Kronologi suami cekik selingkuhan hingga tewas di Karawang

Kasus Pembunuhan di Karawang: Wanita Tewas Akibat Pertengkaran dengan Selingkuhan

Kasus pembunuhan yang terjadi di kawasan Karawang Jabar Industrial Estate (KJIE), Desa Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang akhirnya terungkap. Korban yang dikenal sebagai Hida Hasanah (38) tewas di tangan selingkuhannya sendiri, yaitu Bilal Islami Hamdi (24), akibat pertengkaran sengit yang berujung pada saling cekik.

Motif dari kejadian ini bermula dari hubungan asmara gelap yang terjalin antara pelaku dan korban. Pelaku yang sudah memiliki istri dan anak, merasa kesal dan terdesak karena korban terus meminta untuk segera dinikahi secara resmi. Hal ini menjadi pemicu peristiwa tragis yang mengakhiri nyawa korban.

Wakapolres Karawang, Kompol Andriyanto, menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini berjalan sangat cepat berkat kerja sama tim gabungan dari Satreskrim Polres Karawang dan Unit Reskrim Polsek Telukjambe Barat. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga pada Sabtu pagi (28/2/2026). Pada hari tersebut, sekitar pukul 08.30 WIB, pihak kepolisian menerima laporan adanya temuan mayat perempuan di saluran air wilayah KJIE.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan langsung melakukan olah TKP dan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas korban serta pelakunya. Pelaku Bilal akhirnya berhasil ditangkap pada Sabtu malam (28/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, kurang dari 24 jam sejak jasad korban ditemukan.

“Alhamdulillah, kurang dari 24 jam pelaku berhasil kami amankan berikut barang bukti,” ujar Andriyanto saat konferensi pers.

Kronologi Pembunuhan: Pertengkaran Hebat Berujung Saling Cekik

Kasat Reserse PPA dan TPPO Polres Karawang, AKP Herwit Yuanita, menjelaskan kronologi peristiwa tragis yang merenggut nyawa korban. Peristiwa itu bermula pada Jumat malam (27/2/2026) di kamar kos korban di Dusun Baregbeg, Desa Wanasari. Saat itu, pelaku mendatangi korban, namun pertemuan tersebut justru memicu cekcok hebat karena korban kembali mendesak pelaku untuk menikahinya.

Sementara itu, pelaku meminta korban bersabar karena masih terikat pernikahan sah dengan istrinya. Keduanya berujung pada pertengkaran fisik. Korban disebut menampar dan memukul pelaku, namun awalnya pelaku masih terdiam tidak membalas. Pelaku kemudian berpamitan untuk berangkat kerja, namun korban tidak mengizinkan karena permasalahan belum selesai.

Situasi makin memanas ketika korban mengancam akan meneriaki pelaku dengan sebutan “maling” jika ia berani pergi. Korban mengancam akan meneriaki maling jika pelaku pergi. Pelaku kembali menghampiri korban, namun tiba-tiba korban mencekik leher pelaku. Merasa kesal, pelaku membalas mencekik korban, dan terjadilah saling cekik antara keduanya.

Akibat pergumulan tersebut, korban jatuh lemas di lantai. Pelaku yang panik kemudian memindahkan korban ke atas kasur dan sempat meminta maaf. Namun, dalam kondisi lemas, korban yang masih diliputi emosi kembali merengkuh leher pelaku sambil melontarkan kalimat putus asa.

“Kalau mau meninggal, mending meninggal dua-duanya sekarang,” kata AKP Herwit menirukan ucapan korban saat pemeriksaan awal. Kalimat tersebut ternyata menyulut kembali emosi pelaku.

“Pelaku yang kembali terpancing emosi akhirnya mencekik korban lagi. Saat saling cekik, tiba-tiba korban tak sadarkan diri karena cekikannya berhenti. Pelaku pun menghentikan cekikannya, namun korban sudah tidak bernyawa,” tambah Herwit.

Buang Jasad Bonceng di Depan Motor

Menyadari selingkuhannya telah tewas, pelaku panik dan berusaha menghilangkan jejak. Secara nekat, ia membawa jasad korban menggunakan sepeda motor Honda Vario hitam bernopol F 6919 UBA untuk dibuang. Jasad korban dibawa pelaku menggunakan motor didudukan di bagian depan motor. Lalu dibuang di dekat saluran air di KJIE.

Atas tindakan kejinya, Bilal kini harus mendekam di balik jeruji besi. Ia dijerat dengan Pasal 458 KUHPidana tentang tindak pidana perampasan nyawa orang lain (pembunuhan), dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.


Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *