Sutradara Iran yang Layak Dikenal Selain Asghar Fahadi
Iran dikenal sebagai salah satu pusat perfilman arthouse dengan komentar sosial yang kuat. Meski banyak orang mengenal Asghar Fahadi, sutradara yang beberapa kali mewakili Iran di Academy Awards, masih ada banyak nama lain yang layak diperhatikan. Berikut adalah beberapa sutradara Iran yang memiliki kontribusi signifis dalam dunia film.
1. Majid Majidi, Sutradara Film yang Mengharu Biru
Majid Majidi adalah sosok di balik film fenomenal Children of Heaven (1997) yang sering diputar di televisi saat liburan. Ia juga menciptakan beberapa film brilian seperti Baran (2001), The Color of Paradise (1999), dan Sun Children (2020). Ciri khasnya adalah mengusung genre melodrama dan sering menggunakan perspektif anak-anak.
2. Abbas Kiarostami, Pelopor Film Minimalis
Meskipun tidak pernah masuk Oscar, Abbas Kiarostami adalah sutradara langganan Cannes Film Festival. Ia bahkan pernah meraih Palme d’Or lewat film Taste of Cherry (1997). Karya-karyanya tergolong life-affirming, membuat penonton semangat melanjutkan hidup. Beberapa judul terbaiknya antara lain Where Is the Friend’s House? (1987), Close-Up (1990), dan Through the Olive Trees (1994).

3. Jafar Panahi, Sutradara yang Kritis
Jafar Panahi sering disebut sebagai titisan Abbas Kiarostami. Namun, ia memiliki ciri khas yang membuat kariernya melejit. Ia lebih berani menyampaikan kritik pedas terhadap pemerintah dan masyarakat. Beberapa film terkenalnya antara lain Crimson Gold (2003), No Bears (2022), dan Taxi (2015). Pada Cannes Film Festival 2026, ia diganjar Palme d’Or lewat film It Was Just Accident.

4. Mohammad Rasoulof, Kritik Tajam dalam Sinema
Mohammad Rasoulof dikenal sebagai sahabat karib Jafar Panahi. Ia tidak ragu menyampaikan kritik tajam terhadap pemerintahan dan sosial Iran. Film-filmnya seperti Goodbye (2011), A Man of Integrity (2017), dan There is No Evil (2020) mengkritik efektivitas hukuman mati dan kebijakan wajib militer.

5. Bahman Ghobadi, Suara untuk Nasib Etnik Kurdi
Bahman Ghobadi adalah sutradara yang setia mengangkat nasib etnik Kurdi di Iran. Film-filmnya seperti A Time for Drunken Horses (2000), Marooned in Iraq (2002), dan Turtles Can Fly (2004) seringkali menyentuh hati penonton. Hampir semua filmnya memiliki nuansa getir dan menyedihkan.

6. Samira Makhmalbaf, Sutradara Perempuan yang Langka
Samira Makhmalbaf adalah salah satu dari sedikit sutradara perempuan asal Iran. Lahir dari ayah yang juga seorang sutradara, Mohsen Makhmalbaf, ia mulai menunjukkan bakatnya sejak kecil. Film debutnya, The Apple (1998), menceritakan dua saudari yang dikurung oleh orangtuanya selama belasan tahun. Ia kemudian meluncurkan film-film lain seperti Blackboards (2000) dan At Five in the Afternoon (2005).

Daftar ini hanya sebagian kecil dari sutradara Iran yang aktif dalam industri film. Keenam sutradara tersebut menawarkan perspektif unik dan penting dalam sejarah perfilman Iran. Mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di negara tersebut.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”












