Kondisi Terkini Bayi Ditemukan di Grobak Pejaten Pasar Minggu

Penemuan Bayi Perempuan di Gerobak Nasi Uduk

Bayi perempuan berusia dua hari yang ditemukan telantar di sebuah gerobak nasi uduk di Jalan Pejaten Raya, kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kini diserahkan ke panti sosial balita oleh petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan. Panti tersebut adalah Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa, Cipayung, Jakarta Timur.

“Barusan kami sudah ambil dari RS (rumah sakit) karena menurut RS sudah sehat dan kami bawa ke panti balita di Cipayung,” kata Kepala Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Selatan, Bernard Tambunan, Kamis (5/3/2026).

Bayi itu sempat menjalani perawatan hingga kondisinya dinyatakan stabil oleh pihak rumah sakit. “Menurut RS sudah stabil dan boleh dibawa makanya kami bawa,” ujarnya.

Bayi tersebut selanjutnya ditempatkan di panti balita milik Dinas Sosial yang berada di wilayah Cipayung untuk mendapatkan perawatan dan pengasuhan lanjutan. Petugas Sudin Sosial Jakarta Selatan memastikan proses penanganan bayi terlantar tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pihak kesehatan, aparat wilayah, serta lembaga sosial guna menjamin keselamatan dan kesejahteraan bayi tersebut.

Awal Mula Penemuan

Bayi perempuan yang ditemukan di sebuah gerobak nasi uduk di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026) tengah menjadi sorotan publik. Kini banyak yang mempertanyakan kondisi dari bayi berusia 2 hari itu setelah ditemukan oleh warga setempat.

Bayi itu diduga ditinggalkan kakaknya, Z (12), setelah sang ibu meninggal usai melahirkan. Mulanya, seorang saksi bernama Dinda sedang berada di lantai dua rumahnya di sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Tiba-tiba ia mendengar suara tangis bayi. Suara tangis itu kian terdengar tanpa henti. Akhirnya Dinda turun ke lantai dua untuk mencari sumber suara.

Saat ia mendekat ke gerobak nasi uduk yang bertempat di depan rumahnya, suara tangis makin besar. Tampak tas belanja hitam di atas gerobak itu. Saat Dinda melihat ke dalamnya, seorang bayi perempuan dengan setelan biru terbaring dalam tangis.

“Kemudian saksi cek ke dalam tas belanja tersebut melihat seorang bayi perempuan dalam posisi miring memakai pakaian boneka beruang warna biru dan diselimuti baby blanket,” kata Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).

Lantas ia memberi tahu ibunya dan lekas membawa bayi tersebut ke dalam rumah untuk diamankan. Mereka kemudian menghubungi ketua RT setempat untuk melaporkan temuan ini. Setelah itu, ibu Dinda, Marlinah, membersihkan badan bayi itu dan mengganti popoknya. Selanjutnya bayi tersebut dibawa ke Puskesmas Pasar Minggu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Nantinya, penanganan dan perawatan akan dilakukan oleh Dinas Sosial.

Isi Surat yang Menyertai

Saat ditemukan, warga juga mendapati sebuah surat, adapun penulis yang mengaku berinisial Z menyebut dirinya berusia 12 tahun dan merupakan kakak dari bayi yang lahir pada Senin (2/3/2026). Ia juga mencantumkan nama lengkap sang adik, AR. “Adik saya lahir 2 Maret 2026,” tulisnya.

Z menjelaskan bahwa ibu mereka meninggal dunia ketika melahirkan. Karena itu, ia memohon kepada siapa pun yang menemukan bayi tersebut agar bersedia merawatnya. “Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Z ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan,” demikian bunyi surat itu.

Di bagian akhir, Z menyampaikan harapan agar adiknya dibesarkan dengan kasih sayang dan tidak mengalami masa depan seperti dirinya. “Tolong anggap seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjungi dia lagi, saya tidak mau masa depan dia seperti saya, Terima kasih,” tulisnya.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *