Hari Jumat yang ke-2 di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah adalah momen penting bagi umat Islam. Pada hari ini, masyarakat Muslim yang sudah baligh biasanya melaksanakan Sholat Jumat berjamaah di masjid. Dalam shalat tersebut, jamaah akan mendengarkan khutbah yang penuh makna dan menginspirasi sebagai bagian dari proses belajar dan meningkatkan kualitas iman serta ketakwaan kepada Allah SWT.
Berikut ini disajikan materi khutbah Jumat Ramadhan edisi 27 Februari 2026, yang bisa menjadi referensi untuk digunakan dalam kegiatan ibadah. Anda juga dapat mengunduhnya dalam format PDF melalui tautan di bawah ini.
Unduh PDF Khutbah Jumat Ramadhan >>> [Klik Disini:]
Materi Khutbah Jumat Ramadhan
“Menjadikan Ramadhan Sebagai Madrasah Ketakwaan”
Khutbah I
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam. Kita bersyukur atas nikmat iman, keselamatan, dan kesempatan untuk berkumpul dalam shalat Jumat. Kita bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya yang layak disembah, dan Muhammad SAW adalah utusan-Nya, seorang nabi yang mulia dan terpilih.
Shallallahu ‘alaihi wasallam, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya yang setia.
Amma ba’du, wahai saudara-saudari muslimin dan muslimat yang dirahmati oleh Allah. Saya mengajak kita semua untuk menjadikan shalat Jumat ini sebagai momen penting untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa bukan sekadar menjalankan perintah, tetapi juga menjauhi larangan-Nya dalam segala aktivitas kehidupan.
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Takwa adalah modal utama untuk meraih keselamatan dan kebahagiaan di dunia maupun akhirat. Sebagaimana disebutkan dalam ayat:
“Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan.” (QS. An-Naba’: 31)
Dalam hadis, Rasulullah SAW menyampaikan kemuliaan bulan Ramadhan:
“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu neraka ditutup padanya. Syetan-syetan dibelenggu padanya. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan.” (HR Ahmad)
Ibadah puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi media pendidikan untuk menjadi hamba yang bertakwa. Seperti sabda Nabi SAW:
“Puasa bukan sekedar menahan diri dari makan dan minum saja, sesungguhnya puasa adalah mengendalikan diri dari ucapan yang sia-sia dan perbuatan yang buruk.” (HR Hakim)
Seorang ulama besar, Thalaq bin Habib al-Anazi, menjelaskan bahwa takwa adalah tindakan ketaatan kepada Allah dengan cahaya dari-Nya, karena mengharap rahmat-Nya, dan menjauhi maksiat karena takut akan siksa-Nya.
Rasulullah SAW juga menjelaskan tiga ciri orang yang bertakwa:
- Menjaga diri dari berbicara dusta, bohong, atau hoax.
- Menjaga diri dari pergaulan yang buruk.
- Meninggalkan sebagian perkara yang halal karena takut terjerumus pada perkara yang haram.
Dengan memahami arti takwa dan ciri-ciri orang yang bertakwa, kita diingatkan untuk menjadikan Ramadhan sebagai madrasah ketakwaan. Dengan demikian, kita akan memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat.
Akhirnya, semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kesabaran kepada kita semua untuk menjalani ibadah puasa dengan sungguh-sungguh. Semoga kita bisa menjadi hamba-Nya yang bertakwa dan meraih ridho-Nya. Amin.
Khutbah II
Alhamdulillah, kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam. Kita bersyukur atas nikmat iman, keselamatan, dan kesempatan untuk berkumpul dalam shalat Jumat. Kita bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya yang layak disembah, dan Muhammad SAW adalah utusan-Nya, seorang nabi yang mulia dan terpilih.
Shallallahu ‘alaihi wasallam, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya yang setia.
Amma ba’du, wahai saudara-saudari muslimin dan muslimat yang dirahmati oleh Allah. Saya mengajak kita semua untuk menjadikan shalat Jumat ini sebagai momen penting untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa bukan sekadar menjalankan perintah, tetapi juga menjauhi larangan-Nya dalam segala aktivitas kehidupan.
Allah SWT berfirman:
“Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah, serta bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS. An-Nur: 52)
Dengan menjalani ibadah puasa, kita bisa menjadi benteng pertahanan diri dari godaan hawa nafsu dan tipuan setan. Seperti sabda Nabi SAW:
“Puasa adalah tameng penjaga diri, ia adalah sebuah benteng (pertahanan) dan pemelihara diri dari benteng-bentengnya orang yang beriman.” (HR Thabrani)
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan serta ridho-Nya kepada kita semua. Amin.












