Daerah  

KSOP Tanjungpandan Siapkan Posko Angleb 2026, Penumpang Laut Diperkirakan Melonjak

Persiapan Angkutan Lebaran di Pelabuhan Tanjungpandan

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tanjungpandan telah menyiapkan posko angkutan Lebaran (Angleb) Idul Fitri 1447 Hijriah. Tujuan dari posko ini adalah untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik melalui jalur laut di Kabupaten Belitung.

Posko tersebut akan mulai beroperasi pada tanggal 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Kepala KSOP Kelas IV Tanjungpandan, Bambang Chandra, menjelaskan bahwa penyelenggaraan angkutan laut Lebaran ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026.

“Pelaksanaan angleb ini berdasarkan instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor 2 Tahun 2026. Hal ini juga sudah kami sampaikan kepada seluruh stakeholder terkait,” ujar Bambang Candra.

Bambang menambahkan bahwa persiapan angkutan laut Lebaran ini juga melibatkan berbagai instansi terkait melalui rapat koordinasi lintas sektor. Beberapa pihak yang terlibat antara lain:

  • PT Pelindo Regional Tanjungpandan
  • Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung
  • BMKG Tanjungpandan
  • Satpolair Polres Belitung
  • Lanal Mendanau
  • Basarnas
  • Ditpolairud Polda Bangka Belitung
  • Balai Karantina Kesehatan
  • Karantina Tumbuhan dan Hewan
  • PT Pelni
  • PT ASDP
  • Operator kapal lainnya

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penumpang pada angkutan laut Lebaran tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. “Pada tahun 2025 jumlah penumpang tercatat sebanyak 11.239 orang. Tahun 2026 diprediksi mencapai sekitar 11.463 penumpang atau naik sekitar satu hingga dua persen,” jelas Bambang.

Ia juga menyebutkan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 28 Maret 2026.

Menurutnya sejumlah armada kapal telah disiapkan untuk melayani penumpang selama periode angkutan Lebaran. Di antaranya:

  • Kapal cepat Ekspres Bahari dengan rute Tanjungpandan menuju Pangkal Balam yang memiliki kapasitas sekitar 420 penumpang.
  • KM Lawit dengan kapasitas sekitar 1.247 penumpang yang melayani rute Tanjung Batu menuju Pontianak dan Tanjung Priok.
  • KM Sawita dengan kapasitas sekitar 176 penumpang dan KM Salvia dengan kapasitas sekitar 174 penumpang yang melayani rute Tanjungpandan menuju Tanjung Priok.

Di sisi lain, terdapat sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian selama pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini, seperti keterbatasan kapasitas terminal penumpang, potensi penumpukan kendaraan di pintu masuk pelabuhan, serta keterbatasan area parkir. Namun demikian, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi bersama operator pelabuhan dan operator kapal.

“Kami sudah melakukan peninjauan langsung ke terminal penumpang untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana. Jika area parkir yang ada penuh, akan dibuka tambahan lokasi parkir di sisi lainnya,” katanya.

Selain itu, KSOP juga berkoordinasi dengan operator pelabuhan dan kapal untuk mengantisipasi keterbatasan kendaraan pengantar maupun penjemput penumpang di Dermaga 08.

Terkait keselamatan pelayaran, KSOP telah berkoordinasi dengan BMKG mengenai kondisi pasang surut air laut. “Kapal Ekspres Bahari mulai 13 hingga 30 Maret diperkirakan aman untuk sandar di Dermaga 08, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan,” ujarnya.

Namun operasional kapal cepat tersebut akan berhenti sementara pada 20 hingga 22 Maret karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, pada 14 dan 15 Maret juga terdapat program mudik gratis dari PT Ekspres Bahari dengan kuota sekitar 150 tiket per hari.

“Program mudik gratis ini sangat diminati masyarakat. Saat pendaftaran dibuka, tiket langsung habis dalam waktu sekitar satu jam,” katanya.

Untuk pengamanan di laut, sejumlah unsur seperti Satpolair, TNI AL, Basarnas, dan KSOP juga menyiapkan kapal patroli guna menjaga keselamatan pelayaran selama periode angkutan Lebaran.

Bambang menambahkan, hingga saat ini tidak ada informasi dari operator kapal terkait kenaikan tarif selama masa angkutan Lebaran. “Sejauh ini tidak ada laporan dari operator kapal mengenai kenaikan tarif selama angkutan Lebaran,” katanya.

Selain di Pelabuhan Tanjungpandan, posko angkutan Lebaran juga akan dibuka di wilayah kerja KSOP lainnya seperti Pelabuhan Tanjung Uru dan Tanjung Batu. Di Tanjung Batu, posko dibuka karena adanya program mudik gratis dari TNI AL menggunakan KRI Semarang untuk pemulangan mahasiswa.

“Informasi sementara kapal tersebut dijadwalkan tiba di Tanjung Batu pada 17 Maret sekitar pukul 05.30 pagi,” katanya.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *