Budaya  

Sholat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Bulan Ramadhan: Niat, Cara, dan Waktu

Fenomena Gerhana Bulan Total pada Tanggal 3 Maret 2026

Pada Selasa, 3 Maret 2026, masyarakat Nusantara akan menyaksikan fenomena alam yang istimewa, yaitu Gerhana Bulan Total. Peristiwa ini diprediksi terjadi tepat pada malam ke-14 bulan suci Ramadan 1447 H, saat fase purnama sempurna. Fenomena ini memiliki makna spiritual yang dalam bagi umat Islam.

Dalam pandangan agama Islam, gerhana bulan adalah salah satu tanda kebesaran Allah SWT yang ditujukan untuk memperkuat iman dan rasa takut kepada Sang Pencipta. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan momen ini dengan melakukan berbagai amalan seperti sholat sunnah gerhana (Khusuf al-Qamar), zikir, serta sedekah sebagai bentuk refleksi atas kekuasaan-Nya yang tidak terbatas.

Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani, dalam kitab Nihayatuz Zain, hukum melaksanakan shalat khusuf adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan. Pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan shalat sunnah biasanya. Ada tiga tingkatan dalam pelaksanaan shalat gerhana:

  • Tingkatan minimal: dua rakaat sebagaimana shalat sunnah Zuhur.
  • Tingkatan pertengahan: dua kali rukuk dan dua kali sujud.
  • Tingkatan sempurna: setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat-surat panjang sesuai kemampuan, misalnya Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, dan Al-Ma’idah atau seukuran itu. Rukuk dan sujudnya pun dilakukan sesuai panjang bacaan surat tersebut.

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Total

Sholat gerhana bulan dapat dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendirian (munfarid), mulai dari awal dimulainya gerhana hingga bulan kembali bersinar terang. Berikut tata cara pelaksanaan shalat khusuf tingkat pertengahan:

  1. Niat shalat gerhana yang dibarengi dengan takbiratul ihram.
  2. Lafal niat: “Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.”
  3. Artinya: “Saya niat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT.”

  4. Membaca doa Iftitah.

  5. Membaca Ta’awudz dan Al-Fatihah.

  6. Membaca surat Al-Qur’an dengan jahr (lantang).

  7. Rukuk pertama (lama).

  8. Bangkit dari ruku (I‘tidal).

  9. Membaca surat Al-Fatihah kembali.

  10. Membaca surat yang lebih pendek dari surat pada poin 4.

  11. Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama).

  12. Bangkit dari ruku (I‘tidal).

  13. Sujud pertama.

  14. Duduk di antara dua sujud.

  15. Sujud kedua.

Setelah itu, berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua dengan tata cara yang sama seperti rakaat pertama. Namun, bacaan suratnya lebih pendek daripada bacaan pada rakaat pertama. Setelah itu, dilanjutkan dengan melakukan tasyahud akhir dan ditutup dengan salam.

Waktu Pelaksanaan Sholat Gerhana Bulan Total

Sholat gerhana Bulan Total tanggal 3 Maret 2026 dilaksanakan selama terjadinya gerhana sampai usai gerhana. Orang yang dapat mengerjakan sholat gerhana adalah mereka yang mengalami gerhana atau berada di kawasan yang dilintasi gerhana. Sementara bagi mereka yang kawasannya tidak dilintasi gerhana, tidak perlu mengerjakan sholat gerhana.

Berikut urutan terjadi Gerhana Bulan Total pada Selasa, 3 Maret 2026:

  • Fase Gerhana Sebagian Mulai:
  • WIT: 18:50
  • WITA: 17:50
  • WIB: 16:50
  • Fase Gerhana Total Mulai:
  • WIT: 20:04
  • WITA: 19:04
  • WIB: 18:04
  • Fase Puncak Gerhana:
  • WIT: 20:33
  • WITA: 19:33
  • WIB: 18:33
  • Fase Gerhana Total Berakhir:
  • WIT: 21:02
  • WITA: 20:02
  • WIB: 19:02
  • Fase Gerhana Sebagian Berakhir:
  • WIT: 22:17
  • WITA: 21:17
  • WIB: 20:17

Dasar Hukum Pelaksanaan Sholat Gerhana

Dasar melaksanakan sholat gerhana berasal dari hadis Aisyah riwayat an-Nasai:

“Dari ‘Aisyah (diriwayatkan) ia berkata: Pernah terjadi gerhana Matahari lalu Rasulullah saw memerintahkan seseorang menyerukan aş-salātu jämi’ah. Kemudian orang-orang berkumpul, lalu Rasulullah saw salat mengimami mereka. Beliau bertakbir….., kemudian membaca tasyahhud, kemudian mengucapkan salam. Sesudah itu beliau berdiri di hadapan jamaah, lalu bertahmid dan memuji Allah, kemudian bersabda: Sesungguhnya Matahari dan Bulan tidak mengalami gerhana karena mati atau hidupnya seseorang, akan tetapi keduanya adalah dua dari tanda-tanda kebesaran Allah. Oleh karena itu apabila yang mana pun atau salah satunya mengalami gerhana, maka segeralah kembali kepada Allah dengan zikir melalui salat [HR. an-Nasai].”

Hadis lain dari riwayat Muslim juga menjelaskan bahwa Rasulullah saw pernah melakukan sholat gerhana dengan empat rakaat dan empat sujud. Dengan demikian, tata cara shalat Khusuf atau gerhana bulan itu pada dasarnya adalah sama seperti shalat sunnah pada umumnya. Perbedaannya terletak pada jumlah rukuk dan sujud yang dilakukan di setiap rakaatnya. Wallahu a‘lam.

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *