Daerah  

Ratusan Warga Bangkalan Berangkat Umrah di Tengah Perang, Kemenhaj: Kondisi Tak Menentu

Ratusan Warga Bangkalan Sedang Melaksanakan Ibadah Umrah di Arab Saudi

Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat konflik antara AS-Israel dan Iran, ratusan warga Bangkalan, Madura, dilaporkan sedang menjalani ibadah umrah di Arab Saudi. Mereka berasal dari berbagai biro perjalanan haji dan umrah yang telah mengajukan pemberangkatan sebelum eskalasi konflik terjadi.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bangkalan, Arif Rochman, menyampaikan bahwa pemerintah pusat melalui Kemenhaj RI telah memberikan imbauan kepada seluruh jemaah umrah untuk menjaga komunikasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh. Hal ini dilakukan sebagai upaya memastikan keamanan dan kelancaran pelaksanaan ibadah serta proses kepulangan para jemaah.

“Kondisi saat ini tidak menentu, tetapi informasi yang kami terima menunjukkan bahwa pelaksanaan ibadah umrah di Arab Saudi masih berjalan lancar,” ujar Arif.

Berdasarkan laporan yang masuk ke Kemenhaj Bangkalan dari berbagai biro travel, diperkirakan sekitar 380 warga Bangkalan sedang menjalani ibadah umrah di Arab Saudi atau dalam proses persiapan kembali ke Tanah Air. Namun, jumlah tersebut bisa saja bertambah karena banyak biro travel yang tidak wajib melaporkan secara langsung ke Kemenhaj setempat. Data jemaah umrah lebih lanjut diinputkan secara nasional melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji (SISKOPATUH) Kementerian Agama RI.

Pemantauan Jemaah Umrah Secara Nasional

Menurut Arif, data yang tersimpan di SISKOPATUH menunjukkan bahwa sekitar 58.873 jemaah umrah Indonesia saat ini masih berada di Arab Saudi. Pemerintah terus memastikan kondisi jemaah melalui koordinasi intensif dengan perwakilan dan otoritas setempat.

Selain itu, beberapa biro travel juga melaporkan adanya 10 jemaah umrah Bangkalan yang sedang dalam proses kepulangan. “Hari ini mereka berangkat, insyaallah besok sampai di Indonesia. Ada juga puluhan calon jemaah yang akan bertolak ke Arab Saudi pada pertengahan Maret hingga akhir Maret,” tambah Arif.

Antisipasi Perubahan Rute dan Penundaan Jadwal Penerbangan

Eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran dalam sepekan terakhir memicu kekhawatiran di kawasan Timur Tengah. Beberapa negara seperti Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Kuwait telah melakukan pembatasan penerbangan sebagai langkah antisipatif. Bahkan, pangkalan militer AS di beberapa negara kawasan menjadi sasaran serangan balasan dari Iran.

Dalam situasi ini, Kedubes RI di Riyadh telah memberikan imbauan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi. Imbauan tersebut antara lain meminta agar WNI tetap tenang, tidak panik, dan menunda perjalanan yang tidak mendesak. Bagi WNI yang memiliki rencana penerbangan, disarankan untuk segera menghubungi maskapai penerbangan guna memperoleh informasi terkini tentang status penerbangan.

Arif menekankan, beberapa penerbangan menuju dan dari Arab Saudi berpotensi mengalami penundaan atau pembatalan. Oleh karena itu, jemaah diminta untuk memantau status penerbangan secara berkala sebelum berangkat ke bandara.

PPIU Tidak Bisa Membatalkan Umrah Tanpa Edaran Resmi

Dalam siaran persnya tanggal 28 Februari 2026, Kemenhaj RI menyatakan bahwa eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju Arab Saudi. Beberapa maskapai dilaporkan melakukan perubahan rute maupun penundaan jadwal penerbangan sebagai langkah antisipatif.

Pemilik Betravel Bangkalan, Bahri, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjadwalkan pemberangkatan pada 26 Maret 2026 sebanyak 75 orang untuk umrah selama 12 hari. Selain itu, ada juga pemberangkatan 31 Maret 2026 sebanyak 30 orang.

“Kami selaku travel tidak bisa semena-mena membatalkan. Termasuk ada edaran dari pemerintah soal penundaan pemberangkatan, tapi kami tidak bisa melakukan pembatalan tanpa ada pengumuman resmi dari pihak maskapai,” ujar Bahri.


Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *