Budaya  

Rahasia Malam Kemuliaan

Keistimewaan dan Hikmah di Balik Kebiasaan yang Tidak Terlihat

Menurut pandangan para ulama, Allah SWT menyembunyikan beberapa hal penting kepada hamba-Nya untuk suatu kebijaksanaan. Hal-hal ini dirancang agar manusia tetap menjaga ketaatan dan kesadaran akan kebesaran Tuhan.

Salah satu contohnya adalah rahmat (rida) Allah SWT yang sembunyi di antara berbagai bentuk ketaatan. Dengan demikian, hamba tidak meremehkan sedikit pun tindakan baik yang ia lakukan, karena siapa tahu melalui tindakan itu, Allah menurunkan rida-Nya. Demikian pula dengan murka-Nya yang terselip dalam berbagai maksiat. Ini membuat manusia sadar bahwa bahkan dosa kecil pun bisa memicu kemurkaan Allah.

Selain itu, Allah juga menyembunyikan jawaban (ijabah) doa di antara banyak doa yang dipanjatkan. Hal ini bertujuan agar hamba tidak malas berdoa, karena siapa tahu lewat doa sederhana, Allah mengabulkan permohonannya. Bahkan, doa seberkas pun bisa menjadi jalan menuju ijabah-Nya.

Pada hari Jumat, Allah menyembunyikan waktu mustajab. Hal ini mendorong umat Islam untuk berdoa sepanjang hari dan malam Jumat. Begitu pula dengan kehadiran para wali-Nya yang tersembunyi di antara para hamba. Ini menjadi pengingat bahwa setiap orang bisa saja menjadi kekasih Allah, sehingga kita tidak boleh menghinakan siapa pun.

Rahasia Nama-Nama Allah

Allah juga menyembunyikan nama-Nya yang paling agung (al-isme al a’zham) agar hamba selalu menyebutkan semua nama-nama-Nya yang baik (al asma al husna). Beberapa ulama berpendapat bahwa al asma al husna tersimpan dalam Al-Qur’an dan Hadits, sehingga hamba berupaya mencarinya di sana.

Dalam hal salat, Allah menyembunyikan salat al-wustha di antara lima salat fardu. Hal ini membuat hamba merasa bahwa semua salat memiliki keistimewaan. Begitu pula dengan ajal seseorang yang disembunyikan, sehingga hamba selalu siap menghadapi kematian.

Rezeki dan kiamat juga disembunyikan oleh Allah. Rezeki membuat manusia bekerja dengan sungguh-sungguh, sedangkan kiamat mendorong manusia untuk tetap taat sepanjang masa.

Malam Lailatul Qadar

Salah satu keistimewaan yang sangat diperhatikan adalah malam lailatul qadar. Rasulullah bersabda: “Intiplah malam al qadar itu pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan” (HR Bukhari dari Aisyah r.a.). Pada malam ini, ibadah lebih unggul dari seribu bulan. Malaikat dan Jibril turun dengan izin Allah untuk mengatur segala permasalahan. Malam ini juga diliputi kesejahteraan hingga terbit fajar.

Umat Islam begitu antusias memburu malam lailatul qadar. Ada beberapa tanda-tanda yang dikatakan terjadi pada malam itu, seperti udara yang cerah seakan ada rembulan, malam terasa nyaman, tidak panas dan tidak dingin; hening dan syahdu. Besoknya, matahari terbit dengan cahaya yang sendu, putih bersih dan tak menyengat.

Syekh Mutawalli Sya’rawi, seorang ulama moderat dari Mesir, berpendapat bahwa lailatul qadar tidak hanya terjadi pada satu malam tertentu. Ia bisa turun kapan saja dan di mana saja.

Interaksi dengan Al-Qur’an

Apakah jiwa Anda pernah berinteraksi dengan Al-Qur’an? Sebagai contoh, ketika Anda menghadapi ibu yang rewel dan cerewet, dan kesabaran Anda mulai hilang, tiba-tiba Anda teringat firman Allah SWT yang artinya: “jangan sekali-kali kamu mengatakan kepada kedua orangtuamu perkataan ‘ah’ dan jangan kamu membentaknya dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”.

Anda pun istigfar dan sadar. Jika hal ini terjadi, maka lailatul qadar telah turun kepada Anda. Nilai amal Anda lebih baik dari seribu bulan, meskipun terjadi di waktu ashar. Wallahualam.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *