Persebaya Surabaya Kalah Lagi Akibat Kesalahan Set Piece! Bernardo Tavares Bongkar Penyebab Kekalahan vs Persijap Jepara

Persebaya Surabaya Kembali Terjebak Masalah Set Piece

Persebaya Surabaya gagal mengantisipasi situasi set piece saat menjalani laga tandang melawan Persijap Jepara. Hasil ini memicu kekecewaan di kalangan pemain dan pelatih, terutama setelah tim asal Kota Pahlawan kalah dengan skor 1-3. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Sabtu (21/2) malam menjadi bukti bahwa masalah tersebut masih terus muncul.

Performa yang Tidak Maksimal

Persebaya Surabaya datang ke pertandingan ini dengan target meraih poin. Namun, sejak menit awal, aliran bola tidak berjalan mulus seperti biasanya. Koordinasi lini belakang sering kali tertunda, sehingga memberi ruang bagi tuan rumah untuk mengembangkan permainan secara efektif.

Persijap Jepara memanfaatkan celah-celah kecil yang muncul dari kesalahan elementer Persebaya Surabaya. Tiga gol yang tercipta dalam pertandingan ini membuat laga menjadi sangat berat bagi Green Force. Gol hiburan baru lahir pada masa injury time melalui penalti Bruno Moreira, tetapi gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan tim dari kekalahan.

Penilaian Pelatih

Setelah pertandingan, Bernardo Tavares langsung memberikan evaluasi terhadap performa anak asuhnya. Ia tidak mencari alasan, tetapi justru mengakui bahwa banyak kesalahan mendasar dilakukan oleh timnya. Salah satu hal yang disoroti adalah kebobolan dari situasi transisi setelah kehilangan bola dan juga dari situasi bola mati serta tendangan bebas.

“Saya akan jujur, kami melakukan cukup banyak kesalahan. (Persijap) berhasil memanfaatkan peluang yang kami berikan. Itu tidak normal bagi kami, terutama kebobolan dari situasi transisi setelah kami kehilangan bola. Kami juga kebobolan dari situasi bola mati dan tendangan bebas,” ujar Tavares.

Masalah Berulang

Masalah set piece ternyata bukan sekali ini saja. Dalam pertandingan sebelumnya melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, lini pertahanan Persebaya Surabaya juga kebobolan dari skema serupa. Pola berulang ini menjadi alarm serius bagi tim pelatih Green Force, karena menunjukkan bahwa persoalan set piece bukanlah insiden tunggal, melainkan celah taktis yang terus dimanfaatkan lawan.

Tavares mengakui bahwa catatan tersebut membuatnya frustrasi. Ia menyebut perbaikan dalam mengantisipasi bola mati kini menjadi fokus utama timnya. “Jika dihitung, dalam dua pertandingan terakhir kami kebobolan empat gol dari situasi set piece. Itu menjadi fokus utama yang harus kami perbaiki. Padahal kami sudah melatih dan menganalisis situasi tersebut,” ucapnya.

Dinamika Performa Tim

Secara kualitas permainan, Tavares menilai skuadnya sebenarnya mampu tampil lebih baik. Namun, ia tak menutup mata terhadap inkonsistensi ritme yang masih menghantui tim. “Hari ini kami tidak memainkan pertandingan terbaik. Saya rasa kami sebenarnya bisa bermain lebih baik. Tapi inilah sepak bola. Kadang kami tampil bagus, kadang tidak,” jelasnya.

Ucapan tersebut menggambarkan dinamika yang sedang dihadapi Persebaya Surabaya musim ini. Dalam satu pertandingan bisa tampil dominan, tetapi di laga lain justru kehilangan sentuhan terbaiknya.

Kekalahan yang Menyentil Harga Diri

Kekalahan dari Persijap Jepara juga memperlihatkan persoalan transisi bertahan yang belum solid. Saat kehilangan bola, reaksi pemain dinilai kurang cepat sehingga ruang kosong mudah dieksploitasi. Transisi negatif yang lambat membuat tekanan balik tak berjalan efektif. Lawan pun leluasa membangun serangan dan memaksa lini belakang bekerja ekstra keras.

Di sisi lain, efektivitas Persijap menjadi pembeda signifikan dalam pertandingan tersebut. Setiap peluang yang lahir dari situasi bola mati mampu dikonversi menjadi ancaman nyata.

Evaluasi dan Harapan Ke Depan

Bagi Persebaya Surabaya, hasil ini bukan sekadar kehilangan tiga poin. Kekalahan ini menyentil harga diri sekaligus memaksa tim melakukan evaluasi menyeluruh. Waktu untuk meratapi hasil nyaris tak tersedia. Jadwal padat sudah menanti dan konsentrasi harus segera dialihkan ke laga berikutnya.

Persebaya Surabaya akan menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo pada Rabu (25/2). Laga tersebut menjadi momentum penting untuk membuktikan pembenahan sudah dilakukan. Tavares menegaskan timnya harus segera bangkit dan menatap ke depan. Ia ingin para pemain belajar dari kesalahan dan menunjukkan respons positif di pertandingan selanjutnya.

“Sekarang waktunya melihat ke depan, bersiap untuk laga berikutnya, dan kembali mencoba meraih kemenangan,” pungkasnya.

Duel kontra PSM tak hanya soal tiga poin, tetapi juga ujian mental bagi Green Force. Publik Surabaya tentu menunggu respons nyata setelah Persebaya Surabaya gagal antisipasi set piece dan dipermalukan Persijap Jepara. Jika pembenahan tak segera dilakukan, pola kebobolan dari bola mati bisa kembali terulang. Namun, jika evaluasi berjalan efektif, laga kandang nanti bisa menjadi titik balik kebangkitan Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026.

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *