sendiri,” kata Kholid.












