Budaya  

Sejarah Gua Maria Sendang Ratu: Wisata Religi dengan Cerita Mistis di Wonogiri

Destinasi Ziarah Katolik di Gua Maria Sendang Ratu Kenya

Gua Maria Sendang Ratu Kenya atau yang dikenal juga sebagai Sendang Growong berada di Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Lokasi ini kini menjadi tempat ziarah bagi umat Katolik. Dari Kota Solo, jaraknya sekitar 68 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih dua jam menggunakan kendaraan pribadi. Akses ke lokasi ini cukup mudah, baik untuk peziarah yang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Sebelum menjadi tempat ziarah, gua ini dikenal angker dan diyakini dihuni makhluk gaib bernama Setan Besil. Keangkeran tersebut membuat masyarakat sekitar enggan mendekat. Namun, kepercayaan ini berubah setelah dilaksanakannya Doa Novena Sembilan Hari yang dipimpin oleh Petrus Suhirman. Doa ini melibatkan 12 warga Katolik dan calon baptis, serta menggunakan alat seperti rosario, gambar Bunda Maria, dan obor berbentuk salib dengan lima sumbu sebagai simbol penderitaan Tuhan Yesus di Kayu Salib.

Kegiatan doa dilakukan setiap malam pukul 19.00 WIB selama sembilan hari berturut-turut. Pada hari ketujuh, para peserta menyaksikan mukjizat berupa bola api sebesar periuk yang muncul dari pohon unut di gua, diiringi suara jerit dan rintihan misterius. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa gua ini berhasil diusir dari pengaruh makhluk halus.

Pengembangan Kompleks Gua

Pengembangan kompleks gua dimulai pada tahun 1980. Meskipun gua sendiri merupakan gua buatan, tata ruang dan penataan yang asri membuatnya nyaman dan menarik. Berbagai tanaman menghiasi area gua, memberikan suasana sejuk dan teduh meski berada di daerah kering dan gersang.

Selain gua utama, terdapat beberapa tempat berdoa tambahan, antara lain:
* Salib Millennium, yang terletak di sisi kanan gua.
* Patung Pieta, yang menampilkan Sang Bunda Maria memeluk Yesus.
* Bekas lilin yang menyala menunjukkan bahwa tempat-tempat tersebut sering digunakan untuk doa dan refleksi spiritual.

Suasana Damai dan Nyaman

Kompleks gua dikelilingi oleh pohon-pohon besar yang rindang dan lereng perbukitan yang dibiarkan berhutan. Suasana sejuk dan tenang ini membuat peziarah merasa nyaman dan betah berlama-lama, memberikan pengalaman spiritual yang damai.

Cerita Mistis dari Masyarakat Sekitar

Masyarakat setempat mengenal Gua Maria Sendang Ratu Kenya sebagai Sendang Growong karena guanya yang besar. Sebelum dijadikan tempat ziarah, gua ini dianggap sarang makhluk halus yang dapat mengganggu warga. Beberapa cerita dari warga tua menyebutkan bahwa orang yang mencari rumput di sekitar gua akan mudah sakit, dan hewan yang memakan rumput dari area ini biasanya mati.

Kepercayaan ini berubah setelah doa Novena Sembilan Hari yang dipimpin oleh Petrus Suhirman. Saat kegiatan doa berlangsung, peserta berjalan berarak menuju gua dengan urutan: gambar Bunda Maria, obor, calon baptis, umat yang sudah dibaptis, dan pemimpin doa. Mereka memanjatkan doa dengan ujub untuk mengusir makhluk halus, dan juga berkesempatan menyampaikan doa spontan.

Mukjizat yang muncul pada hari ketujuh berupa bola api besar yang meninggalkan gua ke arah selatan dan barat, diiringi suara rintihan mistis, menjadi saksi perubahan gua dari tempat angker menjadi lokasi ziarah yang aman.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *