Budaya  

Jangan lewatkan sahur Dr Tgk Tarmizi M Daud: Doa Malaikat dan Rahasia Spiritual

Makan Sahur: Kunci Keberkahan dan Kekuatan Spiritual

Memasuki hari-hari awal Ramadhan 1447 H, aktivitas sahur sering kali dianggap sebagai rutinitas makan dini hari untuk mengisi energi fisik. Namun, di balik waktu senggang saat dunia masih terlelap, tersimpan rahasia kekuatan dan keberkahan luar biasa yang tidak ditemukan di waktu lainnya.

Program Serambi Ramadan edisi Minggu (22/2/2026) mengupas tuntas hal tersebut. Program ini merupakan hasil kolaborasi Serambi Group bersama Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh yang didukung penuh oleh Bank Aceh Syariah. Dengan menghadirkan narasumber Dr Tgk Tarmizi M Daud, MAg yang merupakan Dewan Pembina ISAD sekaligus Ketua I Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), program ini dipandu oleh jurnalis Serambi Indonesia, Yeni Hardika.

Sahur: Doa Malaikat dan Rahasia di Balik Satu Suapan

Menurut Tgk. Tarmizi, dalam perspektif fikih, sahur memang berstatus sunnah. Namun, secara filosofis, sahur adalah instrumen keberkahan yang sangat besar. Perbedaan paling mencolok antara makan sahur dengan makan biasa di warung atau di waktu lain adalah keterlibatan malaikat.

“Rahasia yang tidak ditemukan di waktu lain adalah saat para malaikat turun. Ketika kita makan sahur, satu suapan saja dibarengi bismillah dan doa, maka malaikat terus berdoa kepada Allah: ‘Ya Allah ampunkan dosanya, berikan keberkahan dan keselamatan dalam hidupnya’. Inilah rahasia spiritualnya,” ujar Tgk Tarmizi.

Sahur sebagai ‘Jihad’ dan Pembentuk Karakter

Lebih dari sekadar anatomi biologis yang membutuhkan protein, sahur adalah bentuk latihan jiwa (riyadhun nafsi). Tgk. Tarmizi menyebut orang yang sanggup bangun sahur sebagai “orang hebat” karena berhasil memenangkan “jihad” melawan hawa nafsu dan kenyamanan tidur.

“Sahur adalah bagian dari pembinaan dan koreksi diri untuk melatih moralitas tinggi. Jika dijalankan dengan benar, ia akan melahirkan sifat mahmudah (terpuji). Ini adalah instrumen untuk mencapai target tertinggi puasa, yaitu menjadi orang yang bertakwa,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sahur merupakan pembeda utama antara puasa umat Islam dengan umat-umat terdahulu. Secara syariat, sahur berfungsi sebagai aplikasi implementasi dari ketaatan seorang hamba.

“Sahur adalah instrumen perbaikan budi pekerti. Jika dijalankan dengan benar, akan melahirkan sifat mahmudah (karakter terpuji). Orang yang konsisten sahur secara tidak langsung sedang menempa moralitasnya menjadi lebih tinggi,” tambahnya.

Fenomena Sahur Tengah Malam dan Bahaya Malas

Menanggapi tren kaum muda yang mempercepat sahur ke jam 11 atau 12 malam agar tidur tidak terganggu, Tgk Tarmizi memberikan peringatan dari sisi syariat. Ia menekankan bahwa waktu puncak keberkahan sahur adalah di waktu takhir atau mendekati fajar shadiq.

“Menyegerakan sahur di tengah malam justru menambah masalah. Selain kehilangan hikmah sunnah, potensi kehilangan salat Subuh berjamaah sangat besar karena tidur yang terlalu lelap setelah kenyang di tengah malam,” jelas Ketua I MES tersebut.

Ia juga menyinggung penyebab seseorang sering malas bangun sahur. Menurutnya, hambatan itu sering kali datang dari pengaruh dosa, pola makan yang tidak terjaga, hingga konsumsi makanan yang tidak halal yang mengotori batin.

“Tontonan yang sia-sia di dunia maya juga sangat memengaruhi pola pikir dan kekuatan spiritual seseorang untuk bangun malam,” tambahnya.

Pesan Kuat untuk Seluruh Umat Muslim

Menutup perbincangannya, Dr Tgk Tarmizi M Daud memberikan pesan kuat bagi seluruh umat Muslim agar tidak lagi memandang sahur sebelah mata. Ia menegaskan bahwa setiap suapan di waktu tersebut adalah investasi spiritual yang besar.

“Jangan sia-siakan makan sahur. Bukan hanya sekadar makan, tapi di situ ada dimensi filosofis, ada hikmah, dan ada kekuatan rahasia yang membantu kita naik kelas menjadi hamba yang bertakwa,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Serambi Ramadan merupakan program tahunan yang dihadirkan oleh Serambi Group sebagai wujud syiar di bulan suci. Program ini hadir setiap hari selama Ramadan 1447 H mulai pukul 14.30 WIB dan disiarkan secara langsung di kanal YouTube Serambinews. Program ini diharapkan menjadi panduan spiritual bagi masyarakat Aceh dan sekitarnya.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *