Budaya  

Bacaan Tarawih 11 dan 23 Rakaat Lengkap dengan Doa Witir dan Kamilin PDF

Penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriyah dan Tuntunan Shalat Tarawih

Pemerintah telah menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1447 Hijriyah pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Bulan Ramadhan menjadi momen penting bagi umat Muslim karena penuh dengan keberkahan dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Salah satu ibadah yang dilakukan selama bulan ini adalah shalat tarawih, yaitu shalat sunnah yang dikerjakan setelah shalat Isya.

Shalat tarawih merupakan ritual khusus yang dilaksanakan hanya pada malam hari selama bulan Ramadhan. Di berbagai masjid, shalat ini dilakukan secara berjamaah, biasanya setelah shalat Isya. Meskipun hukumnya sunnah, shalat tarawih bisa juga dilakukan sendiri di rumah, dengan batas waktu hingga fajar.

Di Indonesia, shalat tarawih biasanya dilaksanakan dalam jumlah 20 rakaat ditambah witir 3 rakaat. Dalam pelaksanaannya, terdapat bacaan bilal di sela rakaat yang dijawab oleh jemaah, serta doa panjang yang dibaca setelah Tarawih dan Witir.

Berikut adalah tuntunan lengkap bacaan bilal untuk shalat tarawih 20 rakaat dan witir 3 rakaat:

1. Rakaat 1-2

Setelah shalat Isya, bilal dan makmum membaca:

Subhaanal-malikil-ma’buudi subhaanal-malikil-maujuudi subhaanal-malikil-hayyilladzii laa yanaamu wa laa yamuutu wa laa yafuutu abadan subbuuhun qudduusur rabbunaa wa rabbul-malaa’ikati war-ruuhi subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-‘azhiim.

Artinya: “Mahasuci Tuhan yang memiliki (alam) dan yang disembah, Mahasuci Allah yang memiliki (alam) lagi Ada. Mahasuci Allah yang memiliki lagi Mahahidup yang tidak tidur, tidak mati dan tidak hilang selama-lamanya. Mahasuci Maha- quddus, Tuhan kami dan Tuhan semua malaikat dan ruh (Malaikat Jibril) Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan melainkan Allah. Allah Mahabesar dan tidak ada daya, dan tidak ada kekuatan kecuali dari Allah, Tuhan Yang Mahatinggi dan Mahaagung.”

Setelah itu, bilal membaca shalawat:

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad.
“Ya Allah karuniakanlah kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad”

Kemudian para jamaah menjawab:

Allaahumma shalli wa sallim ‘alaiih.
“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Muhammad)”

Bilal membaca shalawat lagi:

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammad.
“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan atas junjungan kami dan pemimpin kami Nabi Muhammad.”

Kemudian para jemaah menjawab:

Allaahumma shalli wa sallim ‘alaiih.
“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Muhammad).”

Bilal membaca shalawat sekali lagi:

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa habiibi- naa wa syafii inaa wa dzukhrinaa wa maulaanaa Muhammad.
“Ya Allah, karuniailah kesejahteraan atas junjungan kami, nabi kami, kekasih kami, penolong kami (kelak), yang membela kami dan pemimpin kami Nabi Muhammad.”

Kemudian para jemaah menjawab:

Allaahumma shalli wa sallim ‘alaiih.
“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Muhammad).”

Setelah dijawab oleh para jemaah, kemudian bilal mengucapkan:

Shallun sunnatat-taraawiihi jaami’atar rahimakumullaah.
“Kerjakanlah shalat sunah tarawih secara berjamaah semoga Allah melimpah-kan rahmat kepada kamu sekalian.”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 1-2.

2. Bacaan kedua sebelum Rakaat 3-4

Fadhlam minallaahi wa ni’mataw wa maghfirataw wa rahmatal laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.

Artinya: “Kami memohon kemurahan Allah dan nikmat-Nya dan ampunan serta rahmat-Nya, tidak ada tuhan melainkan Allah. Ia Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, Zat yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia atas segala sesuatu Mahakuasa.”

Kemudian bilal membaca shalawat seperti tersebut di atas, dan jamaah menjawabnya:

“Allaahumma shalli wa sallim ‘alaiih”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 3-4.

3. Bacaan ketiga sebelum Rakaat 5-6

Selesai salam pada rakaat yang keempat, bilal bersama-sama para jamaah membaca:

“Subhaanal-malikil-qudduus”, sampai akhir seperti tersebut di atas.

Sampai disini boleh lanjut atau diselingi dengan bacaan doa lailatul qodar yaitu:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni/(na) ’
Artinya, “Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.”

Setelah itu bilal mengucapkan :

Al-Badrul-muniiru sayyidunaa Muhammadun shalluu ‘alaiih.
“Bulan purnama yang bersinar terang, junjungan kami Nabi Muhammad, bershalawatlah kamu semua atasnya.”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 5-6.

4. Bacaan keempat sebelum Rakaat 7-8

Selesai salam rakaat ke 6 baca kembali lafal ini :

Fadhlam minallaahi wa ni’mataw wa maghfirataw wa rahmatal laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.

Artinya: “Kami memohon kemurahan Allah dan nikmat-Nya dan ampunan serta rahmat-Nya, tidak ada tuhan melainkan Allah. Ia Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, Zat yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia atas segala sesuatu Mahakuasa.”

Kemudian bilal membaca shalawat seperti tersebut di atas, dan jamaah menjawabnya:

“Allaahumma shalli wa sallim ‘alaiih”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 7-8.

5. Bacaan kelima sebelum Rakaat 9-10

Selesai salam pada rakaat yang ke 10, bilal bersama-sama para jamaah membaca:

“Subhaanal-malikil-qudduus”, sampai akhir seperti tersebut di atas.

Sampai disini boleh lanjut atau diselingi dengan bacaan doa lailatul qodar yaitu:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni/(na) ’
Artinya, “Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.”

Setelah itu bilal mengucapkan :

Al-khaliifatul-uulaa amiirul-mu’miniina sayyidunaa Abuu Bakrinish-shiddiiq.
“Khalifah pertama, amirul-mukminin penghulu kami Abu Bakar Shiddiq”
dan jamaah menjawab:
Radhiyallaahu ‘anhu.
“Semoga rida Allah atasnya.”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 9-10.

6. Bacaan keenam sebelum Rakaat 11-12

Selesai salam rakaat ke 10 baca kembali lafal ini :

Fadhlam minallaahi wa ni’mataw wa maghfirataw wa rahmatal laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.

Artinya: “Kami memohon kemurahan Allah dan nikmat-Nya dan ampunan serta rahmat-Nya, tidak ada tuhan melainkan Allah. Ia Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, Zat yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia atas segala sesuatu Mahakuasa.”

Kemudian bilal membaca shalawat seperti tersebut di atas, dan jamaah menjawabnya:

“Allaahumma shalli wa sallim ‘alaiih”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 11-12.

7. Bacaan ketujuh sebelum Rakaat 13-14

Selesai salam pada rakaat yang ke 12, bilal bersama-sama para jamaah membaca:

“Subhaanal-malikil-qudduus”, sampai akhirnya dan diteruskan dengan shalawat seperti tersebut di atas :

Sampai disini boleh lanjut atau diselingi dengan bacaan doa lailatul qodar yaitu:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni/(na) ’
Artinya, “Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.”

Setelah itu bilal mengucapkan :

Al-khaliifatuts-tsaaniyatu amiirul-mu’miniina sayyidunaa ‘Umarubnul-Khaththaab.
“Khalifah yang kedua, amirul-mukminin penghulu kami Umar bin Khaththab.”
dan jamaah menjawab:
Radhiyallaahu ‘anhu.
“Semoga rida Allah atasnya.”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 13-14.

8. Bacaan kedelapan sebelum Rakaat 15-16

Selesai salam rakaat ke 14 baca kembali lafal ini :

Fadhlam minallaahi wa ni’mataw wa maghfirataw wa rahmatal laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.

Artinya: “Kami memohon kemurahan Allah dan nikmat-Nya dan ampunan serta rahmat-Nya, tidak ada tuhan melainkan Allah. Ia Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, Zat yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia atas segala sesuatu Mahakuasa.”

Kemudian bilal membaca shalawat seperti tersebut di atas, dan jamaah menjawabnya:

“Allaahumma shalli wa sallim ‘alaiih”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 15-16.

9. Bacaan kesembilan sebelum Rakaat 17-18

Selesai salam pada rakaat yang ke 14, bilal bersama-sama para jamaah membaca:

“Subhaanal-malikil-qudduus”, sampai akhir seperti tersebut di atas.

Sampai disini boleh lanjut atau diselingi dengan bacaan doa lailatul qodar yaitu:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni/(na) ’
Artinya, “Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.”

Setelah itu bilal mengucapkan :

Al-khaliifatuts-tsaalitsatu amiirul-mu’miniina sayyidunaa ‘Utsmaanubnu ‘Affaan.
“Khalifah yang ketiga, amirul-mukminin penghulu kami Utsman bin Affan.”
dan jamaah menjawab:
Radhiyallaahu ‘anhu.
“Semoga rida Allah atasnya.”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 17-18.

10. Bacaan kesepuluh sebelum Rakaat 19-20

Selesai salam rakaat ke 18 baca kembali lafal ini :

Fadhlam minallaahi wa ni’mataw wa maghfirataw wa rahmatal laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.

Artinya: “Kami memohon kemurahan Allah dan nikmat-Nya dan ampunan serta rahmat-Nya, tidak ada tuhan melainkan Allah. Ia Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, Zat yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia atas segala sesuatu Mahakuasa.”

Kemudian bilal membaca shalawat seperti tersebut di atas, dan jamaah menjawabnya:

“Allaahumma shalli wa sallim ‘alaiih”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 19-20.

11. Bacaan sebelum shalat witir, sesudah sholat tarawih selesai

Selesai salam pada rakaat ke 20 kemudian bilal dan para jamaah membaca:

“Subhaanal-malikil-qudduus” sampai akhirnya, dan diteruskan dengan shalawat seperti tersebut di atas.

Setelah itu dilanjutkan dengan baca doa sholat tarawih :

Doa Sesudah Shalat Tarawih

Allaahummaj’alnaa bil-iimaani kaamiliin. Wa li faraa’idhika mu’addiina wa ‘alash-shalawaati muhaafizhiin.
Wa liz-zakaati faa’iliin. Wa limaa ‘indaka thaalibiin. Wa li ‘afwika raajiin.
Wa bil- hudaa mutamassikiin. Wa ‘anil-laghwi mu’ridhiin. Wa fid-dun- yaa zaahidiin. Wa filaakhirati raaghibiin. Wa bil-qadhaa’i raadhiin. Wa bin-na’maa’i syaakiriin. Wa ‘alal-balaayaa shaabiriin.
Wa tahta liwaa’i sayyidinaa Muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama yaumal-qiyaamati saa’iriin.
Wa ‘alal-haudhi waaridiin. Wa fil-jannati daakhiliin. Wa minannaari naajiin. Wa ‘alaa sariiratil-karaamati qaa’idiin.
Wa bihuurin ‘iinin mutazawwijiin.
Wamin sundusin wa istabraqin wa diibaajin mutalabbisiin. Wa min tha’aamil-jannati aakiliin.
Wa min labanin wa ‘asalin mushaffaini syaaribiin. Bi’akwaabin wa abaariiqa wa ka’sin min ma’iin. Ma’al-ladziina an’amta ‘alaihim minan-nabiyyiina wash-shiddiiqiina wasysyuhadaa’i wash-shaalihiin. Wa hasuna ulaa’ika rafiiqaa. Dzaalikal-fadhlu minallaahi wa kafaa billaahi ‘aliimaa Wal-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin.

Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah kami (orang-orang) yang beriman sempurna, dapat menunaikan segala fardhu, menjaga shalat, menunaikan zakat, menuntut/mencari segala kebaikan di sisi-Mu, mengharap keampunan-Mu, senantiasa memegang teguh petunjuk-petunjuk-Mu, terlepas/terhindar dari segala penyelewengan dan zuhud di dunia dan mencintai amal untuk bekal di akhirat dan rela terhadap ketentuan-Mu dan mensyukuri segala nikmat-Mu, tabah (sabar) menerima cobaan dan semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di bawah naungan panji-panji junjungan kami Nabi Muhammad saw.
dan melalui telaga yang sejuk, masuk ke dalam surga, terhindar dari api neraka dan duduk di tahta kehormatan, didampingi oleh bidadari surga, dan mengenakan baju-baju kebesaran dari sutera berwarna-warni, menikmati santapan surga yang lezat, minum susu dan madu yang suci bersih dalam gelas-gelas dan kendi-kendi yang tak kering-keringnya, bersama-sama dengan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat pada mereka dari golongan para nabi, siddiqin dan orang-orang yang syahid serta orang-orang shaleh.
Dan baik sekali mereka menjadi teman-teman kami. Demikianlah kemurahan dari Allah swt. dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

Lalu bilal membaca:

Al-khaliifatur-raabi’atu amiirul-mu’miniina sayyidunaa ‘Aliyyubnu Abii Thaalib.
“Khalifah yang keempat amirul-mukminin penghulu kami Ali ibnu Abi Thalib.”
dan jamaah menjawab:
Radhiyallaahu ‘anhu.
“Semoga rida Allah atasnya.”

Dilanjutkan dengan ajakan sholat witir (Jika langsung 3 witir)

Shalluu sunnatal-witri jaami’atan atsaabakumullaah.
“Kerjakanlah shalat sunah witir secara berjamaah, mudah-mudahan Allah memberi pahala kepada kamu sekalian.”

Jika pengerjaan witir dengan 2 salam maka :

Witir pertama :
Shalluu sunnatal- minalwitri jaami’atan rokhimakumullaah.
Witir ke dua :
Shalluu sunnatal- rok’atalwitri jaami’atan rokhimakumullaah.
Khusus untuk witir kedua, jika sudah masuk setengah bulan Ramadhan ditambah qunut:
Shalluu sunnatal- rok’atalwitri ma’al qunuti jaami’atan rokhimakumullaah

Doa Sesudah Shalat Witir

Allaahumma inna nas’aluka iimaanan daa’iman. Wa nas’aluka qalban khaasyi’aw wa nas’aluka ilman naafi’an. Wa nas’aluka yaqiinan shaadiqan. Wa nas’aluka amalan shaalihan. Wa nas’aluka diinan qayyiman. Wa nas’aluka khairan katsiiran. Wa nas’alukal ‘afwa wal ‘aafiyah. Wa nas’aluka tamaamal ‘aafiyah. Wa nas’alukasy-syukra ‘alal ‘aafiyati wa nas’alukal- ghinaa’a ‘anin-naas. Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa wa shiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhasysyu’anaa wa tadharru’anaa wa ta’abbudanaa wa tammim taqshiiranaa yaa Allaah yaa Allaah yaa Allaah yaa arhamar-raahimiin. Wa shallallaahu ‘alaa khairi khalqihi Muhammadiw wa ‘alaa aalihii wa shahbihii ajma’iina walhamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin.

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, ketetapan ke-yakinan yang benar, (dapat melaksanakan) amal yang shaleh, tetap dalam agama Islam, kebaikan yang melimpah-limpah, memperoleh ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, mensyukuri atas kesehatan kami, dan kami mohon kepada-Mu kecukupan. Ya Allah, ya Tuhan kami, terimalah shalat kami, puasa kami, rukuk kami, khusyuk kami, ketundukan kami dan pengabdian kami, dan sempurnakanlah kealpaan kami (dalam menunaikan kewajiban), ya Allah, ya Allah, ya Allah, wahai Zat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Semoga Allah memberi rahmat atas sebaik-baik makhluk-Nya yaitu Nabi Muhammad, keluarga, dan semua sahabatnya. Dan segala puji hanya milik Allah Tuhan seluruh alam.”

Bacaan Doa Kamilin
Setelah melaksanakan salat Tarawih, dianjurkan membaca doa Kamilin seperti berikut:

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هَذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya:
“Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban- kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Penutup dan Link Download PDF
Menggunakan panduan tertulis sangat disarankan bagi Bilal pemula agar urutan nama sahabat dan lafal shalawat tidak tertukar. Keberadaan Bilal yang fasih akan menambah kekhusyukan dan semangat jamaah dalam menyelesaikan rangkaian ibadah hingga akhir.

DOWNLOAD: Link 1 Bacaan Bilal Tarawih 23 Rakaat PDF

DOWNLOAD: Link 2 Bacaan Bilal Tarawih 23 Rakaat PDF

Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *