Daerah  

Tujuan Favorit, 38,71 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jawa Tengah

Jawa Tengah Siapkan Berbagai Layanan untuk Arus Mudik Lebaran 2026

Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu destinasi utama bagi pemudik pada perayaan Lebaran tahun ini. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), diperkirakan sebanyak 38,71 juta orang akan kembali ke kampung halaman mereka di Jawa Tengah. Untuk memastikan kelancaran arus mudik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai layanan dan langkah pencegahan.

Inspeksi Keselamatan Kendaraan Umum

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan inspeksi keselamatan atau ramp check terhadap kendaraan umum. Ini mencakup bus umum, armada mudik gratis yang disediakan oleh Pemprov Jateng, Terminal Tipe B yang dikelola provinsi, serta Terminal Tipe A yang dikelola pemerintah pusat. Selain itu, pemeriksaan juga akan diperluas ke titik rawan kecelakaan dan kawasan wisata.

“Ramp check dilakukan H-1 sebelum keberangkatan. Misalnya, jika kendaraan berangkat pada 28 Maret, maka akan dicek pada 27 Maret,” kata Arief. “Jika tidak laik, pasti tidak boleh jalan.”

Pembukaan Posko Lebaran yang Lebih Lama

Untuk memaksimalkan layanan, Dishub Jateng akan membuka posko Lebaran selama 18 hari, mulai dari H-8 (13 Maret) hingga H+7 (30 Maret 2026). Selama operasi tersebut, petugas akan mengantisipasi puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 14 dan 17 Maret 2026.

Beberapa titik rawan kemacetan akan dipantau melalui CCTV, antara lain di Pasar Gombong (Kebumen), jalur utama Simpang Ketanggungan (Brebes), Simpang Lingkar Bumiayu (Brebes), Simpang Wangon (Banyumas), Simpang Buntu (Banyumas), Bayeman–Kabupaten Purbalingga, Simpang Bawen (Kabupaten Semarang), Exit Tol Prambanan (Klaten), kawasan wisata Bandungan (Kabupaten Semarang), dan Simpang Dieng (Kabupaten Banjarnegara).

Selain memantau kepadatan lalu lintas, proses pemantauan juga akan mencakup kondisi cuaca, mengingat curah hujan di sejumlah wilayah Jawa Tengah masih tinggi. Dishub telah berkoordinasi dengan DPUPR untuk memastikan kesiapan jalan provinsi. Akses CCTV daring nantinya dapat diakses oleh pemudik untuk memantau kondisi lalu lintas dan kesiapan infrastruktur jalan.

Perbedaan Angka Survei

Meski menyatakan kesiapannya, terdapat perbedaan angka survei jumlah pemudik antara Kemenhub dengan Dishub Jateng. Arief menyatakan bahwa angka 38,71 juta pemudik merupakan hasil survei nasional oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub. Sebaliknya, pihaknya secara internal memprediksi hanya separuh dari angka itu, yaitu sekitar 17,7 juta orang akan melintas dan masuk ke Jateng.

Prediksi tersebut menjadi dasar langkah antisipasi, untuk mengoptimalkan layanan. Menurut data Kemenhub, lebih dari 40 persen pemudik menjadikan Jawa Tengah sebagai tujuan utama. Rilis Kemenhub juga menunjukkan bahwa pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat (30,97 juta orang), diikuti DKI Jakarta (19,93 juta orang), dan Jawa Timur (17,12 juta orang).

Sebaliknya, wilayah yang menjadi tujuan mudik paling banyak mengarah ke Jawa Tengah (38,71 juta orang), disusul Jawa Timur (27,29 juta), dan Jawa Barat (25,09 juta).

Moda Transportasi yang Dominan Digunakan

Berdasarkan survei BKT Kemenhub, moda transportasi yang paling dominan digunakan adalah mobil pribadi (76,24 juta orang), sepeda motor (24,08 juta orang), dan bus (23,34 juta orang). Pengguna mobil mayoritas memilih jalan tol (50,63 juta orang), sedangkan pengguna sepeda motor cenderung melalui jalur alternatif nonutama (8,65 juta orang).

Ramp Check di Terminal Banyuputih

Untuk memastikan arus mudik Lebaran 2026 berjalan lancar, Dishub Kabupaten Batang melakukan ramp check di Terminal Banyuputih, Kabupaten Batang, Kamis (26/2/2026). Kepala Bidang Teknik Sarana Dishub Batang, Moh Kholip, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub dalam rangka persiapan angkutan Lebaran 2026.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas gabungan dari Dishub Batang, Satlantas Polres Batang, dan Jasa Raharja memeriksa dua aspek utama, administrasi dan teknis. Dari sisi administrasi, kelengkapan seperti SIM dan STNK, Kartu Uji KIR, Kartu Pengawasan, hingga dokumen Jasa Raharja diperiksa satu per satu.

Sementara pada aspek teknis, pengecekan dilakukan secara visual terhadap kondisi kendaraan, mulai dari ketebalan ban, fungsi lampu, hingga kelengkapan alat keselamatan seperti alat pemadam api ringan (APAR), kotak P3K, dan pemecah kaca. Beberapa temuan memang masih dijumpai, seperti APAR yang perlu diganti. Namun, menurut Kholip, temuan tersebut tidak bersifat fatal.

“Kami minta segera diperbaiki sebelum berangkat. Kalau ada kerusakan fatal seperti ban gundul atau komponen tak memenuhi standar, kendaraan tidak akan diizinkan beroperasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kanit Kamsel Satlantas Polres Batang, Iptu Reno Akhir Santoso, menyebut kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan Operasi Ketupat Candi 2026. “Secara umum kondisi kendaraan cukup baik. Ada beberapa catatan kecil, tapi tidak fatal,” kata Reno.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *