Maling Viral Usai Bobol Baut Jembatan dan Kabel PJU, Kini Targetkan Besi Drainase

Penyebab Kekhawatiran Masyarakat Akibat Pencurian Fasilitas Umum di Samarinda

Kasus pencurian fasilitas umum di Samarinda kini semakin mengkhawatirkan masyarakat. Mulai dari kabel Penerangan Jalan Umum (PJU), baut jembatan, hingga besi penutup drainase yang kini viral di media sosial. Warganet menyoroti temuan besi drainase di Jalan Juanda yang dipasangi tali dan kawat, diduga untuk memudahkan aksi pencurian pada waktu tertentu.

Aparat kepolisian bersama instansi terkait telah melakukan penindakan, pengawasan ketat, serta langkah perbaikan guna memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat.

  • Aksi pencurian fasilitas umum di Samarinda kembali menjadi sorotan publik.
  • Kali ini, warganet dibuat resah oleh beredarnya foto besi penutup drainase yang dipasangi tali dan kawat di sekitar Jalan Juanda.
  • Foto tersebut viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @samarinda.reels pada Minggu (15/2/2026).
  • Penampakan itu langsung memicu beragam spekulasi dari masyarakat.
  • Sejumlah warganet menduga tali dan kawat tersebut sengaja dipasang untuk memudahkan aksi pencurian pada waktu tertentu.
  • Mereka pun berharap instansi terkait segera meningkatkan pengawasan, khususnya di titik-titik rawan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Kasus Pencurian Fasilitas Umum Kian Merajalela

Dalam beberapa waktu terakhir, kasus pencurian di Samarinda, Kalimantan Timur, kian meresahkan. Aksi kriminal tersebut tidak lagi menyasar barang pribadi, melainkan fasilitas umum yang berdampak langsung pada keselamatan publik.

Sejumlah laporan menyebut pencurian terjadi pada baut Jembatan Perniagaan, helm di area parkiran, hingga kabel PJU di kawasan Jalan Letjen Suprapto, eks Jalan Pembangunan. Selain itu, kabel di sekitar Tugu Pesut Samarinda Seberang juga dilaporkan menjadi sasaran pencurian.

Bahkan, video viral terbaru memperlihatkan plang lalu lintas di Jalan Antasari hampir dicuri oleh pelaku tak dikenal.

Dua Pencuri Kabel PJU Berhasil Ditangkap

Aksi pencurian kabel PJU di jalan utama poros Kota Samarinda sempat terekam kamera warga. Dalam rekaman tersebut, terlihat dua pelaku dengan leluasa menggali trotoar dan memotong kabel lampu jalan. Video tersebut viral di media sosial dan memicu warga sekitar untuk mengejar pelaku.

Meski sempat melarikan diri, kedua pelaku meninggalkan alat pemotong kabel dan penggali tanah di lokasi kejadian. Berbekal petunjuk dari video viral, polisi berhasil menangkap kedua pelaku tidak jauh dari kediaman mereka. Barang bukti berupa potongan kabel hasil curian sejak dua hari sebelumnya turut diamankan.

Kedua pelaku dijerat pasal pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Polisi juga masih memburu seorang penadah yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Wakasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Teguh, mengungkapkan bahwa para pelaku sebelumnya pernah bekerja sebagai tenaga lepas perbaikan trotoar. Dalam menjalankan aksinya, mereka mengenakan jaket pekerja agar tidak menimbulkan kecurigaan.

“Dari pengakuan pelaku, dia dua kali melakukan aksinya, yaitu memotong kabel di hari Jumat dan Minggu. Kebetulan yang di hari Minggu itu yang viral di media sosial,” ujar AKP Teguh dalam konferensi pers, Jumat (13/2/2026).

Baut Jembatan Perniagaan Hilang, Warga Khawatir

Keamanan infrastruktur publik kembali menjadi perhatian setelah dilaporkan puluhan baut pada Jembatan Perniagaan hilang. Jembatan tersebut merupakan jalur strategis menuju Pasar Segiri di Kecamatan Sungai Pinang.

Hilangnya baut diduga kuat akibat aksi pencurian oleh pihak tidak bertanggung jawab. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga karena baut berfungsi sebagai pengikat utama yang menjaga kestabilan struktur jembatan.

Hasil pengecekan lapangan pada Jumat (13/2/2026) sore menunjukkan sejumlah baut di bagian bawah konstruksi memang sudah tidak terpasang. Bagian tersebut merupakan elemen penopang penting dalam distribusi beban jembatan.

DPUPR Pasang Baut Pengganti, Jembatan Dipastikan Aman

Menindaklanjuti laporan tersebut, DPUPR Samarinda melalui Tim UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan melakukan inspeksi pada Rabu (12/2/2026). Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPR Samarinda, Hendra Gunawan, menyatakan pihaknya langsung mengambil langkah tanggap cepat dengan memasang kembali baut yang hilang.

“Sementara untuk tanggap cepatnya kami pasang kembali supaya tidak ada kejadian yang lebih parah, khawatirnya ada penurunan atau berakibat pada struktur,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa secara umum kondisi Jembatan Perniagaan masih aman dilintasi kendaraan maupun pejalan kaki. Meski demikian, evaluasi lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada dampak tersembunyi pada kekuatan konstruksi.

DPUPR juga mengkaji solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan pemasangan pagar pengaman di area kolong jembatan guna membatasi akses pihak yang tidak berkepentingan.

Polisi Perketat Pengawasan

Maraknya pencurian fasilitas publik, mulai dari baut jembatan, kabel PJU, hingga helm, mendapat perhatian serius aparat penegak hukum. Kapolresta Samarinda, Hendri Umar, menegaskan telah memerintahkan jajaran Satreskrim untuk melakukan penindakan tegas.

“Saya sudah tugaskan Kasat Reskrim untuk melakukan penindakan hukum, tindakan secara tegas apabila masih terjadi kegiatan-kegiatan seperti ini,” tegasnya.

Selain kasus baut jembatan, kepolisian sebelumnya juga mengamankan dua tersangka pencurian kabel PJU dan kabel telekomunikasi. PJU sendiri merupakan fasilitas penting yang berfungsi meningkatkan keselamatan dan keamanan pengguna jalan pada malam hari.

“Kami akan memaksimalkan fungsi preventif melalui patroli dan penegakan hukum untuk penindakan tegas apabila masih ditemukan praktik pencurian kabel maupun komponen infrastruktur lainnya di seluruh Samarinda,” pungkasnya.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan bersama terhadap fasilitas umum. Kehilangan atau kerusakan komponen kecil sekalipun dapat berdampak besar terhadap keselamatan masyarakat.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *