Air keras memiliki sifat yang sangat berbahaya jika terkena kulit manusia. Selain bisa menyebabkan luka bakar yang parah, paparan air keras juga dapat menimbulkan rasa nyeri yang sangat hebat.
Kejadian Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis Publik
Pada Kamis malam, 12 Maret 2026, seorang aktivis publik bernama Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Kejadian ini terjadi di Jalan Salemba I, Talang, Jakarta Pusat, sekitar pukul 23.37 WIB.
Menurut kronologi yang dirilis oleh KontraS, Andrie sedang mengendarai kendaraan roda dua miliknya saat dua orang melintasi jalan dengan kendaraan yang sama. Kedua pelaku diduga merupakan pria, salah satunya mengenakan penutup wajah hitam yang menutupi sebagian wajahnya. Pelaku yang berada di bagian belakang mengarahkan air keras ke tubuh Andrie, sehingga mengenai wajah, tangan, dada, dan mata korban.
Akibat dari penyiraman tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius pada berbagai bagian tubuhnya. Menurut hasil pemeriksaan, tidak ada barang bawaan korban yang hilang atau dirampas. Setelah kejadian, Andrie langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat, khususnya pada area mata yang terkena cairan tersebut. Diperkirakan bahwa Andrie mengalami luka bakar hingga 24 persen.
Kejadian ini terjadi setelah Andrie melakukan rekaman podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) dengan tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”. Rekaman tersebut selesai sekitar pukul 23.00 WIB.
Sejarah Penggunaan Air Keras untuk Membungkam Tokoh Kritis
Ini bukan pertama kalinya air keras digunakan sebagai alat untuk membungkam tokoh kritis. Pada April 2017, Novel Baswedan, yang ketika itu adalah penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), juga menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Kejadian ini terjadi di sekitar kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, setelah pulang dari salat Subuh.
Sifat dan Bahaya Air Keras
Secara umum, air keras adalah larutan asam kuat yang pekat. Jenis-jenis air keras termasuk asam sulfat (H2SO4), asam klorida (HCl), dan asam fosfat (H3PO4). Semua jenis air keras dapat menyebabkan luka bakar, baik saat menyentuh kulit, menghirupnya, maupun meminumnya.
Jika terkena kulit, air keras dapat menyebabkan luka bakar yang parah. Saat menghirupnya, dapat terjadi erosi gigi dan iritasi saluran pernapasan. Meminum air keras juga dapat merusak mulut dan tenggorokan, bahkan menyebabkan lubang di perut. Jika mata terkena air keras, efeknya bisa berupa luka bakar, mata bengkak, nyeri, dan penglihatan kabur. Dalam kasus yang parah, paparan air keras bisa menyebabkan kebutaan.
Asam klorida, salah satu jenis air keras, mudah ditemukan di toko-toko. Namun, Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) mengklasifikasikan asam klorida sebagai zat beracun. Zat ini sangat korosif terhadap jaringan tubuh, dengan potensi kerusakan pada organ pernapasan, mata, kulit, dan usus.
Sementara itu, asam sulfat, jenis air keras yang digunakan dalam penyiraman terhadap Novel Baswedan, biasanya digunakan dalam penelitian ilmiah atau industri. Meskipun dijual bebas, asam sulfat tidak boleh digunakan sembarangan karena sifatnya yang berbahaya.
Sifat Kimia dan Dampak Air Keras pada Kulit
Air keras memiliki kandungan mineral yang tinggi, lebih besar dari jumlah normal deuterium isotop hidrogen. Ketika air hujan jatuh ke permukaan akuifer, air tersebut akan menyerap kalsium, manga, magnesium karbonat, dan mineral lainnya, sehingga berbeda dengan air biasa.
Tingkat kekerasan air ditentukan oleh jumlah kandungan mineralnya. Air dengan kadar GPG (grains per gallon) di atas 3,5 dianggap sebagai air keras. Ketika kalsium dan magnesium karbonat bertemu, mereka akan bertukar panas, yang dapat menyebabkan kegagalan dalam sistem aliran panas di tubuh.
Ketika air keras mengenai kulit, sebagian kecil mineral tertinggal. Mineral ini dapat meluluhkan kelembaban dan minyak alami dari kulit, sehingga membuat kulit menjadi kering. Selain itu, mineral dalam air keras juga bisa menyebabkan iritasi kulit dan memicu masalah kulit yang ekstrem, terutama bagi orang dengan kulit sensitif.
Selain itu, kandungan dalam air keras juga bisa menyumbat pori-pori kulit dan menyebabkan kerusakan kolagen, sehingga mempercepat penuaan kulit.
Pertolongan Pertama Saat Terkena Air Keras
Jika seseorang terkena air keras, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membasuh tubuh di bawah air mengalir untuk mengurangi bahan kimia yang masih melekat. Hal ini juga membantu mengencerkan bahan kimia tersebut. Setelah itu, tutup luka dengan plastik tipis untuk mencegah kontaminasi.
Jika luka terdapat di bagian wajah, dapat diberikan Vaseline petroleum jelly untuk melindungi kulit. Setelah melakukan pertolongan pertama, korban harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.












