Pemandangan Berbeda di Jumpa Pers PSM Makassar
Pada sesi jumpa pers usai kekalahan PSM Makassar dari Persita Tangerang di Stadion BJ Habibie, Senin (2/3/2026), terjadi pemandangan yang berbeda dibandingkan dengan laga-laga sebelumnya. Pelatih kepala PSM, Tomas Trucha, tidak hadir dan hanya mengutus asisten pelatihnya, Ahmad Amiruddin, untuk menyampaikan pernyataan.
Amiruddin didampingi oleh Rizky Eka Pratama, dan sesi jumpa pers dimulai sekitar pukul 0.15 Wita, Selasa (3/3/2026). Hal ini dikarenakan sejumlah pemain PSM Makassar sempat dihadang oleh suporter yang masuk ke lapangan setelah pertandingan berakhir.
Tidak ada pernyataan resmi apakah Tomas Trucha akan mundur dari jabatannya sebagai pelatih PSM Makassar. Namun, Amiruddin menyampaikan permohonan maaf atas rentetan hasil buruk yang dialami tim. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan membela diri atau melindungi pemain.
Performa Tim Tidak Sesuai Harapan
Amiruddin mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan besar antara performa tim saat sesi latihan dengan realita di lapangan. Ia mengaku tidak tahu alasan mengapa skuad Juku Eja belum berhasil meraih kemenangan hingga saat ini.
“Kami sedang mencari tahu mengapa performa kami ketika di latihan dan pertandingan jauh berbeda. Setiap kali berlatih, kami melakukan analisis semuanya dan merasa yakin bahwa kami akan tampil baik di pertandingan,” ujarnya.
Meskipun tim berhasil mencetak gol dalam pertandingan ini, Amiruddin mengakui bahwa kebobolan empat gol membuat tim kecewa. “Yang kami butuhkan sekarang adalah poin, tapi apa yang terjadi hari ini, kami bersyukur karena ada progres,” tambahnya.
Menanggapi kemarahan suporter, Amiruddin mengatakan bahwa ia tidak akan mencari pembelaan. Menurutnya, kritikan dari suporter adalah hal yang wajar di tengah kondisi tim yang kurang baik saat ini.
“Silahkan suporter menyalahkan kami, itu wajar karena memang kami kalah,” ujarnya.
Kekhawatiran tentang Degradasi
Amiruddin juga menyampaikan kekhawatirannya agar PSM Makassar tidak sampai mengalami degradasi. Ia menegaskan bahwa pemain, official, dan manajemen telah berusaha keras, tetapi hingga saat ini mereka masih gagal meraih kemenangan.
“Insyaa Allah kami akan berjuang, kami tidak mau sampai degradasi. Itu akan tercatat di bukunya PSM bahwa kami dalam skuad yang bikin degradasi,” ujarnya.
Sementara itu, Rizky Eka Pratama tampak sangat sedih atas kekalahan PSM Makassar dari Persita Tangerang di kandang sendiri. Rezky terlihat kesal saat menjelaskan performa timnya.
“Saya pribadi mewakili teman-teman minta maaf, ini bukan hasil yang kami inginkan. Percayalah kita tidak ingin PSM sampai kenapa-kenapa (degradasi), di setiap pertandingan saya selalu berusaha tapi nyatanya lagi dan lagi kami kalah,” katanya.
Suporter Masuk Lapangan
Kekecewaan suporter PSM Makassar terhadap hasil pertandingan ini sangat besar. Setelah peluit akhir ditiupkan, sejumlah suporter memasuki lapangan dan menghadang pemain yang hendak masuk ruang ganti.
Hanya pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, yang berhasil masuk ke dalam ruang ganti. Kurang lebih 25 menit pemain Juku Eja ditahan oleh ratusan suporter yang memasuki lapangan.
“Kalian janji untuk menang di kandang hari ini, tapi kalian bermain tidak seperti di kandang, apa yang kalian lakukan,” teriak suporter kepada pemain PSM.
Suporter mengaku tidak rela melihat tim kesayangan Juku Eja terpuruk di papan bawah klasemen sementara. Menurut mereka, pemain PSM Makassar tidak memperlihatkan Siri’ Na Pacce.
“Di mana Siri Na Paccenu, kita PSM kita tidak pantas berada di papan bawah apalagi degradasi,” ungkap suporter.












