Peristiwa Penyiraman Air Keras terhadap Wakil Koordinator KontraS
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyerukan kepada Polri untuk segera menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Menurutnya, aksi ekstrem ini tidak dilakukan oleh aparat atau pemerintah, melainkan pihak-pihak yang ingin mengadu domba aktivis dengan pemerintah dalam situasi politik yang sensitif.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus kini telah resmi ditingkatkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan. Sahroni meminta pihak kepolisian segera mengungkap pelaku tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan seperti ini berpotensi memicu perpecahan antara aktivis dan masyarakat.
“Polisi harus cepat cari pelakunya, jangan sampai terjadi adu domba antara aktivis dan rakyat melawan pemerintah. Saya yakin dalang di balik ini bukan aparat atau pemerintah karena ini sudah sangat ekstrem,” ujarnya.
Sahroni juga menekankan pentingnya dukungan bagi korban dan pengutukan terhadap tindakan kekerasan tersebut. “Karena sekarang serangan-serangan ke pemerintah lagi banyak. Masyarakat harus bijak, dan yang terpenting, aparat keamanan harus cari pelaku secepatnya,” tambahnya.
Pelaku Diburu oleh Pihak Berwajib
Kini kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus resmi naik ke tahap penyidikan. Hal ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, yang menyatakan bahwa status perkara telah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.
Meski demikian, hingga kini penyidik masih fokus pada pencarian pelaku dan belum menetapkan tersangka. Roby menjelaskan bahwa penetapan tersangka hanya dapat dilakukan setelah perkara masuk tahap penyidikan.
“Penetapan tersangka yang harus naik sidik dulu,” katanya.
Dalam proses penyidikan, polisi saat ini menelusuri identitas pelaku yang aksinya terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara. “Identitas pelaku masih dalam penyidikan,” tutur Roby.
Foto Pelaku Beredar Hasil AI
Sebelumnya, beredar foto pelaku penyiraman air keras. Foto tersebut diunggah oleh akun bernama @Robe1807 di media sosial X (Twitter) pada Sabtu (14/3/2026). Dalam unggahannya, akun tersebut mendesak kepolisian segera menangkap pelaku yang wajahnya terlihat jelas dalam foto.
Foto yang diunggah menampilkan dua pria yang berboncengan sepeda motor. Pengendara di bagian depan terlihat mengenakan topi biru muda dan helm hitam. Sementara itu, pria yang duduk di belakang mengenakan kemeja biru lebih gelap tanpa helm. Tangan kanannya terlihat disilangkan ke dada kiri, sementara tangan kirinya tidak terlihat jelas.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, mengatakan bahwa foto yang beredar tersebut telah diproses menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Menurut dia, penggunaan AI untuk memperjelas wajah terduga pelaku justru dapat mengganggu proses penyelidikan. Sebab, bentuk wajah yang dihasilkan bisa mengaburkan ciri-ciri pelaku yang sebenarnya.
“Itu AI (artificial intelligence). Kami terganggu dengan editing foto ini karena mendistrak ciri-ciri pelaku sebenarnya,” kata Roby.
Kronologi Penyiraman Air Keras
Sebelumnya diberitakan, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam. Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.37 WIB saat Andrie mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat.
Saat melintas di lokasi, dua pelaku yang berboncengan sepeda motor diduga Honda Beat keluaran 2016 hingga 2021 mendekati korban dari arah berlawanan di Jalan Talang (Jembatan Talang). Pelaku yang berperan sebagai pengendara mengenakan kaus kombinasi putih dan biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.
Sementara itu, pelaku yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang digulung dan diduga berbahan jeans. Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh Andrie. Akibat kejadian tersebut, Andrie mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."












