Kesiapan Pemerintah dan Perusahaan Jalan Tol Menghadapi Arus Mudik Lebaran
Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan PT Jasamarga Semarang (JSB) menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi kepadatan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 1447 Hijriah. Langkah ini diambil karena posisi strategis wilayah Batang yang menjadi salah satu simpul utama perjalanan lintas Jawa.
Bupati Batang Faiz Kurniawan menjelaskan bahwa kondisi geografis daerahnya membuat wilayah ini rawan menjadi titik penumpukan kendaraan, terutama saat puncak arus mudik Lebaran. Kabupaten Batang memiliki tiga pintu keluar tol yang terintegrasi langsung dengan jalan pantura serta satu akses menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
“Pemudik yang menempuh perjalanan jauh dari Jakarta menuju Surabaya pasti akan melintasi Kabupaten Batang. Potensi kelelahan pengemudi sangat tinggi sehingga kami harus memastikan antisipasi berjalan maksimal untuk menekan risiko kecelakaan di ruas Tol Semarang–Batang,” katanya.
Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang Nasrullah menjelaskan bahwa ruas Tol Semarang–Batang membentang sepanjang 74,9 kilometer, mulai dari KM 346+100 di Batang hingga KM 420+892 di Semarang. Enam gerbang tol yang tersebar di sepanjang ruas itu meliputi Gerbang Tol Kandeman, Kalibanteng, Weleri, Kendal, Kaliwungu, dan Kalikangkung.
Berdasarkan prediksi volume kendaraan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran dengan periode kepadatan tertinggi antara pukul 03.00 WIB hingga 06.00 WIB. Sementara itu, arus balik diprediksi memuncak pada Selasa, 24 Maret 2026.
“Kami akan memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way secara bertahap mulai 17 Maret hingga 20 Maret 2026. Selain itu, pemerintah juga membatasi operasional kendaraan angkutan barang hingga 30 Maret 2026 untuk mengurangi beban jalan,” ujar Nasrullah.
PT JSB juga menyiapkan insentif berupa diskon tarif tol pada periode tertentu. Diskon akan diberikan pada 15-16 Maret 2026 untuk perjalanan arus mudik serta 26-27 Maret 2026 untuk arus balik Lebaran.
Layanan Titip Kendaraan di Kota Medan
Di Kota Medan, Wali Kota Rico Tri Putra Waas mempersilakan masyarakat yang mudik Lebaran untuk menitipkan kendaraan sepeda motor di kantor kelurahan. Kebijakan ini diambil untuk memberikan rasa aman bagi warga yang meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama.
“Boleh saja, dipersilakan untuk menitip sepeda motor di kelurahan. Bagi masyarakat yang mau menitipkan kendaraan bisa dikoordinasikan di kelurahan masing-masing,” ujar Rico Waas.
Ia meminta seluruh jajarannya, mulai dari camat, lurah, hingga kepala lingkungan, untuk memberikan pelayanan responsif kepada masyarakat. Seluruh kantor lurah akan dijadikan pusat informasi pengaduan masyarakat selama periode hari raya.
Selain itu, Rico Waas juga menginstruksikan jajaran kewilayahan untuk mendata rumah kosong guna mengantisipasi potensi pencurian maupun pembobolan selama ditinggal mudik penghuninya.
Kesiapan Transportasi dan Stok Pangan di NTT
Sementara itu di Kupang, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena memastikan kesiapan arus mudik Idul Fitri di wilayahnya berjalan aman dan lancar melalui penguatan koordinasi lintas sektor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi terkait.
“Transportasi arus mudik harus dipastikan aman, terutama transportasi laut dan udara. Kita ingin masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat terlayani dengan baik dan merasa aman,” kata Gubernur Melki usai memimpin rapat Forkopimda di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat.
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah agenda strategis, antara lain kesiapan transportasi arus mudik, ketersediaan bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), pengawasan perlintasan ilegal di wilayah perbatasan, serta pencegahan potensi konflik sosial.
Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Perhubungan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) telah melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan yang beroperasi, khususnya di Pulau Timor, guna memastikan keselamatan transportasi menjelang arus mudik.
Dari sisi ketahanan pangan, berdasarkan data Bulog, stok beras di Provinsi NTT saat ini mencapai sekitar 17.500 ton dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar tiga bulan ke depan. Sementara itu, hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT terhadap 17 jenis dan 26 komoditas kebutuhan pokok menunjukkan rata-rata ketahanan stok masih mampu memenuhi kebutuhan hingga sekitar dua bulan selama periode hari raya.
Meski demikian, beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan harga di tingkat distributor, antara lain daging sapi (2,94 persen), telur ayam (45 persen), bawang merah (14,28 persen), cabai merah besar (33,33 persen), cabai merah keriting (14,28 persen), serta cabai rawit merah (8,33 persen). Gubernur Melki memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk terus berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta Satuan Tugas Pangan Polda NTT dalam memantau perkembangan harga di pasar.
Rapat Forkopimda juga membahas langkah-langkah pencegahan konflik sosial, khususnya terkait sengketa lahan di wilayah Adonara, Kabupaten Flores Timur, serta dinamika sosial di Kabupaten Alor. Gubernur menekankan pentingnya pendekatan dialog dan mediasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap jalur perlintasan di wilayah perbatasan, khususnya di Wini, Motamasin, dan Oepoli, guna mencegah aktivitas lintas batas ilegal dari dan ke Timor Leste. “Pintu masuk resmi kita hanya beberapa, sementara jalur tidak resmi cukup banyak. Karena itu perlu pengawasan yang baik untuk mencegah perlintasan ilegal, baik orang maupun barang,” ujarnya.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”












