Daerah  

Jatim Terpopuler: Bupati Tuban Ganti Mobil Dinas, Pesanan Gula Kelapa Blitar Sampai Hong Kong

Berita Terpopuler di Jatim: Gula Kelapa, Keracunan Massal, dan Pengadaan Mobil Dinas

Berita terpopuler di wilayah Jawa Timur kembali menarik perhatian masyarakat. Beberapa isu penting yang muncul dalam minggu ini mencakup peningkatan permintaan gula kelapa menjelang Lebaran, insiden keracunan massal di sebuah pesantren, serta pengadaan mobil dinas baru untuk pejabat daerah. Berikut adalah rangkuman lengkapnya.

Produsen Gula Kelapa di Blitar Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran

Di Kabupaten Blitar, produsen gula kelapa mengalami lonjakan pesanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Salah satu produsen, Sulis Imroah (56), mengungkapkan bahwa produksinya meningkat drastis dibanding hari biasa. Pada masa Lebaran, produksi bisa mencapai 400 hingga 500 kilogram per hari, sedangkan pada hari biasa hanya sekitar 300 kilogram.

Sulis menjelaskan bahwa proses produksi gula kelapa masih dilakukan secara konvensional menggunakan tungku kayu. Untuk mempercepat proses, ia menambahkan gula kelapa yang sudah jadi ke dalam rebusan air nira. Hal ini memungkinkan gula kelapa siap dicetak dalam waktu 15 menit, dibandingkan proses normal yang membutuhkan enam hingga tujuh jam.

Para pekerja, sebagian besar perempuan, bekerja mulai pukul 05.00 WIB hingga 15.00 WIB selama bulan puasa. Produksi yang meningkat memberikan dampak positif bagi usaha Sulis, yang telah berdiri sejak tahun 2000.

Puluhan Santri di Jombang Diduga Keracunan Massal Usai Buka Puasa

Insiden dugaan keracunan massal menimpa puluhan santri di Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Para santri mengalami gejala seperti mual, pusing, dan bahkan pingsan setelah menyantap hidangan berbuka puasa.

Beberapa korban langsung dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Mojoagung. Azza Khoirunisa (17), salah satu santri, mengungkapkan bahwa gejala mulai muncul beberapa menit setelah mereka selesai makan. Menu yang disajikan berupa nasi rawon dengan lauk pendamping.

Azza sendiri tidak ikut menyantap hidangan karena sedang berada di luar pondok. Ketika kembali, ia menemukan teman-temannya dalam kondisi tidak sehat. Sejumlah santri yang masih kuat segera membantu mengevakuasi teman-temannya ke pendopo pondok, kemudian memanggil ambulans untuk membawa para korban ke rumah sakit.

Alasan Bupati Tuban dan Wakilnya Ganti Mobil Dinas Rp 1,8 M

Pengadaan mobil dinas baru untuk bupati dan wakil bupati Tuban menjadi sorotan tajam. Meskipun pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran, kendaraan dinas baru tersebut tetap diadakan dengan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar dari APBD Kabupaten Tuban Tahun 2026.

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, akan mendapatkan mobil listrik senilai Rp 1,2 miliar, sementara Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, mendapat mobil seharga Rp 600 juta. Anggaran untuk wakil bupati sudah direalisasikan, sedangkan untuk bupati masih dalam proses.

Kepala Diskominfo SP Tuban, Arif Handoyo, menjelaskan bahwa pengadaan mobil listrik sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Namun, jenis dan merek mobil belum diungkapkan secara rinci. Hingga saat ini, kendaraan dinas Wakil Bupati Tuban telah terealisasi dalam bentuk Kijang Innova Zenix.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *