Peresmian Gedung Prototype UPT Puskesmas Lotas di Kecamatan Kokbaun
Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kembali meresmikan gedung prototype UPT Puskesmas Lotas, yang terletak di Desa Lotas, Kecamatan Kokbaun, Kabupaten TTS. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (12/3/2026) dan berlangsung di desa paling ujung kabupaten TTS yang berbatasan dengan Kabupaten Malaka dan TTU.
Acara peresmian ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Bupati TTS didampingi Wakil Bupati TTS, Ketua Komisi IV, Dandim 1621/TTS, Ketua Pengadilan Negeri Soe, Sekda Kabupaten TTS, Staff Ahli, Asisten Sekda, Pimpinan OPD, Ketua dan Staf Ahli TP PKK, Keluarga besar Dinas Kesehatan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, tokoh perempuan dan pemuda, Camat, Kepala Desa, Kepala BPJS, serta masyarakat sekitaran desa Lotas.
Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, secara langsung meresmikan gedung tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran akan kesehatan masyarakat di Kabupaten TTS. “Hari ini kita meresmikan gedung prototype UPT Puskesmas Lotas di Kecamatan Kokbaun. Pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan sarana kesehatan merupakan investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. UPTD Puskesmas Prototype Lotas selesai dibangun pada tahun 2025 untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah Lotas, Kecamatan Kokbaun dan sekitarnya.
“Dengan memandang kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat di kecamatan kokbaun dan untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara cepat dan tepat waktu sebagai puskesmas non rawat inap, pembangunan gedung baru ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan aksessibilitas dan kualitas layanan kesehatan yang merata, bermutu dan terjangkau bagi masyarakai,” tambah Eduard.
Pesan Bupati kepada Tenaga Kesehatan
Bupati juga memberikan pesan kepada tenaga kesehatan agar melayani masyarakat dengan baik dan memberikan senyuman. Ia mendorong pelaksanaan CKG serta kerja kolaborasi baik dari tenaga kesehatan, perangkat desa maupun kelurahan untuk proaktif mendorong masyarakat mengecek kesehatan mereka. Selain itu, ia mendorong penurunan stunting di wilayah ini.
“Saya berpesan kepada para tenaga kesehatan yang ditempatkan di puskesmas ini bahwa dengan gedung yang baru harus tumbuh ‘semangat baru’, karena sarana fisik yang megah harus diimbangi dengan pelayanan yang ramah, cepat dan humanis, peningkatan budaya pelayanan (service excellent) serta proaktif dalam upaya promotif dan preventif karena kami berharap puskesmas ini mampu menjadi ujung tombak dalam menciptakan masyarakat yang sehat, sadar akan kesehatan dan mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah, bukan hanya ketika sakit tapi sebagai tempat konsultasi dan melakukan cek kesehatan secara berkala, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati karena sesungguhnya kesehatan adalah kekayaan sejati.
Profil Puskesmas Lotas
Dalam laporan pembukaan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dr. RA. Karolina Tahun, menyampaikan bahwa Puskesmas Lotas mulai beroperasi sejak tahun 2007 di desa Kol’Oto dengan model puskesmas yang lama. Seiring waktu berjalan, bangunan mulai mengalami kerusakan ringan sampai berat dan masuk dalam kategori yang tidak layak serta tidak menjamin indikator keselamatan pasien juga keselamatan petugas.
“Puskesmas Lotas memiliki wilayah sasaran enam desa dengan luas wilayah 34,3 km²; dan melayani penduduk: 3.466 jiwa. Jumlah pegawai sebanyak 39 orang,” jelasnya. Jumlah pegawai tersebut antara lain dokter gigi satu orang (ns), perawat sebanyak 16 orang, bidan sebanyak 13 orang, kesehatan masyarakat sebanyak empat orang, kesehatan lingkungan berjumlah dua orang, perawat gizi satu orang, dan san sopir ambulance satu orang.
“Adapun tenaga yang belum ada tersedia itu di UPT Puskesmas Lotas yaitu dokter umum, tenaga farmasi/apoteker, ATLM dan perawat gigi,” jelasnya. “Estimasi pendapatan kapitasi tahun 2026 sebesar Rp 160.484.471 karena ketiadaan dokter umum maka berdampak pada penurunan pendapatan kapitasi puskesmas di tahun 2026. Untuk memenuhi pelayanan di puskesmas maka saat ini Puskesmas Lotas di bantu pelayanan konsul dari dokter Puskesmas Hauhasi. Selain dana kapitasi puskesmas lotas mengelola dana bok sebesar rp. 858.100.000 di tahun 2026,” jelasnya.
Tujuan Pembangunan Gedung Prototype
Pada tahun 2024, puskesmas ini berhasil melaksanakan re-akreditasi dengan predikat madya. Adapun tujuan dari pembangunan Gedung Prototype Puskesmas Lotas adalah untuk meningkatkan aksesibilitas, kualitas pelayanan, serta memberikan kenyamanan bagi pengunjung dan tenaga kesehatan sesuai dengan standar akreditasi puskesmas.
“Berkat kerja sama dan dukungan dari kita semua maka di tahun 2025 dibangun puskesmas prototype Lotas oleh CV. Liana Jaya Mandiri dengan nilai kontrak sebesar rp.7.450.813.741 masa kerja 225 dilengkapi dua rumah dinas dengan lama pengerjaan hari kalender,” jelasnya.
Dengan adanya puskesmas prototipy ini diharapkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kecamatan Kokbaun dapat dimaksimalkan, sejalan dengan visi misi pemerintah daerah untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.
Fasilitas dan Standar Gedung
Pelaksanaan peresmian dilangsungkan dengan lancar. Masyarakat turut hadir dan ambil bagian. Gedung yang diresmikan hari ini menggunakan standar prototype yang ditetapkan Kementerian Kesehatan mencakup tata ruang yang lebih baik untuk kenyamanan pasien dan alur pelayanan yang lebih efisien, dengan fasilitas yang lebih lengkap dan representatif untuk mendukung kinerja tenaga kesehatan lingkungan yang sehat dan ramah bagi pengunjung.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."












