Amalan Doa dan Wirid Ramadan yang Dianjurkan
Ramadan adalah bulan istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan wirid demi meraih ampunan dari Allah. Selama bulan ini, terdapat beberapa rangkaian wirid yang bisa diamalkan, seperti syahadat dan istighfar, doa memohon ampunan, serta doa khusus yang selama sebulan.
Selain wirid, ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan dalam bulan Ramadan, antara lain tadarus Al-Qur’an, sedekah, doa mustajab saat puasa, menjaga kualitas puasa, dan melaksanakan salat Tarawih. Bulan Ramadhan juga menjadi waktu istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah mereka.
Berikut adalah salah satu amalan doa dan wirid Ramadan yang bisa diamalkan selama bulan Ramadan 2026 atau Ramadan 1447H, yaitu bacaan wirid dari Habib Umar bin Hafidz.
Bacaan Wirid Ramadhan Habib Umar bin Hafidz
Amalan ini sangat baik dibaca berulang kali, terutama saat menunggu buka puasa atau di sepertiga malam.
Wirid 1: Memohon Surga dan Ampunan (Dibaca 3 kali)
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْأَلُكَ الجَنَّةَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
Latin: Asyhadu alla ilaaha illallah wa astaghfirullah wa as-alukal jannah wa a’udzu bika minan naar.
Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan aku memohon ampunan pada Allah, aku meminta surga dan meminta perlindungan dari neraka.”
Lanjutkan dengan doa berikut, sebanyak 3 kali.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي، يَا كَرِيمُ
Latin: Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu anni, Ya Kariim.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Pemaaf. Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah aku, Duhai Yang Maha Mulia.”
Wirid 2: Istighfar dan Mohon Rahmat
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، نَسْتَغْفِرُ اللهَ نَسْأَلُكَ الجَنَّةَ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ. رَبّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
Latin: Asyhadu an la ilaha illallahu nastaghfirullaha nasalukal jannata wana’udzubika minan nari. Rabbighfir warham wa anta khairur rahimina.
Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, kami mohon ampunan Allah, kami memohon surga, dan kami berlindung kepada-Mu dari api neraka. Ya Tuhanku, berilah ampunan dan rahmat, Engkaulah pemberi rahmat yang terbaik.”
Wirid 3: Doa Khusus Pemilik Ramadhan
Wirid ini dianjurkan dibaca dengan target total 3.000 kali selama sebulan, atau bisa dicicil sebanyak 100 kali setiap hari.
Latin: Allahumma ya rabbi ramadhana wa munzilal qur’ani. Nasyhadu an la ilaha illa anta wanastaghfiruka. Fashalli wa sallim ‘ala ‘abdika wahabibika sayyidina muhammadin wa alihi washahbihi waman yuwalihi. Wafarrij ‘anna wa ‘anil ummati kulla hammin wa ghammin wa karbin wa nahnu fihi. Waballighna min kulli khairin fawqa ma nartajihi. Waj’alna mimman ta’fu ‘anhu watu’a fihi watardha ‘anhu wa turdhihi.
Artinya: “Ya Allah, wahai Pemilik Ramadhan, dan Dzat yang menurunkan Al-Qur’an. Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau dan kami memohon ampunan-Mu. Berilah rahmat serta keselamatan atas hamba-Mu dan kekasih-Mu, Sayyidina Muhammad, keluarga, serta sahabatnya. Lenyapkanlah dari kami dan umat segala kegelisahan, kesedihan, dan kesulitan. Sampaikanlah kami pada segala kebaikan melebihi apa yang kami harapkan. Jadikanlah kami orang yang Engkau ampuni, Engkau lindungi, dan Engkau ridhai.”
Amalan Sunnah Utama di Bulan Ramadhan
Selain mengamalkan wirid di atas, berikut adalah amalan sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW:
1. Tadarus Al-Qur’an dan Mengkhatamkannya
Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat erat hubungannya dengan Al-Qur’an, karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan. Oleh sebab itu, tadarus (membaca sekaligus mengkaji) menjadi amalan yang sangat utama dan telah menjadi aktivitas utama sejak masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan generasi terbaik umat ini.
Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma menceritakan:
“Jibril menemuinya pada tiap malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Quran bersamanya.”
2. Memperbanyak Sedekah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencontohkan akhlak yang luar biasa, yaitu kedermawanan. Ketika masuk bulan Ramadhan, kedermawanan beliau seperti angin yang berhembus. Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma menceritakan:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin menjadi-jadi saat Ramadhan apalagi ketika Jibril menemuinya. Dan, Jibril menemuinya setiap malam bulan Ramadhan dia bertadarus Al Quran bersamanya. Maka, Rasulullah benar-benar sangat dermawan dengan kebaikan laksana angin yang berhembus.”
Bersedekah tidak selalu harus menunggu dalam keadaan berkecukupan. Bersedekahlah dengan seikhlas mungkin terhadap apa pun yang Anda miliki saat ini. Bukan seberapa besar jumlah atau nilai yang diberikan, melainkan seberapa besar niat dan keteguhan hati dalam mengasihi sesama.
3. Memperbanyak Doa
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah bersabda:
“Ada tiga manusia yang doa mereka tidak akan ditolak: (1) Doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka (2). Pemimpin yang adil (3) Doa orang teraniaya.”
4. Menjauhi Perbuatan yang Merusak Puasa
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah bersabda:
“Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasannya kecuali hanya lapar saja.”
5. Salat Tarawih
Salat Tarawih memiliki keutamaan dan ganjaran yang besar sebagaimana disebutkan dalam hadis shahih:
“Barangsiapa yang salat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.”












