Penemuan Bayi di Gerobak Nasi Uduk: Keterlibatan Sosok Misterius
Pembuangan bayi yang ditemukan di gerobak nasi uduk di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kini mulai terungkap. Awalnya, masyarakat mengira bahwa si pembuang adalah seorang anak berusia 12 tahun yang menulis surat kecil bersama bayi tersebut. Namun, kesaksian warga menunjukkan fakta yang berbeda.
Surat yang Membuat Kebingungan
Surat yang ditemukan bersama bayi berinisial AR menyatakan bahwa si penulis adalah kakak dari bayi tersebut. Dalam surat itu, sang penulis mengaku bahwa ibunya meninggal saat melahirkan dan meminta orang yang menemukan bayi untuk merawatnya. Isi surat tersebut sangat emosional dan membuat banyak orang percaya bahwa yang meninggalkan bayi adalah seorang anak.
Namun, beberapa kesaksian warga menunjukkan bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Beberapa orang mengklaim bahwa sosok yang meninggalkan bayi bukanlah anak-anak, melainkan seorang pria dewasa.
Kesaksian Warga tentang Pria Misterius
Ati (53), seorang warga setempat, mengaku melihat seorang pria melewati gang sempit di Jalan Pejaten Raya sekitar satu jam sebelum bayi ditemukan. Menurut Ati, pria tersebut membawa tas belanja hitam. Ia tidak bisa melihat wajah pria tersebut karena penglihatannya sudah menurun. Namun, ia yakin bahwa pria itu bukan anak-anak, melainkan orang dewasa.
Ati juga mengatakan bahwa pria tersebut kembali melewati rumahnya beberapa menit kemudian, namun kali ini tas hitamnya telah hilang. Ia baru menyadari hubungan antara penglihatannya dengan temuan bayi pada keesokan harinya. Ia pun mengaitkan kejadian tersebut dengan surat yang diduga ditulis oleh bocah berusia 12 tahun.
Meski demikian, kesaksian Ati sulit diverifikasi karena tidak ada kamera pengawas di area tersebut.
Pengalaman Orang Pertama yang Menemukan Bayi
Dinda (20), seorang warga Pejaten, menjadi orang pertama yang menemukan bayi perempuan di gerobak nasi uduk dekat rumahnya. Saat itu, ia sedang bermain ponsel di lantai dua rumahnya dan mendengar suara tangisan bayi. Awalnya, ia mengira suara itu berasal dari tempat lain, tetapi semakin lama suara itu semakin keras.
Setelah turun ke lantai satu, Dinda memberi tahu ayahnya dan akhirnya keluar rumah. Ketika menoleh ke kiri, ia melihat tas belanja hitam di gerobak nasi uduk milik ibunya. Setelah membuka tas tersebut, ia menemukan bayi yang sedang tertidur dalam posisi menyamping, dibungkus selimut biru dan popok bersih.
Tangan Dinda bergetar dan tubuhnya lemas seketika. Ia tak berani mengangkat bayi tersebut dan memanggil kakak serta ibunya untuk membantu. Setelah diangkat oleh kakaknya, bayi itu berhenti menangis.
Investigasi Polisi
Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, mengatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Aparat telah memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap peristiwa ini secara menyeluruh.
Lihat Foto Surat yang ditinggalkan diduga kakak bayi perempuan yang ditemukan di gerobak nasi uduk di Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”












