Budaya  

Pasar Tawangmangu: 5 Makanan Tradisional Wajib Coba untuk Takjil

Pasar Tawangmangu: Destinasi Wisata yang Menyajikan Keunikan Kuliner Tradisional

Pasar Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menjadi salah satu tempat wisata yang sangat diminati oleh banyak orang. Nuansa klasik dan lokasi yang berada di kawasan pegunungan membuat pasar ini menarik untuk dikunjungi. Selain itu, jaraknya yang hanya sekitar 39 kilometer dari Kota Solo dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 10 menit membuatnya mudah diakses.

Pasar ini tidak hanya dikenal sebagai tempat belanja sayur segar dan tanaman hias, tetapi juga sebagai surga kuliner tradisional. Banyak pengunjung datang khusus untuk mencicipi aneka jajanan khas Tawangmangu yang masih menjaga keaslian rasanya. Udara dingin yang khas di kawasan ini justru menambah kesan nikmat saat menikmati makanan.

Berikut beberapa kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Pasar Tawangmangu:

  • Lenjongan, Jajanan Tradisional yang Lengkap



    Salah satu kuliner yang paling mudah ditemukan di Pasar Tawangmangu adalah lenjongan. Sajian ini berupa aneka jajanan pasar tradisional yang disusun dalam satu porsi. Isinya beragam, mulai dari gendar, klepon, sawut, jongkong, gatot, getuk, tiwul, cenik, ketan hitam, ketan putih, hingga grontol. Semua jajanan tersebut disiram sirup gula merah atau ditaburi gula pasir dan parutan kelapa. Perpaduan rasa manis dan gurihnya membuat lenjongan digemari wisatawan lintas usia, terutama mereka yang rindu cita rasa jajanan tradisional khas Jawa.

  • Molen Mini yang Renyah dan Manis



    Di sekitar Pasar Tawangmangu, pengunjung juga mudah menemukan pedagang molen pisang. Namun yang khas di sini adalah molen mini. Ukurannya lebih kecil dibanding molen pada umumnya, sehingga pas disantap sebagai camilan ringan. Molen mini khas Tawangmangu biasanya disajikan dengan taburan gula halus, menambah rasa manis dan tekstur renyah. Banyak wisatawan membeli molen mini untuk dinikmati langsung atau dijadikan teman minum teh hangat.

  • Sego Gablok, Kuliner Hangat Favorit Wisatawan

    Di sore hari, kawasan depan Pasar Tawangmangu menjadi tempat berburu sego gablok. Kuliner ini berupa nasi uduk yang dimasak ulang dengan cara dikukus dan dibungkus daun pisang, sehingga aromanya semakin harum. Sego gablok biasanya disajikan dengan gadon, yakni daging ayam cincang yang dicampur telur dan santan berbumbu. Alternatif lainnya adalah bongko, pepes dari kacang tunggak atau kacang tolo. Dengan harga sekitar Rp6.000 per porsi, sego gablok menjadi pilihan favorit untuk menghangatkan badan di tengah sejuknya udara Tawangmangu.

  • Sagon, Camilan Khas Rasa Kelapa

    Bagi pencinta jajanan tradisional kering, sagon menjadi kuliner yang tak boleh dilewatkan. Kue berbahan dasar kelapa ini memiliki rasa khas perpaduan manis dan gurih. Penjual sagon biasanya mangkal di sekitar pintu masuk Pasar Tawangmangu, dekat tangga menuju lantai atas. Banyak wisatawan membeli sagon sebagai oleh-oleh karena tahan lama dan mudah dibawa.

  • Jadah dan Wajik, Oleh-oleh Khas Tawangmangu



    Jadah dan wajik menjadi dua kuliner berbahan ketan yang paling mudah ditemukan di Pasar Tawangmangu. Teksturnya legit dengan cita rasa manis yang khas, membuat keduanya sering dijadikan buah tangan setelah berwisata. Tak sedikit wisatawan yang membeli jadah dan wajik dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada keluarga atau kerabat di rumah. Kedua jajanan ini juga cocok dinikmati bersama teh panas di tengah udara dingin pegunungan.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *